Wanita Kesayangan CEO Dingin

Wanita Kesayangan CEO Dingin
Bab 34: Bersolo ria dengan adik kecil


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Seharian Nick setia menemani Ara, ia hanya akan keluar mengambil makanan delivery di depan pintu apartemen.


Nick sangat menjaga Ara, tidak sekali membiarkan Ara melakukan apapun. Semua ia lakukan sendiri.


Ara tidak bisa menyesuaikan diri dengan semua sikap Nick memperlakukan nya. Tapi entah kenapa ia nyaman berada di dekat Nick.


Lintasan masa lalu perlahan muncul di benaknya. Wajah Nick sama persis dengan kilasan masa lalu di benaknya.


Kehidupan Ara selama 5 tahun penuh luka benar-benar sangat menyiksa dirinya, hingga menutup rapat kenangan indah masa lalu dengan kenangan masa sulam nya.


Tapi dengan kehadiran Nick di dekat nya sedikit membantu membuka kenangan yang sudah ia tutup rapat.


"Aku membawa makanan untuk mu, makan lah yang banyak. Aku memesan semua makanan kesukaan mu," senyum Nick meletakkan makanan mengatur rapi di meja makan.


"Terimakasih," Ara membalas senyuman Nick kemudian menatap makanan yang tertata rapi di meja.


Semua makanan terlihat lezat, mata Ara berbinar melihat itu, tanpa sadar tangan nya sudah bergerak mengambil makanan menggiurkan.


Nick senang melihat sikap Ara seperti ini tidak malu-malu yang ada malu-maluin jika sudah berkaitan makanan.


Perilaku Ara yang dulu sedikit sudah terlihat dan itu membuat nya puas. Ia yakin secepatnya dapat mengembalikan Ara seperti dulu, Ara yang ceria.


"Pelan-pelan sayang, gak ada yang ambil makanan kamu. Aku pesan ini khusus untuk kamu," ucap Nick senyum tipis menggeleng kepala melihat tingkah Ara yang sangat lucu saat sedang makan.


"Kakak serius? semua untuk ku?" tanya Ara tidak percaya pria di depan nya begitu niat memesan untuk nya.


"Iya, aku serius sayang. Jadi makanlah tidak perlu buru-buru tidak akan ada juga yang mengambil nya. Jika masih kurang katakan padaku, aku akan memesan lagi," serius Nick akan melakukan apapun untuk Ara nya.


"Tidak, aku rasa semua ini sudah cukup. Terima kasih, tapi bagaimana dengan Kak Vava? apa dia akan enak seperti ku juga?" Ara kepikiran pada Vava, wanita yang sudah menjaga nya selama ini dari kejam nya dunia.


"Jangan khawatir, dia akan makan enak juga. Aku akan meminta pada sopir untuk mengantar makanan ke rumahnya, sahut Nick salut pada Ara dengan keadaan seperti ini masih bisa memikirkan orang lain.

__ADS_1


"Apa tidak di ajak saja Kak Vava ke sini?"


"Tidak sayang, lain kali saja. Sekarang selesaikan makanan mu, lalu istirahat."


"Iya," patuh Ara tidak berani membantah.


Nick terdiam sejenak memandang Ara yang kembali fokus pada makanan.


"Maafkan aku sayang, saat ini aku tidak bisa membawa mu bertemu keluarga mu, aku ingin kamu sembuh total dulu. Sekarang aku hanya ingin bersama mu berdua tanpa ada pengganggu," batin nya sedikit merasa bersalah, tapi sedikit egois tidak salah menurut nya, karena semua di lakukan untuk Ara.


"Kak, apakah kita akan menghabiskan waktu di sini?" tanya Ara buka suara setelah lama menciptakan keheningan di ruangan ini.


"Kenapa? kamu bosan? apa ingin jalan-jalan?" Nick bukan menjawab malah balik bertanya.


"Tidak, aku hanya tanya. Aku senang berada di sini, aku tidak ingin kemana-mana lagi, apa boleh?"


"Tentu boleh sayang, apapun itu akan aku turuti."


"Terima kasih Kak," senyum Ara bahagia.


Nick menemani Ara berbaring di ranjang yang sama dengan posisi tubuh kedua sangat dekat. Bahkan hembusan nafas Ara terdengar jelas di telinga Nick.


Dia bahkan melihat jelas wajah Ara. Kedua nya saling berhadapan, saat Ara ingin memutuskan tatapan nya Nick mencegah nya.


"Kenapa? aku ingin melihat lebih lama wajah calon istri ku. Apa kamu tidak merindukan ku? hingga tidak ingin menatap ku?" Nick menatap dengan penuh cinta pada Ara.


Wajah nya semakin mendekat pada wajah Ara, perlahan hingga Ara menjadi gugup melihat wajah Nick kini tanpa jarak lagi.


Bahkan hidung kedua saling bersentuhan. Ara yang tidak tau keadaan seperti apa yang terjadi diam dan menutup mata.


Cup.


Bibir Nick sempurna mendarat pada bibir Ara dengan lembut. Ia meng****p benda kenyal tak berisi dengan lembut, tidak mendapat perlawanan, ia menerobos masuk lebih dalam.


Ara tidak menghentikan Nick, entah dorongan dari mana ia malah menyukai dan menikmati.

__ADS_1


Menyadari Ara menikmati, Nick memberi sensasi di mana Ara tidak bisa melupakan dan terus menginginkan nya.


Lidah nya menelusuri bermain atas bawa hingga tubuh nya merasakan desiran aneh. Tangan Nick bergerak liar masuk di balik baju Ara.


Dorongan setan apa memberanikan diri membuka B** Ara. kedua tangan meremas kuat buah d*** penuh gairah.


"Akhhhh," Ara tidak bisa menahan dan terus terusan mend***h hingga menambah gairah Nick memuncak.


Bibir nya perlahan turun di tengkuk leher meng****p rakus memberi banyak tanda kepemilikan. Satu tangan melepaskan genggaman buah semangka dan membuka pakaian yang di kenakan Ara membuang sembarang arah setelah berhasil di buka.


Nick bahkan menj****i dengan rakus setiap inci tubuh Ara. Sentuhan itu membuat nya seperti terkena seggatan listrik. Ia merasa sensasi yang luar biasa gejolak aneh menginginkan lebih dari sentuhan.


Pemanasan yang cukup lama, tubuh kedua sudah benar-benar polos tanpa sehelai benang.


"Akhhhh," Ara merasa sakit saat sesuatu mencoba masuk di area sen***** nya.


Nick seakan di buat tuli. Jarinya senang bermain di dalam seperti permen masuk keluar dan Ara merasa puas dan nikmat luar biasa.


"Aku tidak tahan Kak... akhhh... "


"Keluarkan sayang jangan di tahan," suara Nick terdengar indah di telinga Ara.


Ara tidak mampu menahan akhirnya keluar dan Nick sudah siap menerima menelan dengan nikmat tanpa merasa jijik.


"Kak, apa yang Kakak lakukan? apa tidak jijik?" tanya Ara melihat apa yang di lakukan Nick.


"Tidak, ini sangat lezat, milik mu sangat nikmat," jawab Nick tersenyum.


"Istirahat lah, aku membersihkan diri sebentar," lanjut Nya bangkit meninggalkan Ara menuju kamar mandi.


Nick berendam di Bathtup dengan air hangat bersolo ria menenangkan adik kecil nya. Ia tidak ingin melakukan sekarang, ia akan sabar sebentar meski perbuatannya sedikit menyiksa nya, asal Ara merasa puas.


"Bersabarlah adik kecil kau akan masuk di sarang mu jadi bertahan lah sebentar, hingga pemilik sarang mu membaik baru ku resmi kan dulu, setelah itu baru kau bisa masuk bobol," ucap nya seraya mengelus adik kecilnya memberi pengertian seolah mengerti dengan yang di jelaskan.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2