
Dave melihat Amanda yang berjalan menghampirinya. Ia terlihat bahagia. Begitu pula dengan orangtuanya. Sejak tadi ketika ia berada diluar, namanya sering disebut.
"Sayang, mama sama papa mau mengumumkan sesuatu tentang pertunangan kita." ucap Amanda senang.
"Oh ya?" tanya Dave sambil tersenyum.
Amanda menarik Dave untuk ikut dengannya kedepan.
"Oke, jadi selain acara peringatan pernikahan kami, ada pengumuman lain." ungkap mama Amanda dengan nada bahagia.
Dave menatap wanita itu dalam diam. Tiba-tiba ia melepaskan genggaman tangan Amanda dan berjalan kedepan. Ia berdiri disamping wanita setengah baya itu.
"Ada apa Dave?" tanya wanita itu.
Dave mengambil mic yang sedang dipegang oleh wanita itu.
"Oke, jadi disini saya mau menjelaskan. Sebelum semuanya berjalan terlalu jauh. Saya jelaskan kalau saya belum bertunangan secara resmi dengan Amanda. Pada malam itu, saya hanya melamar Amanda dan bersedia untuk menunggunya sampai selesai kuliah yang bahkan sayapun tidak tahu kapan ia akan selesai."
Amanda berdiri disampingnya. Ia menarik lengan Dave namun Dave dapat melepaskannya dengan cepat.
"Jujur, saya menyesal melakukannya karena Amanda bukan wanita yang saya cintai. Amanda berhak mendapatkan pria yang lebih baik dari saya. Dari lubuk hati saya paling dalam, saya meminta maaf karena telah mengecewakan kalian. Tidak ada maksud saya untuk melakukannya dengan sengaja. Hanya saja hal ini menyangkut hati."
"Dave! Kamu tega!" teriak Amanda sambil menangis.
__ADS_1
"Aku harus tega, Manda. Sebelum semua terlambat. Aku dan kamu akan menyesal jika kita terus melakukannya."
Amanda berteriak histeris. Ibunya memeluk Amanda dengan erat.
"Saya salut sama keberanian kamu. Tapi maaf saya harus lakukan ini." ucap Ayah Amanda sambil mengangkat satu tangannya dan meninju wajah Dave hingga ia terpental kelantai. Darah kental keluar dari sudut bibirnya. Dave bangun dan tersenyum. "Saya terima permintaan maafnya." jawabnya. Iapun berjalan keluar.
Dave harus menemui Alena sebelum pria itu menemukannya. Ia langsung pergi menuju rumah Alena. Butuh waktu satu jam untuk sampai kesana. Jalanan sedikit lengang karena sebelum ada liburan panjang, orang-orang pergi keluar kota.
Setibanya dirumah Alena, rumah itu tertutup rapat dan gelap. Alena belum sampai kerumahnya. Iapun menghubungi seseorang.
"Firly sayang.." ucapnya
"Ngapain kamu nelpon aku?" tanya Firly jutek.
"Aku bukan pacar kamu. Ngapain kamu nanya aku ada dimana?"
Dave tertawa mendengar nada sewot Firly. "Oke, dimana Alena?"
"Bukan urusan kamu!"
"Firly sayang, please kasih tau aku. Aku tau tadi Alena ngehubungi kamu. Please kasih tau aku."
"Buat apa? Temen bukan, pacar bukan tapi nanya-nanya soal Alena. Urus aja tunangan kamu yang cantik itu!"
__ADS_1
"Kalo gitu action figure star wars yang cuma ada 100 piece didunia gak jadi aku ambil. Aku tau kamu suka star wars."
"Hah!" seru Firly. Ia adalah penggemar berat star wars. "Oke, oke, Alena ada diresto nya." jawab Firly antusias.
"Oke Firly sayang, nanti tunggu sebulan lagi barangnya dateng." Jawab Dave sambil tertawa.
"Alena.. sorry. Aku gak berniat laporan sama Dave, tapi, tapi, penawaran itu sangat menggiurkan." ucap Firly sambil tertawa.
Dave langsung membawa mobilnya menuju resto. Beberapa telepon dari Calvin ia abaikan. Ia harus menemui seseorang yang lebih penting.
"Bu, pulang." ucap para pelayan. Semua pelayan telah pulang. Hanya tinggal ia sendirin. Ia teringat ketika malam itu. Sehari sebelum pembukaan resto. Dave datang sambil membawa bunga besar.
Alena berjalan untuk menarik tuas. Lampu-lampu luar telah ia matikan. Tinggal ruangan Coffee shop.
"Delivery!" teriak seseorang.
Alena berbalik. Ia melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 10 malam. Ada yang mengirim sesuatu. Seingatnya, ia tidak pernah memesan sesuatu. Alena berjalan menghampiri orang yang mengantar sesuatu untuknya.
"Ada paket!" serunya. Alena terdiam ditempat. Pria itu membawa buket bunga yang sangat besar. Seperti biasa, wajahnya tertutup. Ketika ia mendekat, jantung Alena berdegup kencang.
"Jangan-jangan." bisik Alena pelan. Ia tidak berani mengambil kesimpulan jika pria yang didiepannya adalah Dave
"Surprise!!" seru Dave yang berada dibalik bunga itu.
__ADS_1