Wanita Kesayangan CEO Dingin

Wanita Kesayangan CEO Dingin
Bab 36: Ada isi, kita pulang


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Setelah hari di mana Nick membawa Ara jalan menguji coba akan trauma, keesokan hari pernikahan Ara dan Nick di lakukan.


Nick memutuskan untuk menikah di kantor agama, saksi nikah adalah sekretaris nya bernama Anis.


Pernikahan Ara dan Nick berjalan lancar dan kedua sangat bahagia, Ara semakin hari semakin membaik, wajah nya selalu memancarkan kebahagiaan.


Nick belum berniat untuk kembali ke Negara Arab, di kata egois? ya kali ini Nick memilih untuk egois. Tapi semua yang di perbuat bukan tanpa alasan.


Orang suruhan yang selama ini ditugaskan mencari keberadaan Ara, memberitahu melihat keberadaan pria tua yang keji itu di Negera A.


Bahkan Nick dan Ara sudah 1 bulan berada di Negara B. Nick tidak mengizinkan Ara untuk keluar dari apartemen tanpa dirinya.


Ara tidak membantah, meskipun ada kekesalan di hati pada Nick yang makin hari makin aneh.


Ingatan Ara sudah sepenuhnya pun kembali, ia mengingat ketiga kakak nya, dan semua orang yang sayang padanya.


Dan Nick tidak pernah menutupi apapun setiap Ara bertanya, karena setiap Ara bertanya pada Nick kapan menemui Kakak-kakaknya, jawaban Nick selalu saja sama tunggu waktu yang tepat atau mungkin Ara hamil.


Tentu jawaban itu sangat membuat Ara kesal, meski nanti Ara hamil belum tentu Nick menempati janji akan kembali ke Negara A.


"Bie, kapan kita akan ke Negara A? aku sangat merindukan ketiga Kakak ku. Jangan terus berjanji aku semakin muak dengan semua janji mu itu," merajuk Ara mulai bosan berdiam diri di kamar. Dan Nick sibuk dengan laptop di pangkuan nya.


Semenjak Nick memutuskan untuk tetap berada di Negara B dalam waktu yang belum di tentu kan, Nick melakukan semua kerjaan secara online. Sekretaris nya terkena imbas pulang pergi Negara A dan B untuk menangani perusahaan. Nick enggan meninggalkan Ara, meski Ara sudah memastikan akan diam di apartemen tidak kemana-mana.


"Sayang, kita akan ke Negara A, tapi tidak sekarang tunggu waktu yang tepat. Aku tau kamu sangat merindukan ketiga Kakak mu, tapi tahan lah sebentar sampai semua aman terkendali," Nick memberi pengertian pada Ara agar mengerti. Fokusnya nya tadi pada laptop jadi teralih pada Ara yang merajuk di atas kasur.


"Ah... selalu saja seperti ini, sangat menyebalkan dirimu Bie... pokoknya aku gak mau tau jika aku hamil nanti, kita harus segera kembali, titik," putus Ara tidak peduli dan tidak ingin di nego lagi.

__ADS_1


"Ya tergantung dengan situasi nya nanti," sahut Nick santai, yang mana Ara tambah kesal.


"Menyebalkan, aku tidak akan bicara dengan mu lagi sebelum kamu memutuskan untuk balik," Ara langsung beranjak bangun dari kasur dan masuk ke kamar mandi menutup pintu dengan sangat kuat.


Brak...


Nick melihat sang istri yang sedang marah padanya hanya menggeleng kepala, malah tersenyum melihat tingkah Ara terlihat mengemaskan saat sedang marah.


Nick kembali fokus pada laptop melanjutkan kerjaan yang sempat tertunda karena ajakan obrolan Ara ngotot pulang.


Dia bukan tidak ingin pulang, ia sangat menginginkan itu, tapi keadaan tidak memungkinkan melakukan itu.


Bahkan Nick ingin memberitahu kalau Ara sudah di temukan dan sekarang bersama nya, tapi lagi dan lagi tidak di lakukan, tentu semua yang dilakukan karena ada alasan.


"Aku merindukan Kakak-kakak ku, dan juga Nila. Apa mereka sudah menganggap ku sudah tiada? kenapa hanya Kak Nick yang yakin aku masih ada? sangat menyedihkan. Maafkan aku Kak, tidak bisa melakukan apapun selain menuruti Kak Nick. Kak Nick sekarang adalah suamiku dan aku harus menuruti apapun yang di ingin kan, tapi jangan khawatir aku akan berusaha membujuk nya untuk segera kembali agar kita bisa bertemu," ucap Ara menatap diri nya pada pantulan cermin kemudian satu tangan nya mengelus perut rata nya.


"Apa sekarang sudah ada isi di sini? ku harap seperti itu. Sayang segera lah hadir di perut Mommy, agar kita sama-sama membujuk Daddy mu untuk kembali ke Negara A bertemu Uncle, aunty, grandma dan grandpa," lanjut nya lagi penuh harap tangan nya setia mengelus perut.


Nick berdiri menuju pintu kamar mandi dan mengetuk pintu.


Tok... tok... tok...


"Sayang, apa yang kamu lakukan di dalam? kenapa tidak kunjung keluar? kamu baik-baik saja, kan di dalam?" khawatir Nick tidak mendengar sahutan apapun di dalam.


"Sayang ka-"


Cekrek....


"Berisik deh Bie, udah sana minggir aku mau lewat," ketus Ara masih kesal pada Nick.


"Kamu masih marah padaku? aku minta maaf. Aku janji secepatnya kita akan pulang, jadi bersabarlah sebentar," ucap Nick tidak henti menjelaskan pada Ara agar mengerti.

__ADS_1


"Ya, aku janji secepatnya sayang kita akan pulang, jadi bersabarlah hingga waktu yang tepat datang membawa," tiru Ara mengingat jelas semua janji Nick yang selalu di lontarkan setiap Ara menginginkan pulang.


"Baiklah kita akan pulang," mengalah Nick tidak tega pada Ara.


"Yeah... Terima kasih Bie. I love you," bahagia Ara menghambur masuk ke dalam pelukan sang suami.


"Sama-sama sayang, tapi ada syarat nya," ucap Nick seketika membuat senyuman di wajah Ara hilang.


"Apa? tidak yang aneh-aneh, kan?" memastikan memicingkan mata menatap Nick, Ara dag-dig-dug dengan syarat yang di kata Nick.


"Kata siapa yang aneh-aneh? jangan berpikir negatif deh, belum juga bilang apa-apa sudah seperti ini, bagaimana kalau sudah bilang?" gemas Nick pada Ara yang sudah was-was, langsung menghujani tubian ciuman di wajah Ara.


"Bie, jangan seperti ini. Cepat katakan apa syarat nya," cemberut Ara memonyongkan bibir.


"Aduh duh... gemas deh sayang ku ini makin cantik, kan makin cinta," puji Nick malah menambah kesal Ara karena kembali melakukan.


"Hubby...." rengek Ara kesal Nick tidak henti melakukan nya.


"Iya, iya, tidak lagi. Kemari lah aku akan mengatakan syarat nya," ajak Nick membawa Ara duduk di sofa.


Nick duduk di sofa dan menarik Ara hingga terjatuh di pangkuan nya. Ara yang tidak ada persiapan apapun kaget dengan tindakan Nick, wajahnya berubah masam tapi tetap menerima.


"Jika kamu ingin segera pulang, di sini sudah harus ada isi, tapi jika belum maka kita akan tetap berada di sini," Nick mengelus perut rata Ara dengan lembut menatap penuh cinta wajah Ara dalam-dalam.


"Jadi? maksudnya aku harus hamil dulu gitu, baru bisa pulang?" ucap Ara menangkap dari perkataan Nick padanya.


"Hmmm, sangat tepat. Jadi kita harus bekerja lebih keras lagi untuk mewujudkan keinginan mu itu," sahut Nick tersenyum licik melihat raut wajah Ara berubah.


Ara bersusah payah menelan saliva mendengar kata bekerja lebih keras lagi. Padahal selama ini mereka sudah bekerja keras, emang sekarang bekerja lebih keras seperti bagaimana lagi.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2