When Billionare meet doctor

When Billionare meet doctor
EPILOG


__ADS_3

Alena melihat perutnya yang membesar. Ini adalah bulan kandungannya yang ke 9. Ia dan Dave bersiap untuk pergi ke acara pernikahan Edward dan Clara, adiknya. Banyak hal yang sudah terjadi padanya dan semua orang. Tidak ada yang bisa prediksi apa yang akan terjadi.


Dave masuk kedalam dan melihat Alena termenung didepan jendela.


"Kenapa?"tanya Dave cemas. Ia memegang perut Alena. "Ada yang kerasa?"


Alena menggelengkan kepalanya.


"Trus kenapa?"


"Enggak ada apa-apa. Aku cuma ngerasa lega aja. Akhirnya semuanya berjalan baik. Aku seneng." Ucapnya sambil menutup wajahnya. Ia menitikkan airmata.


Dave memegang bahu Alena dan memeluknya. "Ya, kita akhirnya bisa melihat Sandra dan Calvin bersatu. Begitu juga sama Edward. Kita gak akan pernah apa yang akan terjadi didepan."


Alena menghapus airmatanya. "Makasih Dev, kamu mau hadir saat Clara dan aku benar-benar sulit beberapa bulan ini."


"Kewajiban aku buat hadir diantara kalian. Kamu, istri aku. Dan Clara, adik aku sekarang. Satu lagi, jagoan ini paling utama." Ucap Dave sambil mengelus perut Alena yang besar. Beberapa bulan yang lalu mereka mengetahui dari dokter jika bayi yang dikandung Alena adalah seorang bayi laki-laki.


Pintu diketuk pelan. Sosok Sandra muncul dari balik pintu. Ia bingung melihat Alena.


"Ada apa? Kamu nangis?"tanya nya. Ia melihat Dave. "Kenapa?"


Alena langsung menghapus airmatanya. "Enggak, aku cuma terbawa suasana aja."


Sandra menatap Dave. "Enggak kamu apa-apain kan?"


"Enggak lah San, aku dateng juga udah nangis." seru Dave.


"Aduh Al, sini aku make up lagi. Ini kan nikahan adik kamu." Ucap Sandra.


Alena tersenyum. "Sorry."


Dave pergi keluar setelah Sandra mengusirnya.


Alena menjadi saksi pernikahan adiknya dan Edward yang berlangsung sangat romantis. Ia terharu melihatnya. Sesaat ia teringat kejadian ketika menemukan adiknya dulu di jalan ketika ia baru pulang saat beres melakukan prawedding bersama Dave ditempat ia melamar dulu.


Alena mengelus perutnya pelan. Ia merasa sedikit kontraksi. Ia menatap jam tangannya. Seharusnya jika ia akan melahirkan, waktunya masih satu minggu.


"Sayang" bisik Alena.


"Kenapa?" Tanya Dave sambil menundukkan kepalanya.


"Kita keluar bentar. Bawa kunci mobil kan?" Ucapnya tenang.

__ADS_1


"Iya ada disaku."


"Kita keluar, aku pengen jalan-jalan sebentar."


Dave mengangguk. Ia membimbing Alena berjalan keluar ballroom. Hampir satu jam Alena berjalan terus tanpa henti. Dave sendiri sampai kelelahan.


"Kita kedalem lagi, Al. Aku capek." Seru Dave.


"Enggak Dave. Kita harus pergi sekarang. Kita ke mobil." Ucapnya sambil mencoba menahan nafas. Ia yakin jika ia akan melahirkan hari ini.


Dave mulai menjalankan mobilnya. "Kita kemana?"


"Kerumah sakit." jawab Alena.


Dave menoleh pada Alena dan melihat perut yang sedang dipegangi oleh Alena. "Perut kamu kenapa?"


Alena tidak mendengarkan karena ia sedang sibuk dengan handphone nya.


"Dokter Gisel, saya lagi dijalan menuju rumah sakit. Saya pikir saya mau melahirkan hari ini." Ucap alena.


"Apa? Lahir hari ini?" Seru Dave shock. "Al, kamu mau melahirkan hari ini? Tahan dulu Al, tahan. Aku bawa kerumah sakit sekarang. Dokternya siapa yang jaga? Sandra harus aku kasih tahu. Tapi, Calvin juga.Trus Edward sama Clara lagi acara nikahan." ucapnya panik.


"Dave! Please, aku baik-baik aja. Kamu tenang ya!" Ucap Alena berusaha menenangkan Dave. Ia kemudian menggenggam tangan Dave. "Aku bisa tahan Dave. Jangan dulu hubungi yang lain. Mereka lagi pesta. Aku gak mau mereka panik."


"Oke sayang."


Kini mereka telah berada diruang perawatan dimana Alena telah selesai melahirkan. Wajah Dave masih pucat tapi neneknya sangat senang untuk menggoda cucunya.


Pintu dibuka perlahan. Dokter Gisela muncul bersama seorang suster dan bayi di tangannya.


"Selamat malam. Bayinya mau digendong mamanya." Ujar Dokter Gisela sambil tersenyum.


Dave dan Alena antusias.


"Makasih dok sudah bantu Alena." Ucap Dave


"Seorang dokter memang harus seperti itu. Dokter Alena juga sama. Ngomong-ngomong saya penasaran sama suaminya dokter Alena ini. Kita ketemu hanya beberapa kali buat liat usg dokter Alena kan ya? Tapi kayaknya sebelumnya saya udah pernah liat." Ungkap dokter Gisela


"Dimana dok?" Tanya Alena bingung.


"Dokter Alena bener-bener lupa?"tanya Dokter Gisela. Alena mengangguk.


"Ini kan yang waktu itu sempet ditolongin dokter Alena waktu dijalan. Kalo gak salah 5 tahun lalu atau berapa tahun yang lalu pernah tabrakan. Sampe motor depannya hancur itu. Yang katanya dikejar-kejar orang."

__ADS_1


Alena langsung teringat. Ia tersenyum. Padahal ia sudah tahu sebelum mereka berpacaran. Tapi Alena menahannya.


Dave bingung. "Waktu itu aku pernah tabrakan. Tapi aku gak tau siapa yang nolong."


"Itu aku yang nolongin kamu."


Dave terkejut. Begitu pula neneknya.


"Jadi Alena juga sempet tolongin Dave?"


"Iya nek. Makanya waktu nenek bilang cinta pertama Dave adalah orang yang nolongin dia waktu itu, ya Alena." jawab Alena sambil tersenyum.


"Dan beberapa tahun kemudian, Alena nolong nenek waktu jantung nenek kambuh dijalan."


"Jadi, itu alasan nenek nyuruh Dave pacarin Alena?"


"Iya. Nenek tau kalau Alena anak baik. Makanya nenek nyuruh kamu."


"Jadi sebelumnya nenek gak kenal Alena?" Tanya Dave bingung.


Siska menggeleng sambil tersenyum.


Semua orang tertawa mendengar percakapan antara Dave dan neneknya. Semuanya memang telah terjadi tanpa diketahui. Dave dan Alena bahagia telah bertemu satu sama lain. Segalanya telah ditakdirkan untuk bertemu.


 


🌺☘️☘️☘️☘️🌺


 


Note : Mungkin ada yang kaget ceritanya tiba-tiba jadi jauh. Sebenernya cerita ini ada 3.


1.When Billionare meet a doctor



Cassandra


Phuket Story


Jadi ceritanya saling berhubungan. Ada yang gak diceritain disini, tapi diceritain di cerita yang lain. Mudah-mudahan kalian suka dan ditunggu cerita selanjutnya.


__ADS_1


thx


AudreyFm


__ADS_2