
π»H 4 P P Y R 3 4 D I N Gπ»
πΉβ¨πβ¨πΉ
Ara sudah lebih merasa segar dan wajah nya terlihat ceria dan Nick terus melihat Ara yang duduk di kursi meja rias menatap wajah nya sendiri.
Nick beranjak pergi mendekati Ara hingga tiba di belakang wanita nya.
"Aku suka harum kamu sayang," Nick mencium dalam aroma tubuh Ara yang membuat nya suka.
"Geli Kak," protes Ara. Nick sedikit berjongkok bersembunyi di tengkuk leher belakang Ara.
"Tapi aku menyukai sayang, aku tidak bisa jauh dari mu."
"Aku juga, aku sangat nyaman berada di dekat kakak, bahkan jantung ku selalu berdebar kencang di dekat Kakak," ucap Ara polos dan Nick mendengar itu tersenyum.
Dia membalikkan tubuh Ara, dan berdiri dari kursi duduk menatap dirinya.
"Ara sayang jangan pernah kamu katakan hal seperti ini pada pria mana pun, cukup aku seorang nanti mereka akan salah paham, dan aku tidak ingin milik ku di ambil orang lain karena kepolosan mu. Jadi aku akan segera menikahi mu setelah aku lulus nanti," serius Nick wajah nya tidak terlihat sedang bercanda.
"Nikah?" ucap Ara sedikit kaget dengan apa yang baru di dengar.
"Iya, kamu mau kan nikah dengan ku?"
Ara terdiam tidak menyahut apapun, ia bingung harus menjawab apa. Jujur ia tidak pernah memikirkan hal itu.
Sepolos-polosnya Ara, ia tau namanya nikah. Kata nikah menurut nya adalah kehidupan antara kedua orang yang terikat untuk hidup bersama. Tapi keterikatan itu tidak abadi baginya.
"Sayang apa kamu tidak mau?" tanya Nick lagi melihat Ara terus diam.
"Maaf Kak, tapi bisakah kita pacaran saja?" Ara memberanikan mengatakan apa yang ada di otaknya.
"Why? apa kamu tidak suka menikah dengan ku?"
"Tidak, bukan seperti itu."
"Lalu kalau bukan kenapa tidak ingin menikah dengan ku?"
"Aku lebih suka seperti ini, tidak akan ada yang berubah jika menikah, bukan? menikah berarti harus hidup bersama selama nya, tapi itu tidak benar karena seseorang yang ingin selalu bersama nanti akan pergi," jawab Ara lirih menundukkan kepala.
Melihat Ara seperti ini dan jawaban tadi, Nick menangkap sesuatu jika wanita nya memiliki sesuatu yang ia ragukan dalam hidupnya.
"Jangan sedih, baiklah jika kamu mau tetap seperti ini aku tidak keberatan. Tapi jika suatu saat kamu berubah pikiran kasih tau, aku akan segera menikahi kamu," mengalah Nick dengan nada lembut, ia tidak ingin memaksa Ara.
Dia sadar ada sesuatu yang di takuti Ara akan pernikahan dan ia mengerti itu. Nick akan mencoba perlahan memberi pengertian pada Ara tanpa ia sadari nanti nya.
__ADS_1
"Terimakasih, ku rasa itu tidak perlu," senyum Ara menatap Nick.
"Sekarang ayo kita turun, yang lain pasti sudah pada nungguin," ajak Nick menggandeng Ara.
Dengan senang hati Ara mempersilahkan.
πππ
"Ara bagaimana keadaan mu? apa kau masih merasa sakit?" tanya Nila duduk di samping Ara.
"Tidak aku sudah lebih baik sekarang, bahkan aku sangat sehat karena Kak Nick mencium bibir ku," jawab Ara polos dan semua mata menatap Nick yang terlihat cuek dengan tatapan mereka.
"Astaga Ara kenapa harus kamu katakan pada mereka, kepolosan mu ini benar-benar membuat ku ingin mengurung mu di kamar," ucap Nick gemas pada Ara.
"Di mana saja Kak Nick mencium mu Ara?" tanya Nila.
"Tidak perlu menjawab Ara, apa kau tidak memiliki topik lain selain bertanya hal ini?" ketus Nick lalu menarik tangan Ara lembut pergi meninggalkan mereka.
"Kak mau bawa ke mana Ara? gue belum habis bertanya?" teriak Nila kesal dengan kelakuan sang Kakak membawa Ara pergi.
Mereka bangkit dan mengejar Nick bersama Ara.
"Kak kita mau kemana? apa tidak masalah meninggalkan mereka?" Ara kepikiran.
"Hmmm," mata Ara melihat sekeliling tempat sangat indah.
"Tempat ini sangat cantik, Kak Nick sudah berapa kali kemari?" Ara menoleh ke samping menatap Nick.
"Sama dengan Nila 5 kali," jawab Nick tangan nya menggengam erat tangan Ara.
"Oh, selain ke sini tempat mana saja yang sudah Kak Nick pergi?"
"Tidak banyak, hanya beberapa tempat sekitar 30-an tempat."
"30-an kakak bilang beberapa? Kak itu sangat banyak aku saja baru pertama ke tempat seindah ini."
"Benarkah?" dengan wajah kaget Nick menampilkan itu, sebenarnya ia sudah tau dari ketiga kakak Ara.
"Iya, Kakak terlalu sibuk mencari uang untuk ku, dan aku tidak mau memaksa Kakak untuk jalan-jalan," jawab Ara.
"Sudah jangan memikirkan itu lagi, aku akan membawa kemana pun yang kamu suka keliling dunia pun akun bersedia," kata Nick pada Ara.
"Kak Nick serius?" tanya Ara dengan wajah bahagia senyum lebar menghiasi wajahnya.
"Iya aku serius, tapi ada syaratnya," ucap Nick pada akhir perkataan nya.
__ADS_1
"Syarat? katakan Kak aku tidak keberatan aku akan melakukan itu asal bisa keliling dunia," antusias Ara tidak sabaran dan sangat senang.
"Menikahlah dengan ku, maka kita akan sepuasnya keliling dunia."
Perkataan Nick seketika menghilangkan senyuman manis Ara di wajahnya.
"Huftt, sepertinya akan sedikit susah membujuk nya," batin Nick menyadari perubahan wajah Ara.
"Sudah lupakan saja aku hanya becanda. Kita akan keliling dunia di waktu libur, oke," ucap nya lagi dan wajah Ara kembali ceria.
"Benar kah? terimakasih kak," senang Ara mencium kedua pipi Nick.
Cup.
Cup.
"Tak masalah jika seperti ini, asal kamu bahagia. Aku akan selalu menjaga mu," batin Nick ikut bahagia jika Ara bahagia.
πππ
Lama mereka keliling melihat pemandangan di dekat Vila, mereka memutuskan ke danau yang ada di dekat Vila tidak jauh dari tempat mereka berada sekarang.
Nick tidak sekali melepaskan genggaman nya pada Ara.
Nila melihat itu menggeleng kepala pasalnya baru kali ia ia melihat sang Kakak begitu perhatian, ia sebagai adiknya saja tidak pernah di perlakuan seperti itu.
Dia iri dengan Ara yang mendapat banyak perhatian dari orang, tapi itu tidak membuat nya membenci Ara. Ia sadar dan mengerti segala ini.
Jalan nya yang terus berbicara dengan otaknya hampir saja ia terjatuh jika tidak cepat di bantu Alex.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Alex.
"Gue tidak apa-apa Kak, makasih sudah menolong jika tidak gue bakal terjatuh dan mungkin jalan nanti seperti nenek-nenek," kata Nila dan tertawa sendiri dengan perkataan nya.
"Ya bisa seperti itu," ucap Alex dan Nila mendengar itu berhenti tertawa menatap Alex.
"Kenapa?" tanya Alex pada Nila.
"Tidak," singkat Nila berlalu pergi begitu saja meninggalkan Alex menyusul yang lain sudah berada di depan.
"Dasar aneh," ucap Alex tidak terlalu pikir kembali melajukan perjalanan nya.
...Bα΄Κsα΄α΄Κα΄Ι΄Ι’......
...β¨____________ πΌπΌ_______________β¨...
__ADS_1