Wanita Kesayangan CEO Dingin

Wanita Kesayangan CEO Dingin
Bab 38: Kejutan


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


Keesokan hari...


Nick dan Ara sudah berada di dalam jet pribadi. Nick sudah sangat yakin untuk kembali, apalagi ia harus mengurus si tua bangka yang di sekap itu.


"Bie, kita akan kemana? kenapa dadakan seperti ini? semalam kamu gak bilang apa-apa padaku mengenai keberangkatan kita. Emangnya kemana kita akan pergi sekarang?" penasaran Ara melempar tubian pertanyaan pada Nick.


"Maaf, aku gak memberitahu mu sebelum nya, aku hanya ingin memberitahu mu kejutan, jika ku beritahu berarti bukan kejutan namanya. Sekarang kamu tidak perlu memikirkan apapun lagi, nikmati saja, nanti juga tau kalau sudah tiba," sahut Nick mengusap pucuk rambut Ara lembut.


"Hmmm, baiklah aku sabar," ucap Ara menyenderkan kepala di bahu Nick.


"Bie, apa kita akan tinggal bersama kalau kita kembali ke Negara A?" tanya Ara entah kenapa mendadak mengeluarkan pertanyaan yang sama sekali tak pernah di pikirkan.


"Kenapa bertanya seperti itu? kita sudah menikah, aku suami mu sekarang, jadi kemana pun aku pergi dan tinggal, kamu sebagai istri harusnya mengikuti ku," jawab Nick menjelaskan secara pelan dengan kalimat yang muda di mengerti agar Ara tidak pusing, tentunya tidak bertanya lagi.


"Jadi aku akan tinggal bersama Nila?" paham Ara dengan penjelasan Nick dan wajah nya sedikit berubah sekarang.


"Emangnya kenapa sayang? kamu gak suka?" bingung Nick melihat perubahan Ara.


"Ish, bukan seperti bie, aku senang, bahkan aku sedang membayangkan bagaimana ekspresi Nila melihat ku. Aaa... aku jadi rindu kalau seperti ini. Bie apa tidak bisa di pertimbangan lagi, bagaimana jika dalam setahun ini aku belum juga hamil, apa kita juga akan setahun di sini, tidak pulang?" serius Ara ingin mendengar jawaban Nick dari pertanyaan nya.


Mendengar itu Nick tersenyum kecil menggeleng kepala merasa lucu wajah serius Ara seperti ini.


Bahkan ia belum menjawab apapun, saking gemesnya pada Ara. Bagaimana tidak gemas, Ara memiliki wajah yang bulat, pipi chubby seperti donat sangat empuk, hidung mancung, mata sipit, bibir tipis.


Bayangkan saja bagaimana jika mendadak serius, mata nya yang sipit akan semakin tidak terlihat, pipi nya akan mengembang seperti adonan.


Cup.


Cup.

__ADS_1


Cup.


Cup.


Cup.


Nick memberi kecupan di bertubi-tubi di seluruh wajah Ara secara dadakan.


"Jangan memasang wajah mu seperti ini sayang, kamu makin cantik, aku bisa hilang kendali nanti, kamu mau aku makan seperti biasa," usil Nick menakuti Ara.


"Bie, gak lucu. Sudah gak usah di jawab pertanyaan ku. Aku mau tidur," takut Ara jika Nick benar memakannya.


"Hahaha... tidur lah, aku akan menjaga mu," tawa Nick puas mengerjai sang istri hingga takut, memilih tidur.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Di mansion semua sudah berkumpul sesuai rencana. Mereka melakukan pesta kejutan kedatangan Ara di mansion Nick.


Nick memiliki mansion, ia sudah membeli 1 tahun yang lalu dan rencana akan dia tempati bersama Ara setelah menikah, tentu nya setelah berhasil menemui Ara dulu.


Bahkan trauma Ara, hingga Nick bisa bertemu dan membantu Ara melawan trauma, meski masih ada sedikit yang mungkin akan kembali muncul di keadaan yang benar-benar sangat mengganggu pikiran Ara.


Ketiga kakak Ara tidak marah pada Nick yang diam-diam menikahi Ara, bahkan saat sudah bertemu tidak mengabari mereka. Karena mereka mengerti dari semua alasan Nick dari cerita Nila.


Nick tidak mengizinkan Ara pulang, karena pria tua itu sedang berkeliaran di Negara A mencari Ara. Maka dari itu Nick langsung turun tangan tidak ingin Ara kembali terluka.


Ketiga kakak Ara salut pada Nick, Nick bukan kaya dan tampan. Tapi Nick pria yang setia cintanya pada Ara sangat tulus dan besar. Nick juga menjaga Ara dari segala marabahaya yang membuat nya celaka dengan gesit.


Mereka sangat malu merasa tidak berguna dalam menjaga adiknya sendiri, meminta pada Nick biarkan masalah pria tua itu di serahkan pada mereka. Mereka sendiri yang akan mengurusnya. Nick berat mengiyakan, tapi segala bujukan dan keyakinan yang di beri ketiga kakak iparnya tentang pria tua itu tidak akan bisa menemui Ara lagi, akhirnya menyetujui.


"Mama tidak menyangka, Kakak mu sudah menikah sekarang, ingin sekali Mama menjewer telinga nya berani sekali melakukan ini diam-diam," ucap Mama Rita masih tidak terima putra nya menyembunyikan menantu nya. Tapi ia tetap bahagia dan mengurus pesta kejutan menyambut kedatangan Ara.


"Sudah lah Ma terpenting kakak sudah memberitahu kita, daripada tidak sama sekali emangnya Mama mau?" tanya Nila sengaja menakuti Mamanya.

__ADS_1


"Iya, benar. Tapi tetap saja Mama masih kesal, jika tau dari awal Mama bisa menemui mereka di sana."


"Lupakan rasa kesal itu Ma, Kakak baru memberi pesan, mereka sudah tiba dan sekarang sedang dalam perjalanan ke sini," ucap Nila memberitahu pesan dari sang kakak padanya.


...----------------...


Di tempat lain, Yanto dan Yudha baru menyelesaikan tugas mereka.


"Apa kau yakin Yan melakukan ini?" ragu Yudha menatap kakaknya.


"Iya, biar bagaimana pun, dia daddy kita. Aku tau dia sangat jahat pada Ara, tapi kita tidak boleh membalas kejahatan dengan kejahatan. Kita cukup asing kan di pulau terpencil. Di sana dia tidak akan bisa kabur, karena orang-orang kita akan mengawasi nya," yakin Yanto. Hanya hal itu yang bisa dilakukan. Membunuh rasanya ia tidak tega.


"Ya sudah aku ikut saja. Sekarang kita harus pergi. Nick baru mengirim pesan mereka sekarang dalam perjalanan ke mansion nya."


"Hmmm, aku masih tidak menyangka Ara kita sekarang sudah menikah, bahkan di hari bahagia nya kita tidak ada disamping nya."


"Kau benar. Tapi sekarang kita harus pergi sebelum mereka tiba," ajak Yudha menghentikan pembicaraan mereka.


"Ya, apa Johan sudah dalam perjalanan juga?" tanya Yanto. Karena ia ingat saat mereka sama-sama ke tempat Daddy di kurung, tiba-tiba ada telpon dari klien dan itu sangat penting tidak bisa di tolak. Johan yang mendapat tatapan kedua pria tersebut hanya menghela nafas kasar menerima pertemuan dadakan tersebut.


"Tidak perlu di tanyakan, dia sudah berada di sana 15 menit yang lalu," jawab Yudha pergi di susul Yanto.


...----------------...


"Bie kenapa mata ku harus di tutup seperti ini? kita sebenarnya kemana? kenapa tidak membiarkan ku untuk tau jet mu mendarat di Negara apa? lagian kita belum tiba pada tempat kejutan mu itu, jadi untuk apa menutup mata ku sekarang, tutup nya itu pas dekat bukan masih jauh," oceh Ara kesal, kan ia sudah sangat penasaran saat di bangunkan Nick belum juga melihat apapun sudah di suruh pakai penutup mata.


"Kejutan sayang, bersabarlah. Sebentar lagi juga tau," jawab Nick santai menanggapi ocehan istrinya panjang lebar dengan sangat singkat dan tenang.


Ara pun tak lagi bicara. Ia lelah Nick hanya menjawab pertanyaan nya dengan singkat tanpa memberi kode jawaban.


"Menyebalkan, awas kalau kejutan nya tak asyik, aku tak akan membiarkan mu memakan ku lagi," ancam Ara dalam hati dengan perasaan kesal tak kunjung hilang, karena rasa penasaran setinggi gunung.


...Bᴇʀsα΄€α΄Κ™α΄œΙ΄Ι’......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2