Wanita Kesayangan CEO Dingin

Wanita Kesayangan CEO Dingin
Bab 9: Es krim


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Meski hati masih merasa sakit dengan apa yang di lihat, tapi hati Nick tidak bisa di bohongin ia tidak bisa tidak memperhatikan Ara. Ara seperti magnet yang menariknya terus memperhatikan nya.


"Apa aku boleh nambah Nila?" tanya Ara masih ingin menambah lagi.


"Ara kau belum kenyang juga? ya ampun perut mu isinya apa sih sebenarnya..." Nila memijit kepala yang tidak pusing melihat kelakuan Ara.


"Kenapa? emang gak boleh? aku masih lapar tau, salah kalau nambah?" protes Ara seperti biasa.


"Stop gak ada nambah-nambah makan saja yang ada, tunggu aku selesai kita pergi," kekeh Nila tidak ingin Ara kekenyangan karena itu pasti akan membuat nya ketiduran di kelas.


Wajah Ara berubah masam, menghentakkan kaki berkali-kali, sungguh hari ini ia sangat kesal pada Nila tidak memperoleh kan nya menambah padahal ia sangat ingin.


Ketiga pria tersebut melihat tingkah Ara sangat gemas jadi tersenyum. Namun Ara tidak menyadari jika dirinya sedang di perhatikan.


Dia terus memasang wajah cemberut, memajukan bibir ke depan dan itu terlihat lucu.


"Nila biarkan Ara nambah emang kenapa kamu larang? nambah juga gak akan buat Ara gemuk, bukan?" ucap Geri tidak tega melihat Ara akhirnya membuka suara membela.


"Tidak Kak, kalau di biarkan Ara bakal tidur di kelas karena kekenyangan nanti akhirnya di hukum dan dirinya sendiri yang tersiksa," peduli Nila membantah pembelaan Geri untuk Ara.


"Astaga Nila sejak kapan lo jadi Nyokap Ara? cerewet lo larang ini itu pada Ara udah seperti Mama takut anak nya kenapa-napa tau," ejek Geri dan tertawa tak bisa menahan tawanya lagi.


"Terserah, bodoh apa," Nila tidak terlalu mempedulikan omongan Geri kembali melanjutkan makan nya.


Mereka kembali makan hingga selesai Nila mengajak Ara pergi kembali ke kelas. Kelas akan di mulai sebentar lagi, perut sudah terisi berarti tidak akan ada kendala dan kuliah aman.


"Ayo Ara."


"Kakak-kakak yang tampan, kita berdua yang cantik dan jelita ini pergi dulu ya, maaf gak bisa lama-lama nemenin kalian di sini, tapi jangan sedih kita bakal temenin lagi besok-besok, bye," ucap Nila narsis melambaikan tangan dan pergi meninggalkan mereka.


"Adik lo parah sih Nick, tapi gapapa sih malah gue salut peduli nya begitu besar pada Ara," pandangan nya masih melekat tertuju pada kedua wanita yang berjalan pergi.

__ADS_1


"Sudah lanjut makan tidak usah banyak bicara," tegur Nick tidak mempedulikan omongan geri.


"Dasar aneh buang jauh kebiasaan lo Nick. Gue puji adik lo bukannya terima kasih malah kayak gini."


Nick tidak menghiraukan dan terus memakan makanan nya. Tak lama ia beranjak setelah menghabiskan makanannya.


"Gue duluan ada kerjaan di kantor."


"Tunggu, gue ikut Nick," suara berat Alex berdiri mengikuti Nick.


"Ayo."


"Hei tunggu gue ikut tega amat sih kalian tinggalin gue disini sendiri," Geri bangkit dan berlari mengejar kedua sahabat nya.


...----------------...


Ara masih saja memasang wajah cemberut nya pada Nila, tapi tidak dengan Nila wanita itu terlihat biasa tidak merasa salah dengan apa yang di lakukan, bahkan ia merasa yang dilakukan pada Ara benar.


Di dalam kelas Ara memangku dagu nya, pandangan lekat tertuju di papan tulis, bahkan ia sangat malas melakukan apapun selain diam.


Nila menyadari itu seolah tidak tau, sejak tadi ia tau sahabat nya sedang ngambek padanya.


"Aku juga mau es krim Nila beliin ya nanti," dengan senyuman mengembangkan dalam hitungan detik ia melupakan ngambek nya pada Nila.


"Gak jadi ngambek nih cerita nya?" goda Nila senyum jahil menatap Ara.


"Siapa yang ngambek? aku gak ngambek tadi tuh hanya lagi malas bicara, bibir gak mau bergerak padahal aku udah coba," kata Ara dengan wajah menyakinkan.


"Wah... benarkah seperti itu? gue baru dengar hal semacam itu, terdengar aneh tapi ini memang nyata dengan mendengar kata es krim mendadak bibir gak kaku lagi, amazing Ara."


"Hmmm Nila benar itu benar-benar amazing, ya sudah kita fokus dengan kuliah sekarang nanti pulang baru beli es krim."


"Ya, ya, ya terserah kau saja," pasrah Nila menurut.


"Dasar, dengar yang manis saja cepat," batin Nila tersenyum menggeleng kepala dengan kelakuan sahabat nya.

__ADS_1


Tak terasa dosen mengakhiri kelas dan pergi meninggalkan kelas semua mahasiswa menarik nafas lega bersorak terbebas dari dosen yang terkenal sangat galak tidak main-main menghukum jika sedikit melakukan kesalahan.


Ara tidak sabaran lagi menarik tangan Nila keluar dari kelas.


"Cepat Nila kita beli es krim keburu kakak jemput nanti gak jadi makan," tangan nya terus menarik Nila.


"Astaga Ara lo gak sabaran banget sih, lagian penjual es krim gak bakal kemana-mana, tenang lah jangan seperti ini," Nila menggeleng kepala dengan Ara yang tidak sabaran.


Bahkan sikap nya ini membuat pandangan mahasiswa/i kampus di dekat mereka tertuju pada Ara.


"No Nila, bagaimana kalau es krim nya habis? jadi ayo cepat."


"Ya, ya, ya."


Tiba di supermarket sebelah kampus Ara langsung berlari cepat menuju freezer box. Tanpa membuang waktu lagi ia memilih es krim yang di inginkan yaitu es krim rasa coklat.


Ada dua rasa yang di sukai, tapi yang sangat di minati adalah rasa coklat ketimbang rasa strawberry.


Ara mengambil dua es krim rasa coklat dan berlari menghampiri Nila.


"Makasih Nila, yuk pergi," ajak Ara berlalu meninggalkan Nila dengan tangan memengang es krim yang utuh di tangan kiri dan tangan kanan menjilati es krim ke mulut.


Nila hanya mampu menggeleng kepala melihat kelakuan Ara.


"Kakak..." teriak Ara berlari melihat kakak nya sudah datang berdiri di dekat mobil nya.


"Adik kesayangan kakak sudah datang, dari mana? Kakak sudah tunggu sejak tadi, dan ini apa? kenapa makan es krim? bukan nya sudah kakak larang jangan makan es krim lagi kenapa tetap di makan?" dengan wajah galak suara tegas pandangan Yanto melekat menatap sang adik.


"Maaf Kak, aku pengen makan. Tapi ini kemauan ku bukan salah Nila, jangan marah pada Nila ya," bujuk Ara di sudut bibir sudah penuh dengan sisa es krim yang belepotan.


"Baiklah Kakak tidak akan marah, tapi lain kali gak boleh dan sini es krim nya cukup satu saja gak boleh lagi."


"Tapi aku masih mau Kak, boleh ya kali ini saja janji gak lagi, tapi kalau lupa gak jadi janji."


Yanto mengacak rambut sang adik yang selalu bisa membuat nya tak marah lagi, selalu mampu membuat nya tersenyum dan selalu mampu membuat nya kembali semangat dalam keadaan apapun.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2