Wanita Kesayangan CEO Dingin

Wanita Kesayangan CEO Dingin
Bab 35: Sedikit terbuka


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Hari ke hari sudah banyak dilewati kedua orang tersebut, bahkan tanpa terasa sudah seminggu Ara dan Nick bersama menghabiskan waktu di apartemen tanpa bepergian.


Kedua menghabiskan waktu dengan bercerita pada kejadian 5 tahun yang lalu dan Ara sudah sedikit terbuka tidak ada ketakutan lagi menceritakan pada Nick. Sama hal dengan Nick menceritakan hidup nya tanpa Ara selama lima tahun yang kelam teramat tahun-tahun yang buruk baginya.


Selain menceritakan kehidupan masa lalu, kedua akan bercinta dan berakhir dengan Nick harus menenangkan adik kecilnya di kamar mandi.


"Sayang gimana keadaan mu sekarang? apa sekarang kamu siap untuk jalan-jalan?" tanya Nick memastikan karena ia tidak ingin Ara nya kembali down.


"Iya, aku siap," yakin Ara, ada sedikit keraguan tapi ia harus mencoba jika tidak? sampai kapan ia akan seperti ini.


"Jika semua berjalan lancar hari ini lusa kita akan segera menikah," ujar Nick menyampaikan keinginan untuk segera menikah dengan Ara di kantor agama terlebih dahulu. Acara resepsi akan di pikirkan nanti, yang terpenting sah terlebih dahulu.


Urusan keluarga Ara belakangan, ia siap meladeni. Nick tidak mau setelah balik dari sini harus berpisah dengan Ara, jadi sudah ia putuskan mengambil jalan tengah saja.


"Kakak serius? apa tidak terlalu cepat?" tanya Ara tercengang mendengar perkataan Nick.


"Tidak sama sekali sayang, aku sudah memikirkan semua ini. Kamu tidak masalah kan, kita menikah lusa?" tanya Nick tidak mau terlalu memaksa Ara. Bagaimana juga ia harus meminta persetujuan Ara.


"Tidak, jika Kakak sudah yakin aku ikut saja," jawab Ara tidak masalah.


"Ya sudah sekarang ayo kita langsung pergi," Nick menggandeng Ara berjalan keluar.


Nick sangat bersyukur karena saran dokter, Ara sejauh ini dapat menghilangkan traumanya. Cinta pertama nya lah yang memungkinkan dengan muda membuat rasa takut Ara pada pria lenyap meski tidak sepenuhnya. Terpenting ada keyakinan tidak semua pria jahat.


Di dalam mobil tangan Nick tidak sedetik melepaskan genggaman nya pada tangan Ara. Ia menyetir mobil menggunakan satu tangan.


"Apa kamu merasa sesuatu?" tanya Nick sekilas menoleh pada Ara yang melihat keluar jendela mengamati jalan yang mereka lewati.


"Entahlah Kak, aku tidak tau, aku tidak merasa apapun," jawab Ara, rasanya masih sama seperti berada di apartemen.

__ADS_1


Mereka memang melewati banyak kendaraan dan pengendara lebih banyak pria, hal itu sama sekali tidak membuat Ara takut malah terlihat santai.


Secara garis besar kemajuan Ara pada trauma nya sangat bagus.


"Kamu serius sayang? apa sekarang kamu sudah berani menghadapi pria lain selain aku?" tanya Nick hati-hati dalam bicara untuk tidak membuat Ara mengingat nya.


"Hmmm," Ara berpikir dan menatap Nick di samping nya.


"Tidak apa-apa jika belum bisa, masih banyak hari lain," paham Nick tidak ingin membuat Ara kembali mengingat trauma jika terlalu memaksa.


"Aku siap, tidak perlu hari lain Kak, kalau bisa hari ini kenapa tidak?" senyum Ara yakin bisa, karena Nick selalu bersamanya.


"Serius? jangan pernah memaksa diri kalau belum siap, aku tidak ingin kamu kenapa-napa," kata Nick pada Ara.


"Aku serius Kak, lagian untuk apa aku takut selagi Kakak bersama ku tidak akan ada orang yang berani menyakiti ku, karena Kak Nick akan selalu melindungi ku," sahut Ara penuh keyakinan, senyuman tak lepas dari wajahnya mengatakan tentang Nick.


Tentu saja Nick mendengar kepercayaan Ara penuh padanya sangat bahagia. Cinta nya semakin besar pada Ara. Nick berkali-kali mencium punggung tangan Ara yang di genggam nya.


"Aku mencintaimu sayang, terimakasih sudah sangat mempercayai ku. Aku janji kemana pun aku pergi sekarang tidak akan pernah meninggalkan mu sendiri, aku akan membawa mu bersama ku," janji Nick penuh cinta menatap Ara bahagia mendengar janji nya.


"Tidak, aku seharusnya yang mengatakan itu, terimakasih karena Kak Nick sudah memberikan ku kebahagiaan sebesar ini. Jangan pernah tinggalkan aku, aku tidak tau apa jadinya aku jika Kakak pergi dalam hidup ku," curah Ara menyampaikan semua yang ada di hatinya.


"Sayang, apa yang kamu bicara? aku tidak akan pernah meninggalkan mu, meski itu sekali pun permintaan kamu aku tidak akan meninggalkan mu. Aku bukan hanya mencintai mu, tapi kamu adalah separuh hidup ku, nafasku. Jadi buang pikiran seperti itu jauh-jauh. Aku akan selalu bersama mu," ujar Nick serius.


"Terimakasih," bahagia Ara.


Perjalanan mereka penuh dengan obrolan ungkapan perasaan hati dan kekhawatiran yang di rasakan. Dan tanpa terasa pula kini mereka telah tiba di tempat tujuan mereka yaitu Mall.


Nick sengaja membawa Ara ke Mall untuk mengatasi trauma nya, sekalian berbelanja.


Ara menggengam erat tangan Nick, ketakutan pada pria ternyata tidak sepenuhnya hilang. Keringat bercucuran di wajah, tapi tidak menggila teriak histeris seperti dulu.


"Sayang kamu kenapa? apa sebaiknya kita pulang saja?" cemas Nick melihat keringat di wajah Ara dan sedikit ketakutan meski tidak mengeluarkan suara.

__ADS_1


"Tidak, Kakak tidak perlu khawatir padaku, sudah ku katakan, bukan? selama kakak di samping ku semua akan baik-baik saja," jawab Ara menyakinkan Nick.


"Bisa saja, ya sudah kalau sudah merasa tidak nyaman lagi langsung katakan padaku, kita akan langsung pergi," ujar Nick.


"Iya," sahut Ara.


Kedua kembali jalan, tubuh Ara tidak terlihat kurus seperti pertama kali bertemu, seminggu bersama Nick tubuh nya sedikit berisi.


Kecantikan nya lebih terpancar di wajah, Nick menjamin Ara tanpa sedikit kekurangan.


"Kak, apa aku boleh minta sesuatu pada Kakak?" tanya Ara hati-hati penuh harap.


"Boleh, katakan saja apa itu?"


"Aku ingin jajan snack," dengan wajah memelas Ara memohon.


"No sayang, aku tidak ingin kejadian yang dulu kembali terulang. Apalagi sekarang itu lebih tidak memungkinkan," tolak Nick tidak menyetujui.


"Ish, nyebelin deh Kak," kesal Ara, melepaskan genggaman tangan pada Nick dan berjalan begitu saja.


"Sayang, aku lakukan ini karena khawatir padamu," jelas Nick mengejar Ara terus berjalan tanpa mempedulikan penjelasan nya.


"Aku tau Kak Nick sangat menyayangi ku, tapi aku ingin jajan, entah sudah berapa lama aku tidak menyentuh jajan di mulut ku ini."


"Baiklah, aku mengalah sekarang, kamu boleh jajan, tapi hanya 10 tidak lebih itu pun sehari hanya boleh makan dua, jadi bagaimana setuju tidak?" tanya Nick dengan penawaran ide cemerlang nya.


Ara terdiam memikirkan penawaran Nick. Di tolak maka tidak akan pernah merasakan enaknya jajanan snack. Makan sedikit nanggung. Ara benar-benar pusing, tapi ia tidak memiliki pilihan lain selain mengiyakan dari pada tidak sama sekali.


"Kenapa aku jadi teringat sesuatu?" batin Ara lintasan masa lalu sekilas kembali hadir.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2