
π»H 4 P P Y R 3 4 D I N Gπ»
πΉβ¨πβ¨πΉ
Tanpa di sadari kedatangan mereka di restoran sejak tadi ada seseorang yang memperhatikan mereka.
Tatapan tajam sangat dalam pada seseorang di antara 3 orang tersebut. Tidak di pungkiri sudah lama tidak melihat seseorang di sana secara langsung setelah lama kabur dari kediaman nya.
Seseorang yang menatap intens ketiga orang tersebut hanya berdiam diri di kursinya tanpa berniat menghampiri mereka. Entah apa yang akan di perbuat nya sekarang senyuman terus di perlihatkan dengan tatapan tak bisa di artikan.
Nila terus mengajak Dirli berbincang berbeda dengan Ara perasaan nya menjadi tak tenang. Ia merasa sedang di perhatikan seseorang saat ini.
Dan seketika pandangan nya tertuju tepat pada sosok yang sangat ia kenali duduk tidak jauh dari meja nya, dan tatapan lekat seakan ingin menghabisi nya.
Tubuh seketika bergetar, kaki terasa kaku untuk bergerak. Lari? itu tidak bisa ia lakukan sekarang, ingatan masa lalu seketika hadir memenuhi otaknya.
Perasaan nya menjadi tak karuan, jantung terasa hampir copot. Seseorang tersebut berjalan mendekati meja nya.
"Ara kau di sini? sudah lama kita tidak berjumpa, bagaimana keadaan mu dan kedua kakak mu? Daddy sangat merindukan kalian, kenapa tidak mengunjungi Daddy? kalian tidak menyayangi Daddy lagi?" tanya nya santai seolah seorang ayah yang sangat merindukan sang anak.
Ara bergeming tidak mengatakan apapun, seketika membisu dengan kehadiran pria tersebut di depan nya.
Nila menyadari sahabat terdiam dengan tubuh gemetar menjadi bingung ada apa sebenarnya.
"Ara kau tidak apa-apa?" cemas Nila melihat keadaan Ara.
"Maaf kalian siapa nya Ara? apa temannya?" tanya pria tersebut menatap bergantian pada Dirli dan Nila.
"Iya kita teman nya Ara. Bapak sendiri siapa nya Ara?" jawab Nila.
Meski ia secara jelas mendengar perkataan pria tersebut mengatakan ia adalah Daddy Ara, tetap saja harus di pastikan lagi.
__ADS_1
Kedatangan pria tersebut membuat Ara seperti patung hidup tak memberi reaksi atau lainnya. Hanya ada tubuh nya terus gemetar hebat dengan tatapan mata sulit di artikan pada pria tersebut.
Jika benar pria di depan nya Daddy tidak mungkin reaksi Ara seperti ini. Apalagi dari apa yang di dengar sudah lama tidak berjumpa, tentu pertama kali berjumpa akan berpelukan melepas kerinduan. Bukan reaksi yang aneh seperti ini.
"Saya Daddy nya Ara," jawab nya dengan senyuman tak lepas dari wajahnya terus menampilkan senyum ramah.
"Apa boleh saya mengajak Ara pergi? sudah lama saya tidak berjumpa dengan nya, itu juga jika kalian tidak keberatan," sambung nya lagi penuh harap.
"Kami tidak keberatan, Om Daddy Ara tentu bisa," sahut Nila meski merasa aneh ia tidak bisa melakukan apapun, karena pria tersebut adalah Daddy Ara yang berarti memiliki hak penuh.
"Terimakasih pengertian nya. Ara ayo ikut Daddy kita akan rumah, Daddy yakin Ara akan suka nanti," ajak nya lembut menatap putri nya.
"Tidak! aku tidak mau ikut Daddy! pergilah ku mohon, jangan sakiti aku," Ara bangkit dan berdiri menjauh dari pria tersebut.
"Ara apa yang katakan? kenapa berbicara seperti ini? apa ini yang di ajarkan kedua kakak mu? sejak kapan Daddy menyakiti mu? Daddy sangat menyayangi mu melebihi apapun, jadi hentikan semua ini dan ikut Daddy sekarang," seru pria tersebut mendekati Ara menggenggam tangan Ara.
"Lepaskan! aku tidak mau ikut Daddy, aku mau bersama Kakak," berontak Ara, semua mata pengunjung tertuju lekat pada mereka. Bahkan keributan itu di buat siaran langsung di IG.
"Om lepaskan, Om menyakiti Ara," cegah Nila melihat kasar nya pria tersebut menarik paksa Ara.
"Kami tau itu, jika Om ingin membawa Ara jangan seperti ini, jika dia tidak mau itu hak nya jangan malah menyakiti nya."
"Hai anak muda, sudah saya peringatkan tutup mulutmu jangan ikut campur atau kau kena imbasnya," ancam pria tersebut tidak main-main, sorot mata yang tajam siap menerkam mangsa.
"Saya tidak takut, lepaskan Ara sekarang," Nila meraih tangan Ara melepaskan genggaman pria tersebut.
Brakk...
Dengan satu dorongan kuat ia mendorong Nila hingga terjatuh dan kepala nya terbentur meja hingga mengeluarkan darah.
"Itu akibatnya sudah ikut campur. Ara ayo ikut Daddy atau kau mau melihat yang lebih parah lagi dari ini?" ancam nya serius tidak segan menyakiti siapapun yang menghalangi nya.
__ADS_1
"Hentikan! Sudah cukup semua ini! sekarang lepaskan Ara atau Bapak akan saya tuntut sudah melakukan kekerasan pada anak sendiri dan juga tindakan kriminal sudah mencelakai teman saya Nila hingga terluka," tegas Dirli menghentikan kegilaan mereka. Tadi nya ia ingin menengahi mereka, tapi ia bingung dengan situasi dan keadaan seperti apa yang terjadi, hingga lama-kelamaan ia mengerti sekarang.
Pria di depan nya seperti memberi banyak luka pada Ara, hingga wanita itu enggan ikut bersama nya dan lebih memilih tinggal bersama kakaknya.
Bahkan ia juga melihat betapa takut dari raut wajah Ara saat pria tersebut hadir, tubuh Ara terus gemetar. Semua tentu di sadari Dirli.
"Anak muda kau pikir saya takut sama ancaman mu itu? tidak. Silakan lakukan saja," seru nya tidak peduli, ia menarik paksa Ara pergi dari restoran.
"Daddy lepaskan, aku tidak ingin ikut," rasa takut yang besar membuat Ara tak bisa menahan lagi hingga air mata lolos begitu saja.
Dirli ingin mengejar Ara, tapi ia tidak tega meninggalkan Nila yang terluka apalagi jidat nya berdarah.
"Diam! kau pikir akan terbebas setelah berhasil kabur dengan kedua kakakmu itu? jangan mimpi! selagi saya hidup kau tidak akan saya biarkan hidup bahagia."
πππ
Betapa terkejut Yanto mengetahui keributan yang terjadi di restoran pada siaran langsung IG seorang pengunjung yang berada di sana. Pria yang sudah lama mereka hindari dengan muda menemukan Ara dan kini sudah berhasil membawa pergi.
Amarah Yanto begitu terlihat jelas, kedua tangan di kepal kuat mengingat penderitaan adiknya selama berada di mansion neraka itu.
"Apa kau sudah mengetahui yang terjadi pada Ara hari ini?" dengan nafas tergesa-gesa Yudha berlari mendapat kabar tentang Ara langsung menghampiri Yanto.
"Dia kembali lagi, apa maunya? apa belum cukup penderitaan Ara yang diberikannya itu? jika terjadi sesuatu pada Ara hari ini aku bersumpah akan membalas nya meski dia Daddy ku," marah Yanto dengan amarah besar pada Daddy nya.
"Aku juga, tapi sekarang sudah tidak ada waktu untuk berbicara lagi, kita harus mencari Ara. Aku takut Ara di bawa pergi dari Negara ini," ucap Yudha khawatir mengingat betapa nekat nya pria tersebut.
"Kau benar dia tidak akan membiarkan Ara selamat lagi," rasa khawatir kini membuat Yanto takut kehilangan Ara.
Ingatan nya di masa lalu di saat Daddy nya ingin membunuh Ara membuat nya meneteskan air mata tanpa di sadari.
"Maafkan Kakak Ara, Kakak tidak bisa melindungi mu," sesal Yanto dalam hati menangis merasa tak berguna menjadi seorang kakak.
__ADS_1
...Bα΄Κsα΄α΄Κα΄Ι΄Ι’......
...β¨____________ πΌπΌ_______________β¨...