
π»H 4 P P Y R 3 4 D I N Gπ»
πΉβ¨πβ¨πΉ
Nila gadis ceria yang tidak pernah diam, berubah menjadi gadis menabung. Ia pun jadi irit dalam berbicara seperti sedang menabung suara nya.
Kedua orang nya sangat sedih dengan perubahan kedua anak nya.
"Pa, Ma, Nila berangkat dulu," ucap Nila seraya bangkit pergi meninggalkan meja makan.
"Hati-hati di jalan sayang," sahut Mama Rita memandang kepergian sang anak yang terus melangkah pergi.
"Huft... "
"Sampai kapan anak kita akan bersikap seperti ini Pa? Mama tidak sanggup melihat begini terus, rasanya sakit hati Mama," sedih nya tidak tega menyaksikan sikap kedua anak nya tanpa ada senyuman dengan hilang nya Ara.
"Papa juga Ma, semua sudah Papa lakukan sebisa mungkin untuk menemukan Ara, tapi seperti nya Daddy nya sangat licik hingga kita tidak bisa menemukan jejak sekecil apapun itu," ucap Papa Rio sama hal dengan sang istri sedih.
"Sekarang kita hanya bisa berdoa semoga ada keajaiban."
"Iya semoga doa kita semua di dengar sang kuasa."
"Amin."
πππ
__ADS_1
"Apa yang harus kita perbuat Yan? sudah sebulan kita tidak menemukan keberadaan Daddy dimana membawa Ara? aku semakin cemas hal yang dulu kembali terjadi," khawatir Yudha mengatakan ketakutan nya selama ini.
Dia tau sifat Daddy nya seperti apa sangat kejam dan tentu keras kepala. Jika tidak ada yang mencegah maka hancur lah orang itu di tangannya.
"Hentikan pikiran mu itu, Ara kita akan baik-baik saja, tidak ada yang berani menyakiti nya, jika ada pria itu tidak akan pernah aku maafkan," serius Yanto dengan penuh amarah di lubuk hati nya.
"Tidak bisa, kau tau seperti apa Daddy Yanto, dia sejak dulu sangat membenci Ara, kematian Mommy selalu di limpahkan pada Ara, kita semua tau, bukan Mommy meninggalkan memang sudah takdir," terang Yanto mengingat masa lalu mereka.
"Aku tau itu, tapi tidak dengan Daddy, dia menyalahkan itu karena Ara, kelahiran Ara merenggut nyawa Mommy," sahut Yudha.
"Ya, kau benar. Aku merasa sangat sedih dengan kehidupan Ara, ia tidak tau apa-apa tentang kematian Mommy, bahkan ia juga tidak mau hal seperti ini terjadi, tapi ini yang namanya takdir tidak bisa menolak apa yang sudah di kehendaki sang kuasa."
"Sudah lah hentikan semua ini. Yang berlalu biarkan berlalu tidak perlu di bahas sekarang, terpenting bagaimana cara menemukan Ara. Makin lama kita tidak menemukan keberadaan Ara, sedikit harapan kita bertemu Ara dalam keadaan selamat. Kau pasti paham maksud ku seperti apa, bukan? jadi mari kita pikirkan apa yang harus kita lakukan lagi," seru Johan menengahi obrolan mengingat masa lalu yang di rasa tidak penting untuk di bahas sekarang. Karena semua tidak akan bisa mengubah segala nya yang telah terjadi.
Johan bosan selama sebulan ini selalu mendengar obrolan masa lalu yang tidak berunjuk kemana pun.
"Tutup mulut mu itu! tarik omongan mu barusan, Ara akan kembali bersama kita dalam keadaan hidup tanpa kekurangan satu pun," memperingati Johan, tatapan Yanto begitu tajam menatap Johan kesal dengan perkataan nya secara tidak langsung mengatakan mungkin saat ini nyawa adiknya di berada ambang kematian.
"Ya, ya, maaf! sekarang bisa kah kalian berdua hentikan omong kosong itu? kisah masa lalu kalian tidak di perlu kan sekarang," Johan mengaku salah, tapi tidak mengurangi apa yang ingin dikatakan dengan penuh penegasan pada kedua pria di depan nya agar sadar dan berhenti berbicara hal yang tidak penting.
πππ
Di sebuah kamar kecil, tidak lebih tepatnya sebuah gudang kecil, dimana seorang gadis kecil di kurung dan terus di siksa. Makanan yang di dapat kan hanya sekali dalam sehari, itu pun makanan tidak layak untuk manusia, karena lebih layak untuk hewan peliharaan.
Namun apa yang bisa di perbuat Ara, ia tidak punya kemampuan untuk melawan, ia sangat takut, hanya tangisan yang menemani harinya di gudang kecil.
__ADS_1
Tangisan itu bahkan terdengar merdu bagi pria tersebut, tangisan Ara bagaikan alunan lagu yang indah.
"Hiks... hiks... hiks... Kakak aku takut... Aku tidak kuat lagi, aku lelah semua ini... hiks... hiks... bisakah aku menyerah sekarang? aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi, aku ingin tidur lama," tangis gadis malang itu tidak lain adalah Ara.
Daddy Ara berhasil membawa Ara ke luar Negeri dengan identitas baru, bahkan sebelum pergi kedua menyamar agar tidak ada yang bisa di kenali.
Bahkan semua itu sudah di pikirkan pria itu sejak lama jika bertemu Ara.
Dia pun tau jika banyak orang yang sedang mencari keberadaan nya hingga sekarang, tapi sangat di sayangkan seberapa banyak orang mencarinya tidak akan ada seorang pun bisa menemui keberadaan nya.
"Carilah sepuas kalian, keliling dunia pun bila perlu, karena itu tidak akan mendapat hasil," ucap pria tersebut tertawa puas dengan semua orang yang sudah berhasil di bodohi.
"Aku akan membalas kematian mu sayang, karena anak itu kamu terpaksa pergi meninggalkan ku, jika saja anak itu tidak ada kamu masih ada bersama ku, kita akan hidup bahagia dengan kedua putra kita. Tapi lihatlah sekarang, kedua putra kita malah melindungi anak sial itu, bahkan menyalahkan ku dan meminta ku menyadari kesalahan ku ini. Bukankah semua ini karena anak sial itu? anak sial itu pasti sudah menghasut yang tidak-tidak tentang ku hingga mereka sangat membenci ku," sambung nya lagi tidak merasa salah, bahkan semakin menyalahkan pada Ara.
"Aku bersumpah padamu sayang, akan membuat nya hidup menderita hingga ia sendiri yang memilih mengakhiri hidup, karena enggan melihat dunia yang indah ini."
Pria tersebut terdiam sejenak dan sejauh yang di perbuat tidak ada perasaan bersalah, yang ada semakin besar rasanya ia ingin menyiksa Ara sampai kematian itu tiba.
Wajah Ara yang sangat mirip dengan sang istri membuat nya sangat membenci, karena itu selalu mengingatkan nya pada sang mendiang istri yang amat ia cintai.
Kenangan di masa lalu bersama sang istri membuat nya sedih dan itu menimbulkan rasa benci yang amat besar pada Ara kembali.
Sudah belasan tahun berlalu, tapi pria itu masih saja belum bisa menerima keadaan dan terus menyalahkan Ara atas kematian sang istri paska melahirkan saat itu.
"Kenapa kau harus hadir dalam kehidupan kami? jika kau tidak ada aku akan menjadi pria yang sangat bahagia memiliki istri yang amat ku cintai dan juga kedua putra yang tampan, tapi kau hadir dan menghancurkan semua itu. Aku sangat membenci mu, jadi terimalah konsekuensi ini."
__ADS_1
...Bα΄Κsα΄α΄Κα΄Ι΄Ι’......
...β¨____________ πΌπΌ_______________β¨...