Wanita Kesayangan CEO Dingin

Wanita Kesayangan CEO Dingin
Bab 23: Mau di mengerti tidak mau ngertiin


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


Nick dan Ara sudah tiba di kantor tepatnya di ruang kerja Nick.


Setelah berbincang Nick meminta ijin untuk membawa Ara ke kantor nya saja dan syukur nya Yudha memberi ijin meski sedikit ragu karena tidak enak merepotkan Nick, pasalnya ia sangat mengenal Ara seperti apa.


Sekretaris Nick bernama Riska kini sudah mengetahui hubungan atasannya dengan gadis kecil bernama Ara.


Sesuatu hal membuat nya kaget dan bertanya-tanya apa yang di lihat Nick dari Ara. Padahal gadis kecil itu terlihat merepotkan sangat manja. Dan ia akui Ara memiliki wajah yang sangat cantik, pria manapun yang melihat Ara akan terpesona.


"Apa ini tempat kerja Kak Nick? waw besar sekali seperti ruangan Kak Yudha. Tapi sayang, teman kerja kakak semua pada jutek tidak seperti teman kak Yudha yang ramah selalu senyum," ucap Ara polos membandingkan mengingat jelas pagi tadi di kantor kakaknya.


"Kok Ara bilang gitu? emangnya kenapa? coba jelaskan jutek gimana?" tanya lembut Nick menatap Ara di samping nya.


"Tatapan mereka seperti tidak suka dengan ku? tapi entahlah apa yang di pikirkan benar atau tidak, aku hanya menerka saja," cengengesan Ara tersenyum tidak berdosa.


"Jadi seperti itu, sudah tidak usah di pikirkan lagi. Itu hanya dugaan mending sekarang kita fokus dengan tugas mu," putus Nick mengusap puncak rambut Ara lembut.


"Hmmm, kita bagi tugas sekarang. Kak Nick bertugas mengetik aku mencari referensi di buku," ucap Ara mencari aman melakukan yang gampang karena ia memang malas berlama-lama di depan laptop.


Tapi bukan Nick namanya membiarkan sang kekasih bermalasan.


"Tidak aku mencari referensi dan kamu mengetik, biar ngerti isi tugas mu," sahut Nick tegas tidak ingin di bantah.


Ara berdecak kesal wajah nya berubah cemberut, ia benar-benar tidak bisa berkata lagi untuk membantah. Suara Nick sudah terdengar jelas dan Ara tidak bisa tidak mengiyakan jika sudah seperti ini.


"Iya," dengan terpaksa dan berat hati Ara menyetujui.


Ara mengeluarkan laptopnya dan meletakkan di meja, sedangkan Nick bangkit dari duduk nya menuju rak buku mengambil beberapa buku.


Kedua orang tersebut mulai sibuk dan sangat fokus tidak melepas pandangan dari titik awal mereka.


Jemari kecil yang awal nya lincah perlahan lambat. Jari-jari Ara sudah lelah. 1 jam melakukan tanpa istirahat dan itu sangat membuat Ara lemas.

__ADS_1


"Aku lelah Kak, aku ingin istirahat sebentar," putus Ara tidak sanggup lagi langsung menjatuhkan kepala di sofa dan memejamkan mata.


Nick melihat kekasihnya kelelahan membiarkan saja tidak ingin memaksa. Ia pun bangkit menuju kursi kebesaran nya dan melanjutkan kerjaan nya.


Tugas yang menumpuk, memungkinkan ia tidak bisa pergi kemana pun dan akan menghabiskan waktu di kantor hari ini untuk menyelesaikan semua.


Di tambah lagi ia harus membagi waktu dengan membantu mengerjakan tugas Ara sekarang.


πŸ“ž: "Ada apa menghubungi ku?" tanya Nick pada sambungan telepon di sebrang sana.


πŸ“ž:"Yaelah bro gitu amat ngomong nya, bukan tanya baik-baik kek ini udah langsung ngengas saja," sahut seseorang di sebrang sana tidak adalah Geri.


πŸ“ž:"Ada apa? katakan sekarang atau ku matikan panggilan nya sekarang," ancam Nick malas meladeni sahabatnya saat ini.


πŸ“ž:"Hehehe, sabar dong. Lo di mana sekarang?"


πŸ“ž:"Jadi lo telpon hanya mau tanya ini?" tanya Nick benar-benar tidak percaya Geri menghubungi nya untuk hal sepele ini.


Telpon dari Geri sangat menganggu kerjaan nya, padahal saat ini ia sedang fokus tapi semua harus teralihkan.


πŸ“ž:"Kantor. Jika hanya itu yang ingin di tanyakan saya matikan telpon nya sekarang."


Tanpa banyak membuang waktu Nick langsung mematikan sambungan telpon, ia benar-benar kesal dan kembali melanjutkan kerjaan nya setelah meletakkan ponsel di laci.


Pandangannya tertuju pada Ara sekilas menyandarkan kapala di sofa sudut bibir nya membentuk senyuman menggeleng kepala kecil.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™


"Sini biar kita bantuin kerjain tugasnya," tawar Geri tidak tega melihat Ara cemberut dengan kepala masih bersandar di ujung sofa.


"Jangan lakukan itu Geri, biarkan Ara yang melakukan kau cukup mencari referensi dan lebihnya Ara yang pikirkan dan ketik sendiri," cegah Nick tidak ingin Ara tidak mengerti dengan tugasnya sendiri jika di tanya dosen.


"Gak asyik deh Kak Nick, kenapa harus gitu? waktu nya udah mepet tau bentar lagi harus ke kampus dan tugas baru jadi setengah, bagaimana bisa selesai sekarang saja aku udah sangat lelah otak ku juga gak sanggup mikir beban yang berat," kesal Ara mendongak kan kepala menatap Nick dan pria tersebut terlihat santai di tatap seperti itu.


"Ya sudah kalau gak sanggup kumpul pada dosen setengah yang sudah jadi, kalau di tanya kenapa gak habis bilang saja gak sanggup mikir beban yang berat, gampang bukan?" ucap Nick enteng dan kedua pria yang berada di sana mendengarnya itu tak bisa menahan tawa hingga terlepas.

__ADS_1


"Hahaha, parah lo Nick. Masa tega sama Ara, gimana kalau di hukum sama dosen?" kata Geri.


"Gak usah keras gitu sama Ara, Nick. Lihat dia sudah sangat cape apa salahnya gue dan Geri bantu, kita juga gak ada kerjaan," ucap Alex.


Nick tidak mengatakan apapun, matanya tertuju pada Ara yang enggan melihat nya seperti sedang ngambek.


"Tidak perlu aku akan kerjakan di kampus," sahut Ara langsung memasukkan laptop ke dalam tas, suasana hatinya sedang tidak baik.


Ara langsung bangkit meninggal ruangan Nick.


"Lihat sekarang? lo puas?" tanya Alex bingung dengan sikap Nick yang keras.


"Bukan seperti itu, gue gak mau saja Ara di hukum sama dosen jika tidak mengerti materi tugas yang di kerjakan apabila orang lain yang mengerjakan. Kalian pasti ngerti bukan, hukuman mana yang lebih berat antara tidak kerja tugas dan mengendalikan otak orang lain?" tanya Nick memandang wajah sahabatnya bergantian dan langsung bangkit meninggal mereka.


Nick menyusul Ara yang marah padanya, ia tidak bermaksud jahat hanya saja ia tidak mau Ara di beri hukuman berat dari dosen, ia sedikit tau watak dosen Ara ini. Killer nya tidak ada duanya.


"Ara tunggu," panggil Nick menghentikan Ara, tapi wanita itu terus melangkah tanpa peduli seolah tuli tidak mendengar suara apapun.


Para karyawan yang melihat atasannya mengejar seorang gadis kecil bertanya-tanya penasaran, otak mereka jadi bercabang dengan pertanyaan dan pemikiran di benak.


Nick tidak mempedulikan mata karyawan yang terpenting adalah mengejar Ara. Ia tidak ingin terjadi apa-apa pada wanita nya.


"Ara dengar kan dulu penjelasan ku, bukan maksud ku seperti itu membiarkan mu mendapat hukuman dari dosen. Hanya saja aku tidak mau kamu nantinya di beri hukuman lebih berat jika tugas mu di selesaikan orang lain," terang Nick memberi pengertian pada Ara agar tidak salah paham.


"Iya aku ngerti, aku akan kerjakan sendiri maaf sudah nyusahin Kak Nick," sahut Ara menutup rasa sedih nya berusaha baik-baik saja.


Tapi Nick sadar ucapan Ara itu palsu, wanita nya saat ini sekarang sangat sedih.


"Huftt," Nick menghela nafas, menatap Ara kesabaran nya saat ini benar-benar sedang di uji.


"Apa semua wanita seperti ini? sangat sensitif apa-apa maunya di mengerti tapi gak pernah ngertiin," batin Nick.


...Bᴇʀsα΄€α΄Κ™α΄œΙ΄Ι’......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2