When Billionare meet doctor

When Billionare meet doctor
Reuni Kecil


__ADS_3

Mobil meluncur menuju tempat yang Alena ketahui adalah apartemen Dave. Untuk apa ia dibawa ke apartemennya? Ia melihat Dave sedang bersiul. Sepertinya ia sedang senang.


Ketika pintu apartemen dibuka, ia terkejut melihat Sandra, Calvin dan Edward berada disana.


"Al! Apa kabar?" tanya Sandra sambil memeluk Alena. Alena tersenyum senang.


"Aku baik-baik aja." jawab Alena.


Calvin menghampiri Alena dan ikut memeluk mereka berdua. "Aku kangen sama kalian!" Seru Calvin. Dave langsung melotot ketika melihat Calvin. Namun yang harus ia khawatirkan adalah Edward. Ia menatap sahabatnya dengan tajam. Ketika Edward menghampiri mereka, Dave langsung membuat tembok didepan Alena.


"Whatch out your hand, Ed!" ancam Dave.


"Why?" tanya Edward cuek. Ia menghampiri Alena dan memeluknya. Alena terkejut karena Edward seberani itu padanya.


"Edward!" seru Dave marah.


Edward tertawa ketika ia melepaskan Alena. "Udah lama dia gak keluar sifat aslinya."


"Jadi sebenernya kenapa kalian manggil aku kesini?" tanya Alena. Mereka berlima duduk disofa . Dan Dave berada disampingnya.


"Al, bener menurut berita itu?" tanya Calvin.


Alena menatap Calvin. "Apa?"


"Kamu sama dokter tampan itu pacaran?" Calvin sengaja menatap Dave.


Alena tersenyum. Ketika ia melirik Dave, ia sedang menatapnya. "Enggak. Dia junior aku."


"Trus sekarang kamu sama siapa?" tanya Edward menggoda Alena.

__ADS_1


Dave berdeham dan mengganti posisi duduknya. Ia melihat Alena dengan tajam.


"Aku gak punya."


"Sama aku aja mau gak?" tanya Edward. Calvin dan Sandra tertawa bersamaan. Sedangkan Dave, wajahnya merah karena kesal.


"Sayangnya aku gak mau pacaran sama laki-laki yang udah punya pacar. " jawab Alena sambil tersenyum pada Edward.


Edward mengangguk. "Bener Al, kali gitu aku putusin dulu pacar aku. Bisa kan?"


"Bisa aja sih.."


"Yes!" seru Edward. Dave langsung berdiri dan berjalan ke dapur untuk mengambil minum.


"Al, jangan didenger omongan Edward. Udah kamu sama Sandra kesini aja. Bikinin kita makan malam."


Edward dan Calvin langsung tertawa mendengar nada cemburu Dave. Edward dan Calvin saling bersalaman.


"Ed, jangan tega gitu. Aku lagi berfikir gimana caranya buat putusin Amanda." ucap Dave ketika mereka berada diruang tv.


"Kita cuma taruhan kok." jawab Edward sambil tertawa.


"Taruhan?"tanya Dave.


Tiba-tiba pintu apartemen terdengar diketuk. Dave bingung, siapa yang datang ke apartemennya. Ia membuka pintu dan terkejut melihat Amanda berada disana dengan membawa tas berisi beberapa kue.


"Sayang! Aku telepon gak diangkat terus dari tadi." Ucap Amanda sambil memeluk Dave.


"Mau ngapain kamu kesini?" tanya Dave.

__ADS_1


"Loh, gak boleh aku dateng kesini?" tanyanya sambil cemberut.


"Enggak bukannya gitu.."


"Ya udah aku masuk kedalem." Amanda langsung masuk tapi ia terkejut melihat kedua sahabat Dave ada disana. "Ada tamu?" tanyanya.


Calvin tersenyum memaksa. Sedangkan Edward membuang muka.


"Cuma berdua?" tanya Amanda ketika ia duduk diseberang Calvin.


"Ada Sandra sama Alena. Mereka lagi didapur. Kamu bantuin sana." ucap Calvin.


Amanda langsung memegang lengan Dave. "Sayang, aku gak bisa masak. Bukan profesi aku bisa bikin makanan enak. Aku biasanya manggil chef. Di rumah aku juga masaknya pake chef. Papa khusus datengin chef."


Edward langsung berdiri. Ia keluar dan duduk di beranda sambil mengeluarkan sebatang rokok. Ia paling malas melihat sifat perempuan manja seperti itu.


Alena menata beberapa piring dimeja makan. Karena kesibukan mereka, mereka tidak mendengar ada tamu. Masih dengan celemeknya, Alena keluar dari dapur dan menghampiri ketiga pria itu. Namun langkahnya terhenti ketika ia melihat ada seorang wanita yang sedang memeluk mesra Dave. Jantungnya berdebar dengan kencang. Dave jahat, ia sengaja menyuruhnya datang ke apartemennya hanya untuk melihat kemesraan mereka.


"Makanannya udah dimeja. Kita makan yuk!" ucap Alena gugup.


Calvin menoleh pada Alena tapi sosok itu langsung masuk ke dapur. Calvin dan Edward masuk keruang makan. Ia bisa melihat Alena telah membuat berbagai jenis makanan. Sudah lama mereka tidak merasakan makanan itu. Tapi melihat wanita disamping Dave, sepertinya makanannya menjadi tidak enak.


"Kenapa?"tanya Sandra ketika melihat Alena masuk ke dapur dengan wajah pucat.


"Aku gak apa-apa."


"Al. Kamu pucet. Aku gak yakin kamu baik-baik aja."


"Dave jahat San, diluar ada tunangannya. Kenapa dia manggil aku kesini?Dia sengaja mau bikin aku gugup?" bisik Alena kesal. Ia hampir saja menangis.

__ADS_1


"Tenang Al. Kita hadapi." jawab Sandra. "Jangan kalah."


__ADS_2