Wanita Kesayangan CEO Dingin

Wanita Kesayangan CEO Dingin
Bab 22: Sangat langkah


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Nick dan Yudha begitu nampak serius dengan kerjaan, hubungan di luar tidak membuat mereka merasa canggung, kedua begitu sangat profesional dengan kerjaan.


Bahkan Ara yang berada di sofa tidak membuat mereka mengalihkan pandangan padanya, obrolan kedua sepertinya sangat serius.


Ara yang benar-benar bosan dengan keadaan seperti ini, berada di ruangan sunyi seperti tidak berpenghuni tapi sebenarnya ada penghuni membuat nya tak suka dan lebih meninggalkan mereka.


Kepergian Ara pun dari ruangan tidak mereka sadari. Ara menelusuri setiap sudut ruangan kantor tempat ketiga kakaknya kerja.


Matanya tak henti-henti bersinar melihat sekeliling kantor begitu indah, ini kali pertama ia di ajak ke kantor tempat kerja kakaknya.


Selama ini ia selalu menolak setiap di ajak ke kantor kakaknya, ia berpikir itu akan membosankan, dan semua benar kini terbukti ia merasa tempat ini membosankan.


Tapi karena gedung dan isi dalam nya indah dan banyak orang berlalu lalang menyapa nya dengan senyuman manis membuat nya merasa sedikit membuang rasa bosan.


"Teman kerja kakak semua baik, kakak sangat beruntung bekerja di sini. Ah aku jadi pengen kerja deh, sepertinya asyik," girang Ara sudah tidak sabar bahkan otaknya sudah berpikir jauh betapa seru nya nanti jika sudah bekerja.


Sedangkan Nick dan Yudha sudah menyelesaikan kerjaan mereka. Tapi saat bersamaan mereka baru menyadari jika ada seseorang yang kini tidak terlihat keberadaan nya di tempat ini.


"Ara," ucap kedua serentak menoleh ke samping sofa tempat terakhir Ara duduk sebelum mereka memulai membahas kerjaan.


"Apa mau melihat Ara?" tanya Nick pada sekretaris nya.


"Tidak Pak, sejak tadi saya sibuk mencatat hal penting apa yang di bahas dari kerja saya kita," jawab nya karena ia pun sama tidak menyadari adik dari kakak pemilik perusahaan yang sedang bekerja sama dengan atasannya meninggalkan ruangan.


"Dia pasti merasa bosan makanya meninggalkan ruangan," ucap Yudha tau bagaimana adik kecilnya itu.


"Lalu kemana Ara pergi Pak?" tanya Nick sedikit khawatir dengan Ara.


Wanita yang duduk di samping Nick menyadari kekhawatiran di wajah atasannya mengerutkan kening bingung perubahan seperti apa yang di lihat sekarang.

__ADS_1


Bagaimana atasannya terlihat khawatir, apa hubungan mereka? apa ini hanya perasaan nya saja? atau dirinya yang tidak tau sesuatu.


Itulah yang di pikirkan nya sekarang. Tumpukkan pertanyaan memutari otaknya seperti gasing.


"Seperti dia bosan hingga meninggalkan ruangan," yakin Yudha bangkit dari duduk nya dengan perasaan khawatir segera pergi mencari Ara.


Ara tidak tau seluk beluk perusahaan ini, ia khawatir adiknya itu kewalahan dan pusing sendiri nanti nya.


Nick juga bangkit melihat calon kakak iparnya pergi.


"Apa kalian melihat Ara? gadis kecil yang datang bersama saya tadi?" tanya Yudha pada salah satu karyawan nya.


"Iya Pak, tadi Nona Ara masuk ke lift itu," jawab nya pada Yudha.


"Kau melihat lantai berapa Ara pergi?"


"Tidak Pak, saya tidak tau."


"Beritahu semua karyawan dan petugas kita untuk menghentikan Ara jika melihat nya," kata Yudha lalu berlalu pergi.


Selang beberapa menit seseorang wanita datang menghampiri nya.


"Pak, Nona Ara ada di lantai 17," lapor wanita tersebut karyawan Yudha yang mendapatkan informasi dari rekan kerjanya melihat keberadaan adik pemilik perusahaan.


"Kita kesana sekarang," sambut Yudha dan Nick mengikuti langkah kakak kekasih nya itu pergi pada tempat gadis nakal itu berada.


"Ara," panggil Yudha dan gadis yang namanya di panggil langsung berbalik menoleh kebelakang dan berlari memeluk sang kakak.


"Kakak ke sini? apa ngobrol serius nya sudah habis?" tanya Ara mendongak kepala menatap Yudha.


"Hmmm, kenapa keluar tidak ijin? Ara tau Kakak dan Kak Nick mengkhawatirkan kamu, lain kali jangan seperti ini lagi, mengerti?" pesan Yudha.


"Iya maaf Kak," Ara melepaskan pelukan nya dan mendekati Nick yang memperhatikan nya.

__ADS_1


"Maaf aku salah, Kak Nick gak marah kan?" dengan hati-hati perasaan takut Ara memberantas diri menatap Nick.


"Lain kali jangan ulangi lagi. Mungkin Ara bisa mengganggap hal ini sepele karena apa? karena Ara merasa tidak melakukan kesalahan merugikan orang lain, tapi tanpa Ara sadari sudah membuat semua yang sayang sama Ara khawatir, cemas dan takut dengan keadaan Ara," tutur Nick panjang lebar menasehati Ara suara nya terdengar santai tapi penuh penegasan.


"Iya janji gak ulangi lagi, tapi tak marah lagi, kan?" tanya Ara memastikan.


"Tidak," senyum Nick mengusap lembut puncak rambut Ara.


Yudha melihat interaksi sang adik dan Nick sedikit salut karena Ara begitu terlihat takut pada Nick dan perkataan Nick hanya sekali tanpa bantahan langsung di iyakan.


Dia hanya tersenyum dan lalu mengajak kembali ke ruangan nya.


Berbeda dengan wanita yang menjadi sekretaris Nick membelalakkan mata, senyuman Nick seharusnya bisa ia abadi karena atasan nya ini tidak pernah tersenyum.


Tapi meski seperti itu wajah tampan yang ia pasang kan dengan datar dingin tidak mengurangi para kaum hawa memuja, bahkan senyuman itu menjadi nilai plus bagi kaum hawa berlipat ganda histeris dari biasanya.


"Ya Tuhan rasanya seperti mimpi, bagaimana aku bisa melihat sesuatu yang langkah? aku merasa mendapat undian memenangkan lotre puluhan miliaran," batin nya masih tidak menyangka dengan apa yang di depan mata nya sekarang.


Nick yang terkenal dingin tak pernah dekat dengan wanita kini dapat ia saksikan sendiri begitu hangat dan menyayangi seorang wanita yang jelas itu bukan anggota keluarga.


Riska adalah sekretaris Nick sejak awal terbentuknya perusahaan hingga sekarang. Ia mengetahui bahkan mengenal sangat jelas siapa saja anggota keluarga perempuan Nick. dan siapa saja yang sering bolak-balik menemui Nick di kantor.


"Tapi siapa gadis ini sebenarnya? kenapa dia harus meminta maaf pada Pak Nick? apa mereka memiliki hubungan?" lagi dan lagi Riska membatin tidak sanggup mengatakan langsung.


Ara duduk di sofa di ikuti kedua pria dan seorang wanita.


"Pak saya langsung pamit undur diri kembali ke kantor, karena masalah kerjaan sudah selesai dan Ara sudah ketemu saya harus segera pergi sekarang," pamit Nick karena harus menyelesaikan kerjaan di kantor nya.


"Kok pergi? kan, baru duduk? Kak Nick masih marah? ya sudah aku minta maaf lagi, tapi Kak Nick jangan marah lagi tetap di sini temani kerja tugas ku. Kak Yudha seperti nya sangat serius lihat banyak dokumen menumpuk di meja seperti tumpukan buku tugas mahasiswa di serahkan pada Dosen dan memeriksa semua satu persatu lalu di beri nilai. Tentu itu pasti melelahkan," ujar Ara polos apa adanya tidak tega pada kakaknya jika harus membantu buat tugasnya.


"Astaga apa gak sadar, kerjaan Pak Nick jauh lebih menumpuk dari yang kau lihat gadis kecil," geram Riska dalam batin dengan perkataan Ara.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2