Wanita Kesayangan CEO Dingin

Wanita Kesayangan CEO Dingin
Bab 13: Ini yang pertama


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


Nick tidak melepaskan gandengan tangan nya pada Ara, ia menggenggam erat kemanapun mereka pergi.


Ara tidak keberatan dengan semua ini, fokusnya hanya pada cemilan yang membuat nya ingin segera memakan semua jajan ringan sepertinya sangat enak.


Ara mengambil snack lalu menaruh di keranjang yang di pegang Nick.


"Kak Nick gak mau jajan? banyak loh yang enak di sini," senyum Ara sekilas menoleh Nick lalu kembali melihat rak cemilan di depan dengan berbagai rasa.


"Tidak, kamu saja," sahut Nick memang tidak suka dengan namanya cemilan.


"Hmmm, Kak ayo kita kesana sepertinya di sana banyak cemilan enak," tarik Ara semangat tidak sabar.


"Pelan-pelan Ara kamu bisa jatuh nanti," Nick menarik Ara kembali di dekatnya hingga tubuh wanita tersebut terbentur di dada bidang nya.


"Sakit Kak," keluh Ara meringis seraya mengusap jidatnya.


"Maaf, sini aku lihat," khawatir Nick langsung memeriksa jidat yang di kata Ara sakit.


Wajah mereka begitu dekat, bahkan Nick bisa mencium aroma harumnya rambut Ara, mata nya seketika menatap mata Ara, Ara jadi salah tingkah entah kenapa ia merasa jantung nya berdebar kencang.


Tatapan Nick kepada nya membuatnya gugup, tapi ia tidak tau ada apa hingga ia seperti ini.


"Sepertinya aku memang sudah jatuh cinta padanya, pria mana yang tidak jatuh cinta dengan wanita seperti mu Ara," batin Nick.


"Ada apa dengan ku? apa aku sakit? kenapa jantung nya berdetak lebih cepat?" batin Ara mulai cemas takut.


"Uhukk... ini supermarket kalau mau bermesraan cari tempat lain kasihan orang yang di sini berlalu lalang yang melihat nya," ucap Geri yang baru datang malah melihat kedua orang tersebut saling pandang.


"Kenapa di sini? dimana Nila dan Al?" tanya Nick tidak menghiraukan perkataan Geri.


"Mereka di sana," tunjuk Geri pada bagian rak mie instan.


"Hmmm, kita lanjut dulu," ucap Nick menarik Ara pergi.


"Ck, beginilah nasib nyamuk," ucap Geri pelan menatap kepergian kedua orang tersebut.

__ADS_1


"Kak, kenapa tidak ajak Kak Geri bersama kita? kasihan Kak Geri sendiri," kata Ara tidak tega.


"Tidak perlu Kak Geri tidak sendiri, sekarang dia sudah kembali bersama Nila dan Kak Al," sahut nya menyakinkan Ara meski ia sendiri tidak tau apa benar akan seperti itu.


"Oh gitu," mengangguk kepala percaya.


Tanpa terasa 1 jam Nick menemani Ara berkeliling mencari cemilan. Namun sejauh ini tidak ada tanda bosan pada Ara, Ara masih setia berkeliling barang belanja nya bahkan sudah 3 keranjang terisi penuh dengan cemilan dan tentu semua rasa coklat.


"Ara kita pulang sekarang, jajan mu sudah sangat banyak, seharusnya tidak sebanyak ini kamu ambil ini tidak baik untuk kesehatan mu," Nick menghentikan Ara yang masih semangat mengambil cemilan.


"Tapi Kak aku masih ingin," dengan wajah memelas Ara memohon menatap Nick.


"Aku tidak boleh luluh," batin Nick menyakinkan hati.


"Pulang sekarang atau semua jajan ini aku letakkan pada tempat semula," ancam Nick.


"Iya, Iya, pulang tapi jangan letakkan kembali jajan ku," pasrah Ara tidak bisa membantah selain menurut.


Nick tersenyum dengan jawaban Ara lalu menarik lembut tangan nya pergi menuju kasir.


Selesai membayar semua barang belanjaan Ara di pegang Geri dan dirinya.


"Ini Kak terimakasih, aku tidak membutuhkan lagi," menyodorkan kartu kecil milik Nick karena semua yang di inginkan sudah ia dapatkan.


"Tidak Kak, ini milik Kakak aku akan punya nanti setelah kerja," tolak Ara.


"Hmmm, begini saja Ara pegang sampai Ara nanti punya kerja, gimana?" ucap Nick entah kenapa ia tidak suka Ara mengembalikan kartu nya lagi.


"Serius? Kak Nick gak rugi aku banyak jajan? aku tamat masih 4 tahun lagi," kata Ara.


"Iya aku serius. Sekarang kita pulang, aku akan antar kamu pulang. Al, Ger, tolong antar Nila kita ketemu di mansion," Nick membuka pintu kursi penumpang lalu meletakkan barang belanjaan Ara dan Geri mengikuti dari belakang.


Setelah itu, Nick membuka pintu mobil mempersilakan Ara untuk masuk.


"Terimakasih Kak," ucap Ara tersenyum dan masuk ke dalam.


Ketiga orang tersebut yang belum pergi masih melihat pemandangan itu menggeleng kepala.


Mereka masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat itu nyata, karena semua yang di lakukan Nick tidak seperti biasa ia lakukan.

__ADS_1


"Sepertinya tidak salah lagi Nick menyukai Ara," ucap Geri mata nya terus menatap kepergian mobil Nick meninggalkan parkiran supermarket.


"Ya seperti itu, Nick terlihat sangat menyayangi Ara," sahut Al.


"Benar Kak, aku pun sepemikiran dengan kalian, bahkan aku sangat senang kakak ipar ku nanti sahabat ku sendiri," timpal Nila dengan senyum bahagia.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™


"Ara jajan mu hanya bisa kamu makan paling banyak 5 bungkus tidak boleh lebih, karena itu tidak baik untuk kesehatan," pesan Nick perhatian.


"Iya Kak, tapi kalau aku lupa berarti aku khilaf," sahut Ara enteng.


Perkataan Ara spontan membuat Nick yang sedang menyetir menepikan mobil di pinggir jalan.


"Kenapa Kak? kok berhenti?" tanya Ara bingung Nick menghentikan mobil secara mendadak.


"Kenapa bisa khilaf?" Nick menaikan alis bertanya menatap Ara.


"Jajan ku sangat banyak pasti aku akan khilaf, tapi... tidak, Kak Yanto, Kak Yudha, dan Kak Johan pasti melarang ku seperti yang di lakukan Kak Nick sekarang," ucap Ara sembari mengingat ketiga kakaknya itu sangat melarang keras ia untuk makan snack yang berlebihan.


"Huftt," menghela nafas, memonyongkan bibir ke depan dengan wajah cemberut. Ara menjadi kacau akan nasib jajan yang banyak miliknya.


Nick kini sudah menetapkan hati nya pada Ara, ia yakin Ara adalah masa depannya.


Dia mendekatkan wajah nya pada Ara dan tentu Ara sedikit kaget dengan sikap Nick seperti ini.


Jantung nya kembali berdetak seperti sedang lari maraton. Ia gugup mendapatkan wajah Nick begitu dekat padanya.


Cup


Satu kecupan sempurna Nick berikan di dahi Ara dengan lembut.


Ara kaget dan tak berani mengatakan apapun. Ia menutup mata saking gugup. Nick tersenyum melihat tingkah Ara yang mengemaskan mampu membuat nya selalu tersenyum.


Ciuman kembali ia lakukan di hidung mancung Ara, lalu bibir mungil.


Ciuman yang awal hanya sekedar ciuman biasa, berubah menjadi lebih ia mel***t bibir Ara dengan lembut dan mengigit kecil agar menembus masuk ke dalam lebih leluasa.


Ara tidak tau tentang hal ini diam, entah kenapa rasanya nikmat. Ini pertama baginya, ia membiarkan lidah Nick bermain di dalam.

__ADS_1


...Bᴇʀsα΄€α΄Κ™α΄œΙ΄Ι’......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2