Wanita Kesayangan CEO Dingin

Wanita Kesayangan CEO Dingin
Bab 32: Dia kekasih ku


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


"Kasihan nasib mu Ara, aku tidak tau harus melakukan apa untuk kesembuhan mu. Jika saja kau mengingat keluarga mu pasti sudah ku antar dan kau pasti bisa sembuh bersama keluarga mu, bukan bersama ku yang tambah memperburuk kondisi mu," lirih Vava hatinya terasa hancur dengan keadaan Ara sekarang.


Ara belum sadar suntikan obat yang di berikan Dokter benar-benar membuat wanita itu lelap. Dan Vava setia menemani Ara hingga bangun.


"Kau sudah bangun? bagaimana keadaan mu sekarang?" tanya Vava lembut, Ara masih mengumpulkan nyawa untuk sadar sepenuhnya.


Ingatan nya kembali mengacaukan pikiran nya, rasa takut kembali menakutinya. Bayang-bayang saat ia hampir di per***a bermunculan dengan jelas satu persatu pakaian buka paksa.


"Tidak! ku mohon jangan lakukan ini... pergilah aku tidak mau... pergi!" teriak Ara histeris melempar semua barang yang berada di dekatnya. Seketika ruangan tersebut berubah seperti kapal pecah.


Ara terus teriak, bahkan beberapa dokter panik mendengar suara keributan segera menghampiri ruangan tersebut.


Dari salah satu petugas ada dokter pria ikut masuk, dan itu semakin membuat Ara gila. Teriakan Ara semakin besar, vas bunga di pecah kan dan pecahan tersebut di ambil sebagai ancaman.


"Ara tenanglah. Mereka tidak akan menyakiti mu, akan akan melindungi mu, percayalah. Sekarang buang pecahan di tangan mu," bujuk Vava mencoba tenang meski sesungguhnya itu bohong, saat ini ia sangat ketakutan melihat aksi nekat Ara.


"Tidak! mereka ingin menyakiti ku! pergi semua, atau aku akan mengakhiri hidup ku," ancam Ara, tubuh nya sudah gemetar ketakutan semua bayangan penderitaan memutari otaknya.


Pecahan Vas bunga bukan sekedar ancaman biasa, ia akan mengakhiri hidup nya jika ada yang mendekat.


"Jangan lakukan itu Ara, pikirkan aku Ara, aku tidak memiliki siapapun lagi selain dirimu? pikirkan itu, apa kau tega meninggalkan ku seorang diri di dunia yang besar ini tanpa seseorang yang kenal?" bujuk Vava tidak henti mempengaruhi Ara agar tidak berbuat nekat.


Ara sejenak terdiam mendengar perkataan Vava, tapi beberapa detik kemudian kembali tersadar dan teriak histeris melihat dokter pria mendekati nya.


"Pergi! menjauh lah! jangan mendekat!"


"Nona tenanglah saya bukan orang jahat, tidak akan menyakiti Nona tapi akan menyembuhkan Nona," ucap Dokter pria tersebut dengan tenang menyakinkan Ara.


Tapi semua tidak muda di percayai Ara. Pecahan vas bunga di gores kan di pergelangan tangan untuk memperingati semua jika saat ini ia sedang tidak main-main.

__ADS_1


"Aku tidak segan melakukan lebih dalam lagi, menjauh lah!" teriak Ara tubuh nya sudah sangat lemah saat ini, tapi di paksa kuat. Rasa takut di masa lalu membuat nya gila


"Dokter menjauh lah, saya mohon," pinta Vava memohon.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Di parkiran rumah sakit Nick yang entah kenapa mendadak perasaan nya tak menentu khawatir dan takut semua campur aduk seperti sedang terjadi sesuatu yang buruk, entah pada siapa perasaan yang di rasakan ini.


Tanpa menunggu kedua bawahan nya yang lelet seperti keong, Nick segera turun dan melangkah kaki panjang masuk ke dalam rumah sakit.


Setiba di lobby rumah sakit Nick tanpa basa basi langsung bertanya, "Dimana ruangan Ara di rawat?"


"Maaf Pak, kalau boleh tau atas nama Ara siapa? di sini banyak dengan nama Ara di rumah sakit ini," jawab nya. Mata masih tertuju pada wajah tampan pria di depan.


Berbeda dengan Nick merasa sangat risih tidak suka dengan tatapan menjijikkan petugas rumah sakit ini.


"Turunkan pandangan mu itu kalau tidak mau mati di tempat!" ancam Nick penuh penekanan.


"Cari wanita bernama Ara yang beberapa jam masuk ke rumah sakit ini, kalau tidak salah dia juga sudah menjadi pasien langganan di rumah sakit ini," jelas Nick serius.


"Apa Bapak serius? mungkin Bapak salah mencari orang, sebab wanita itu bisa di kata gila karena trauma yang berat membuat nya berkali-kali ingin mengakhiri hidup, bahkan sekarang keributan terjadi lagi di buat nya seperti biasa ruangan rumah sakit tempat nya di rawat di buat pecah," terang nya tidak habis pikir pria setampan Nick mencari wanita gila itu, meski di akui wanita gila itu memiliki wajah yang cantik, tapi tetap saja gila.


"Katakan di mana ruangan nya!?" bentak Nick marah entah kenapa perkataan petugas wanita itu tidak dapat di terima.


"005," gugup wanita tersebut keringat dingin bercucuran di wajahnya.


"Kau akan terima ganjaran nya dari apa yang katakan barusan jika dia benar Ara ku," ancam Nick dingin dengan aura menakutkan yang melekat kuat di dirinya.


Nick sedikit berlari agar segera tiba di ruangan Ara, entah itu benar Ara nya atau bukan. Perasaan nya saat ini benar-benar tak menentu.


Melewati banyak ruangan, langkah kaki terasa lemas mendengar teriakan begitu jelas dan ia sangat mengenal suara tersebut.


Hati terasa hancur, dada pun begitu sesak.

__ADS_1


"Aaaaaa.... pergilah! aku tidak mau melakukan nya ku mohon lepaskan aku," teriak Ara, pergelangan tangan nya sudah banyak mengeluarkan darah sejak tadi, tapi tidak ada seseorang pun yang berhasil memenangkan Ara.


"Ara, tenanglah. Darah mu terus keluar dan kau bisa kehabisan darah jika tidak di hentikan," ucap Vava, keadaan Ara sudah semakin lemah dan mereka menyadari itu.


"Tidak, mereka ingin menyakiti ku. Bantu aku usir mereka dari sini, aku tidak mau melakukan nya," mohon Ara suara nya mulai menurun. Gemetar di tubuh nya masih menguasai diri.


"Di sini tidak ada siapa pun lagi Ara, aku sudah mengusir mereka, jadi tenanglah aku akan obati luka mu."


"Tidak, kau bohong! dia ada belakang mu, dia ingin menyakiti ku!" nada suara yang sudah menurun kembali tinggi melihat kedatangan sosok pria dari belakang pintu.


Deg!...


Jantung terasa hampir copot, penampilan wanita di depan nya sangat kacau, mata sembab, darah bercucuran terus mengalir. Bahkan tubuh wanita itu sangat kurus.


Tatapan rindu, tatapan tidak percaya, tatapan sedih, semua di pancarkan menjadi satu. Mulut membeku tidak ada satu kata yang keluar dari bibir nya.


Air mata lolos begitu saja, ia tidak sanggup melihat wanita yang disayang seperti ini.


"Apa yang terjadi dengan mu sayang, kenapa kamu seperti ini? apa yang sebenarnya terjadi lima tahun ini?" sedih Nick menangis dalam hati.


"Apa yang anda lakukan di sini!? cepat keluar lah!" bentak Vava mengusir Nick, tapi Nick tidak bergeming dari tempat nya malah memberi tatapan tajam pada Vava.


"Tidak saya akan tetap di sini! Saya tidak akan ke mana-mana!" tegas Nick.


"Ini bukan urusan anda, jadi segera tinggalkan ruangan ini!"


"Ini jelas urusan saya, Ara adalah kekasih saya. Dan kau yang buka siapa-siapa Ara yang seharusnya pergi dari sini."


"Apa!"


...Bᴇʀsα΄€α΄Κ™α΄œΙ΄Ι’......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2