
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Niatnya ingin mengistirahatkan diri sejenak, Ara malah tertidur pulas, tanpa terganggu. Nila yang baru keluar, melihat keberadaan sahabatnya sekarang sudah masuk ke alam mimpi hanya bisa menggeleng kepala.
Dia tau sahabatnya itu sangat cepat tertidur, maka dari itu ia tidak kaget lagi jika melihat Ara seperti ini.
"Dasar kebo, katanya istirahat sejenak taunya keblas-blasan," ucap Nila, lalu beranjak pergi meninggalkan Ara menuju dapur menghampiri Mama tercinta.
"Mama lagi masak apa?" tanya Nila tiba di dekat sang Mama, memperhatikan.
"Teman kamu mana? kok di tinggal sendiri gak sopan Nila," tegur Mama Nila merasa putri nya kurang sopan.
"Bukan di tinggal Ma, Ara lagi tidur jadi Nila ke sini," sahut Nila tidak terima di kata kurang sopan.
"Oh, ya sudah sekarang bantu Mama siapkan Makan di meja, Papa bentar lagi pulang."
"Kak Nick gak pulang?" tanya Nila menatap Mama nya.
"Sepertinya tidak. Cepat letakkan di meja jangan banyak tanya lagi," suara tegas nya yang sudah mulai malas meladeni pertanyaan putri nya tidak henti.
"Mama kok ngegas sih, kan Nila cuman nanya," kesal Nila meski begitu ia menuruti perintah Mama nya memindahkan makanan yang sudah jadi ke meja makan.
"Setelah itu bangunin teman kamu kita makan bersama," ucap nya tidak menghiraukan kekesalan putri nya karena itu sudah biasa menurutnya.
...----------------...
Pertemuan kerja sama Nick dengan perusahaan Y. A Smith group berjalan lancar. Dan kini ia berada di mobil melaju pulang ke rumah.
Hari yang cukup melelahkan untuk nya, memutuskan tidak kembali lagi ke kantor, kerjaan di kantor memang sudah tidak ada Nick mengendarai mobil sendiri dan sekretaris nya pulang menggunakan taksi.
Tak menunggu lama, mobil nya kini tiba di depan mansion. Ia segera turun masuk ke dalam.
Nick masuk dengan pakaian rapi, tentu jas berwarna biru dongker membuat nya terlihat tampan dan siapapun yang melihat nya akan terpanah.
"Sudah pulang sayang?" Mama Rita melihat kehadiran sang putra nya.
"Iya Mam, aku ke atas dulu," pamit Nick menaiki anak tangga menuju kamar nya.
__ADS_1
Saat melewati kamar Nila, ia mendengar suara berisik di dalam. Dan ia mengenal suara tersebut tapi terus melangkah pergi tidak peduli.
"Nila, aku masih ngantuk biarkan aku tidur 5 menit lagi, nanti aku akan bangun sendiri," dengan suara serak Ara malas membuka mata.
Tidur nya masih belum puas, ia ingin tidur lebih lama dan Nila tidak membiarkan itu.
"No, Ara kau selalu berkata seperti itu, tapi hasil akhir 5 menit yang kau janjikan akan menjadi 1 jam, jadi bangun lah sekarang Mommy ku sudah menunggu di bawah untuk makan bersama. Jangan sampai aku di semprot lagi karena kau yang tidur seperti Kebo," tolak Nila memaksa Ara untuk segera bangun.
"Menyebalkan, aku ingin pulang ke rumah saja," Ara dengan berat hati membuka mata bangun dari ranjang menghentakkan kaki kesal pada Nila.
Namun bukan merasa bersalah, Nila merasa lucu dengan tingkah Ara.
"Kau sangat mengemaskan Ara," goda Nila gemas melihat wajah kesal Ara.
"Nila aku benar-benar kesal pada mu, aku ngambek pokoknya sama kamu," ucap Ara lalu pergi meninggalkan Nila yang menertawai.
"Hahaha... Ara kau sangat lucu, kau sangat manis baby. Aku menyukai mu," goda Nila tertawa berlari mengejar Ara yang sudah lebih di depan.
"Ara sayang kau tambah cantik kalau seperti ini," jahil Nila melihat wajah cemberut Ara duduk di kursi meja makan.
"Hei ada apa nih? Nila kamu apain Ara sampai seperti ini?" tanya Mama Rita.
Ara tidak mengatakan apapun, ia benar-benar sebal.
Nick yang baru selesai membersihkan diri segera turun bergabung ke bawah, meski tadi sudah makan bersama rekan kerja nya, entah kenapa ia ingin ikut bergabung saja.
Dari anak tangga ia dapat melihat wajah seorang wanita cemberut dan satu wanita lagi di samping nya terus menggoda.
"Nila hentikan aku benar-benar lagi ngambek, aku gak mau bicara sama kamu," ucap Ara yang semakin di buat kesal sama Nila.
"Dasar aneh, ngambek kok bilang-bilang," ucap Nick dalam hati senyuman begitu tipis hingga tidak ada bisa melihat nya.
"Nick kau sudah turun, kemari lah ayo duduk," ucap Mama Rita melihat kedatangan Nick di belakang Ara.
Mendengar nama Nick, Ara menjadi gugup ia masih takut pada Nick pria yang menghukum nya hingga pingsan. Ia tidak tau jika Nick sudah pulang.
"Ara kau kenapa?" Nila menyadari perubahan wajah Ara yang cemas saat Mama nya menyebut nama Nick.
"Tidak, aku baik-baik saja," Ara berusaha tenang menutup perasaan takut nya.
__ADS_1
Nick tidak tau kalau Ara masih takut padanya perihal hukuman 1 bulan yang lalu, ia bahkan sudah melupakan peristiwa tersebut.
Tapi ternyata tidak dengan Ara, wanita itu tidak melupakan nya bahkan ingatan nya sangat tajam.
Ara mencoba tidak takut duduk nya dengan Nick bersampingan dan Nick dapat menyadari jika wanita di samping nya ketakutan.
"Ada apa dengan nya?" batin Nick melirik Ara yang terus tertunduk.
Tapi ia tidak ingin terlalu ambil pusing memikirkan gadis di samping nya, Ia hanya memikirkan mungkin Ara gugup berdekatan dengan nya tidak ada lagi yang ia simpulkan selain itu.
Mereka menikmati makan dengan tenang setelah kedatangan Papa nya Nick, tidak ada suara percakapan apapun.
Lagi dan lagi hingga selesai makan Ara tidak berani menoleh ke samping nya tempat Nick duduk, makan nya sangat lambat seperti anak kecil. Memang pantas di anggap anak kecil oleh kedua kakaknya, bukan.
Selesai makan mereka duduk santai di ruang keluarga. Papa nya Nick bernama Rio sangat jarang berada di rumah karena sering ke luar kota untuk urusan kerjaan.
"Son, bagaimana kuliah kamu lancar?" tanya Papa Rio menatap putra nya.
"Lancar Pa sekarang lagi nyusun skripsi," sahut Nick.
"Perusahaan kamu gimana? apa ada kendala?"
"Sejauh ini aman Pa gak ada masalah, sekarang aku lagi jalani kerja sama dengan perusahaan Y. A. Smith Group."
"Y.A Smith Group?" ucap Nila mengulang perkataan Nick.
"Iya, emang kenapa?" tanya Nick bingung melihat wajah sang adik seperti kaget mendengar nama perusahaan tersebut.
"Ada apa Nila apa kau kenal?" tanya Papa Rio juga penasaran.
"Ara kau memiliki marga Smith, bukan? apa perusahaan yang sedang bekerja sama dengan kak Nick adalah perusahaan kakak mu?" Nila melihat Ara yang tadi menunduk jadi melihat nya.
"Aku tidak tau Nila, tapi memang betul Marga Smith adalah Marga keluarga ku," jawab Ara jujur tidak mengetahui apapun tentang kerjaan Kakak nya.
Yang ia ketahui Kakak nya bekerja mencari uang untuk diri nya agar terjamin itu saja.
"What!" pekik Nila benar-benar gemas dengan jawaban Ara yang menurut nya tidak mau tau tentang keluarga nya sendiri.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...