
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Nick begitu talenta menyuapi Ara hingga bubur di mangkok habis tanpa tersisa.
Setelah itu ia mengambil obat dan memberikan pada Ara.
"Ini minum obatnya."
"Apa perlu Kak?" Ara kembali bertanya ia enggan menelan obat.
"Perlu sekarang telan obat nya," tegas Nick dengan nada pelan tapi penuh penekanan.
"Huft," menghembuskan nafas dengan sangat malas Ara menelan obat yang selalu di anggap racun baginya.
"Pintar," senyum Nick mencium bibir Ara singkat.
Nick mengubah posisi duduk nya masuk ke kasur samping Ara, lalu mengangkat kepala Ara untuk bersandar di dada bidang nya.
Ara tidak menolak ia nyaman di dekat Nick. Ia memejamkan mata sejenak.
"Jangan ngelawan lagi, mulai hari ini aku akan mengawasi kamu," ucap Nick lembut namun penuh penegasan.
"Iya aku gak akan ngelawan," nurut Ara masih memejamkan mata di dada bidang Nick.
Tangan Nick mengusap lembut kepala Ara penuh kasih sayang dan cinta yang teramat besar.
Nick sendiri bingung dengan perasaan nya sendiri begitu muda dan sangat terasa cinta pada Ara. Padahal saat jumpa pertama melihat dan mengenal Ara, Nick tidak menyukai Ara.
Bagi Nick Ara adalah wanita manja dan kekanakan pasti nya sangat merepotkan, itu tentu bukan kriteria wanita impian nya.
Tapi seiring nya waktu, bertemu tanpa sengaja Ara setiap hari selalu membuat nya seolah lupa akan ketidaksukaan, bahkan mata nya diam-diam mencuri pandang pada Ara.
"Kak, apa setelah ini aku bisa jalan-jalan?" tanya Ara menaikan dagu ke atas melihat wajah Nick.
Dengan jarak begitu dekat Nick sangat jelas melihat wajah Ara, hidup mancung dan bibir kecil yang amat menggoda berwarna pink alami membuat nya tak fokus terus memandang.
"Kamu sangat cantik apalagi bibir ini sangat seksi," tangan Nick menyentuh bibir Ara.
__ADS_1
Satu tangan nya memegang menahan tengkuk leher belakang Ara.
Ara tentu menjadi salah tingkah, ia ingin mengalihkan pandangan ke sembarangan tempat asal tidak menatap Nick. Tapi Nick tidak membiarkan itu, ia menahan dan tatapan nya bahkan jauh lebih dalam.
"Kenapa? aku hanya ingin melihat wajah cantik mu," kata Nick pada Ara.
"Tapi aku malu Kak," ucap Ara pelan saking malu dan tak bisa menghindari tatapan Nick, ia memejamkan mata itu terbaik yang di pikir kan
Nick begitu gemas melihat tingkah Ara seperti itu. Ia mendekati wajah Ara, mendekati bibir nya hingga saling bersentuhan. Ara merasa sesuatu yang menyentuh bibir membuka mata perlahan.
Mata nya langsung bertemu Nick yang memang sejak tadi menatap nya.
Nick mel***t bibir Ara dengan lembut, Ara tidak melakukan apapun selain diam merasakan yang di perbuat Nick, karena ia benar-benar tidak tau tentang ini.
Nick mengigit kecil bibir Ara agar masuk dan lebih leluasa.
Lidah nya menari-nari di dalam, merombak semua dengan semangat. Ara menikmati entah kenapa permainan Nick sangat ia sukai.
Sentuhan dan hangat nya ciuman Nick, tanpa ia sadari membuat bibir Ara membalas meski sangat kaku tapi ia mengikuti naluri nya.
Balasan dari Ara sedikit membuat Nick kaget dan tersenyum.
Mereka cukup lama berciuman dan tangan Nick mulai menjalar di balik pakaian Ara.
Nick sejak semangat mendengar suara indah merdu Ara seolah memancing gairahnya. Ia pria normal dan tentu akan terpancing dengan suara des*han yang terdengar merdu.
Nick mengubah posisi Ara dan menindih tubuh nya dan menjilati leher dan mengisap dalam membuat Ara merangsang seperti terkena sengatan listrik.
Tubuh nya benar-benar merasa arus yang begitu kuat membuat tubuh nya merasa hal aneh untuk pertama kali.
"Ahhhh... " Ara tidak tau apa yang terjadi pada tubuh nya yang sangat menikmati sentuhan Nick.
Bahkan ia terus mende*ah kenikmatan untuk pertama kali nya.
Tangan Nick meremas kuat kedua gunung kembar yang pas ditangan nya.
Pengait br* sudah terbuka dan bahkan sudah Nick buka, baju Ara sudah berantakan terlihat setengah terbuka menunjukkan setengah perut nya.
Gesekan tubuh mereka bercinta, membangunkan ular nya bagun.
__ADS_1
"Shittt... tidak, aku tidak boleh melakukan ini pada Ara, aku mencintai nya, aku tidak ingin merusaknya, seharusnya aku menjaga nya. Aku akan melakukan ini setelah menikah," ucap Nick dalam hati ketika sadar hal ini tidak baik jika terus berlanjut.
"Aku akan ke kamar mandi sebentar," Nick menghentikan ciuman nya dan beranjak bangun.
Ara diam memandang kepergian Nick hingga menghilang di balik pintu kamar mandi.
Setelah selesai menenangkan ularnya, Nick keluar menghampiri Ara yang berbaring di kasur dengan penampilan berantakan sama seperti sebelumnya ia meninggalkan.
Ara membiarkan rambut berantakan, pengait br* belum di benarkan, dan baju nya masih terlihat setengah bagian perut mulus putihnya.
"Sayang kenapa masih tidur cepat bangun bersihkan tubuh mu," ucap Nick hasrat nya kembali melihat Ara dengan posisi seperti ini.
"Aku lelah Kak, biarkan seperti ini saja kita lanjutkan yang tadi aku menyukai, kenapa kakak menghentikan dan pergi saja? padahal aku sangat menginginkan, rasanya sangat nikmat, aku tidak pernah merasakan senikmat ini dulu," polos Ara tanpa sadar yang di katakan itu sangat berbahaya.
"Astaga sayang, aku tidak mungkin memanfaatkan kepolosan mu ini untuk hasrat ku, aku mencintaimu, bahkan lebih dari diriku. Aku akan melakukan itu dan kamu akan menikmati dengan puas jika kita sudah resmi. Aku bukan pria brengsek yang akan merusak wanita yang ku cintai, bagiku pria sejati akan selalu menjaga wanita nya," ucap Nick menatap Ara sangat dalam tidak dapat mengatakan itu, ia yakin Ara akan terus bertanya nanti nya.
"Tidak sekarang, kita akan melakukan lebih dari ini setelah kita menikah nanti," ucap Nick.
Cup.
Mengecup kening Ara singkat.
Nick mendekati Ara membawa di dekatnya. Ia mulai memasukkan tangan ke dalam pakaian Ara dan mengait kembali br* yang di buka, lalu ia rapikan baju nya.
Terakhir ia rapikan rambut Ara.
"Cepat bersih-bersih sebelum yang lain ke sini," ucap Nick selesai merapikan penampilan Ara yang terlihat berantakan karena ulah nya.
"Baiklah," sahut Ara bangun dan sebelum pergi ia mencium pipi Nick.
Cup.
Nick tersenyum menggeleng kepala. Seketika ia memikirkan sesuatu yang mana membuatnya menjadi gelisah khawatir tidak tenang.
Keluguan dan kepolosan Ara kini yang di takutkan Nick saat ini. Nick sadar ia tidak akan bisa nonstop bersama Ara. Karena ia memiliki kesibukan lain selain kuliah, yaitu tanggung jawab yang besar pada perusahaan.
Kata-kata Ara tadi terus terngiang-ngiang di benaknya. Ia takut akan ada yang memanfaatkan kepolosan Ara mengingat Ara menikmati sentuhan nya itu.
"Shitttt... aku harus bicara ini pada Ara setelah keluar nanti," umpat Nick kesal.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...