
π»H 4 P P Y R 3 4 D I N Gπ»
πΉβ¨πβ¨πΉ
Lama berciuman, Nick melepaskan melihat Ara sudah mulai kehabisan nafas.
Nafas Ara ngos-ngosan ulah Nick yang memperdalam ciuman dan berombak isi dalam.
"Apa Kakak sengaja ingin membunuh ku?" Nafas Ara masih tidak beraturan dan tatapannya terlihat kesal pada pria di depan nya.
"Kata siapa aku ingin membunuh mu?" tanya Nick menatap Ara yang sangat lucu dengan wajah kesal nya itu.
"Kakak mencium ku, dan aku hampir saja kehabisan nafas, bagaimana kalau aku ben-"
Cup.
"Tidak akan terjadi apapun padamu, aku tidak akan membiarkan itu," ucap Nick cepat memotong perkataan Ara.
"Kenapa Kak Nick mencium ku?"
"Entahlah aku sendiri tidak tau, mendadak aku ingin mencium mu saja," jawab Nick santai dan tersenyum menatap Ara.
"Tapi itu ciuman pertama ku."
"Aku juga ini ciuman pertama ku."
"Lalu? kenapa mencium ku?"
"Aku hanya ingin kamu bukan yang lain," Nick meraih tangan Ara dan menatap serius wajah nya sangat dalam.
Ara terdiam mulut nya terasa kaku bingung harus mengatakan apa. Tatapan Nick membuat nya sangat gugup, jantung berdebar tak karuan.
"Apa kamu mau menjadi kekasih ku?" serius Nick menatap dalam wajah Ara.
"Aku? kakak sedang becanda kan?" Ara tidak percaya dan malah tersenyum.
"Apa wajah ku terlihat becanda? aku serius mengatakan ini, apa kamu mau menjadi kekasih ku Ara?" Nick mengulangi lagi perkataan nya lagi.
"Aku... " Ara bingung menjawab apa, ia tidak tau dengan perasaan nya, tapi ia merasa nyaman dengan Nick. Semenjak pertemuan di restoran saat itu.
Jantung nya juga suka berdebar kencang saat bersama Nick, bahkan ia akan terasa gugup jika Nick menatap dalam padanya.
__ADS_1
"Katakan saja aku siap menerima apapun jawaban mu," ucap Nick meski perkataan nya ini sangat berat untuk nya, bagaimana kalau Ara menolak, tapi ia juga harus bisa terima semua keputusan Ara, ia tidak boleh egois.
"Aku tidak tau Kak, tapi setiap di dekat kakak jantung ku berdebar seperti sedang lari maraton, apa aku sakit? dan aku juga sering merasa gugup jika Kakak menatap ku sangat dalam," terang Ara jujur mengatakan apa yang di rasakan.
Nick tersenyum akan kejujuran Ara, tanpa ia sadari Ara pun sama memiliki perasaan padanya, tapi ia tidak tau perasaan apa itu.
"Itu namanya cinta, kamu juga mencintaiku," kata Nick bahagia dan Ara ikut tersenyum.
"Benarkah, aku cinta sama Kak Nick? tapi kenapa aku tidak tau hal itu?"
"Itu karena kamu sangat polos sayang," ucapnya dalam hati senyuman tak juga hilang dari wajah nya.
"Lupakan saja, sekarang kamu sudah resmi menjadi kekasih ku, kita akan jalani semua bersama-sama dalam susah maupun senang," kata Nick mengelus tangan Ara berjanji akan menjaga Ara.
πππ
Setiba di mansion barang belanjaan Ara di bawa masuk oleh art ke dalam.
Ketiga kakak nya sepertinya belum pulang dan Nick tidak bisa berlama-lama di sini, ia harus segera balik.
"Aku pulang dulu kamu istirahat di dalam, ingat jangan banyak makan cemilan nya itu tidak baik untuk kesehatan nanti kamu bisa sakit," pesan Nick, lalu mencium kening Ara dan masuk ke dalam mobil pergi meninggalkan mansion Ara.
Dia tidak terlalu memikirkan perkataan Nick di mobil, ia sekarang begitu tidak sabar mencicipi semua snack nya mumpung ketiga bodyguard tampan belum datang.
"Bi, berikan 1 plastik padaku," minta Ara mengambil dan membawa pergi meninggalkan art nya.
Ara menjatuhkan bokong di sofa dan mulai mengeluarkan semua barang belanjaan di samping sofa duduk nya.
Banyak snack berserakan semua sesuai selera nya dengan rasa coklat, bahkan Ara sendiri bingung ingin makan yang mana lebih dulu.
Semua snack membuat nya berselera dan rasanya ia ingin menghabiskan dalam satu suapan tanpa harus bingung memilih.
"Aku benar-benar akan puas hari ini," ucap Ara dengan mata berbinar-binar melihat snack nya.
"Tapi mana yang harus ku coba semua enak, kenapa aku harus berada di posisi seperti ini? huh... menyebalkan," ucap Ara kesal sendiri pada dirinya yang bingung akan memulai makan yang mana.
Dirinya lah yang membuat diri sendiri pusing, Ara diam sejenak dengan wajah cemberut memikirkan dengan tangan memangku dagu.
Lama terdiam sejenak Ara memutuskan untuk membuka semua snack dan meletakkan di meja.
Lalu ia memasukkan satu persatu isi snack ke dalam mulut mencoba bagaimana rasa semua cemilan yang di beli.
__ADS_1
"Hmmm... enak, aku tidak menyangka rasanya akan selezat ini," Ara mencicipi dan menjilat tangan nya di penuhi bumbu dari isi snack yang di makan.
Ara kembali makan menghabiskan snack nya tanpa tersisa, ia memakan sambil menonton siaran TV yang sengaja ia hidup kan untuk menemani nya di ruang keluarga.
Saking kenyang Ara tertidur, sampai bungkusan cemilan nya berserakan di lantai.
Bahkan TV yang tadi ia tonton menjadi menonton balik nya.
Yanto tiba di mansion dan betapa terkejut nya ia melihat banyak sampah berserakan di lantai ruang keluarga, TV menyala dengan volume sedang.
Di sofa seorang gadis cantik tertidur dengan kedua tangan terlentang tak ada sandaran bantal di kepala, bahkan bantal sofa tergeletak sembarang tempat
"Astaga bagaimana bisa seperti ini?" Yanto benar-benar terkejut dengan apa yang dilihat, ruangan ini sudah seperti kapal pecah.
Ia berjalan mendekati sofa tempat Ara tertidur.
"Cemilan sebanyak ini siapa yang memberikan, dasar gadis nakal pesan ku tak pernah di dengar," mata nya menelusuri lantai ruang keluarga yang berantakan di buat Ara.
"Bibi," panggil Yanto berjalan sedikit menjauh dari Ara.
"Iya Tuan," sahut salah satu Art menghampiri majikan nya.
"Dari mana Ara mendapatkan cemilan sebanyak ini?" tanya Yanto menatap serius art nya.
"Saya tidak tau Tuan, tapi pas pulang Nona Ara sudah membawa banyak cemilan, bahkan tadi Nona pulang di antar pria tampan seperti nya pria itu orang berada usianya di atas Nona Ara," jawab nya pada majikan nya.
"Pria? siapa? bibi tau siapa dia?"
"Tidak Tuan, bibi tidak tau. Pria itu seperti nya baru sekali antar Nona Ara ke sini. Dan Nona Ara terlihat sangat bahagia."
"Ya sudah bibi lanjutkan kerja nya."
Yanto kembali ke ruang keluarga menghampiri Ara, lalu ia menggendong Ara membawa masuk ke dalam kamar.
Setelah meletakkan di bawah kasur, ia menutup tubuh Ara dengan selimut merapikan anak rambut dan terakhir mengecup kening Ara meninggalkan kamar.
"Siapa pria itu? dan cemilan sebanyak ini? apa dia sadar semua tidak baik untuk kesehatan Ara," geram Yanto kesal melihat di lemari dapur banyak snack yang tersusun rapi.
...Bα΄Κsα΄α΄Κα΄Ι΄Ι’......
...β¨____________ πΌπΌ_______________β¨...
__ADS_1