
Karena ulah manusia, para siluman yang tinggal di daerah kekuasaannya terdesak. Terpaksa mereka pergi ke daerah kekuasaan siluman lain untuk memperoleh daerah kekuasaan baru.Salah satunya adalah Raja Singa Api, yang ingin merebut daerah Raja Emas Ape.
Raja Emas Ape adalah siluman berusia ribuan tahun yang telah dapat berbicara. Sedangkan Raja Singa Api tidak lebih kuat dari Raja Emas Ape. Walaupun dapat melukai Raja Emas Ape sedemikian rupa, Raja Singa Api tidak dapat mengalahkannya. Karena itu ketika dirinya diserang oleh para pemburu siluman, Raja Singa Api mengejar mereka sebagi ganti melarikan diri.
Raja Emas Ape juga adalah penjaga Gua Bintang,yang keberadaannya masih dipertanyakan. Menurut ingatannya, White String yang paling tahu kalau seseorang ingin masuk ke dalam gua bintang adalah menemukan kuncinya dan menyelesaikan ujian.
White String tidak bisa tertawa di dalam hatinya karena keberuntungannya yang luar biasa. Dia mendapat kunci Gua Bintang dari salah satu sekte yang ditaklukkannya.
Dari luar, Gua Bintang tak ubah seperti gua-gua pada umumnya. Tapi ketika masuk seseorang dapat merasakan energi spiritual yang berputar di kedalaman gua.
"Manusia,jika kau bisa lulus ujian maka kau dapat mendapatkan harta yang tersimpan di Gua Bintang. Jangan salahkan aku jika kau mati di dalam," Raja Emas Ape memperingatkan White String sambil meletakkan lempengan batu di loh formasi. White String hanya menanggapinya dengan anggukan ringan.
Pintu Gua Bintang yang dimaksud adalah dinding batu yang berat dan terlihat seperti dinding gua biasa. Di sekitar pintu ada beberapa stalakmit yang berfungsi sebagai pusat formasi.
Ketika lempengan batu bersatu dengan loh formasi, garis-garis bercahaya samar mulai terlihat dan dengan cepat menyerap energi spiritual. Dinding batu mulai terbelah perlahan-lahan sebagai reaksi dari formasi.
Tak jelas apa yang ada di balik dinding batu. Seolah-olah semua cahaya telah diserap hingga titik buta sehingga hanya kegelapan yang tersisa di sana. White String menarik napas sejenak karena tertegun.
"Nah,apa yang kau tunggu? Masuklah."
Senyum samar bisa dirasakan dari balik wajahnya. Dia sudah siap untuk ini. Lagipula tidak banyak bahaya yang bisa mengancam Pendekar Terhebat di Daratan Bulan,kan?
Melihat White String telah melangkah ke dalam pintu, Raja Emas Ape hanya bisa mendesah."Semoga manusia itu berhasil," Raja Emas Ape diam-diam berdoa untuk White String.
✾✾✾
Setelah dirinya benar-benar masuk ke dalam pintu, dinding-dinding batu mulai menutup dengan sendirinya. Segera, kegelapan tak berujung menjadi pemandangan yang sedang White String nikmati saat ini.
Dia mengulurkan tangannya dan membuat nyala api dari Qi untuk menerangi jalannya. White String menyusuri lorong gelap dengan diterangi cahaya api yang remang-remang.
Setelah beberapa waktu berjalan, White String menyadari kalau dirinya tak berpindah. "Sepertinya ada ilusi di sini," White String bergumam lirih.
__ADS_1
Api Qi segera dipadamkan. Lalu White String menutup matanya dan mengaktifkan Persepsi Spiritual. Dia bisa melihat kalau lorong yang dilaluinya akan segera berakhir.
Entah kenapa, seolah-olah ada sesuatu yang menghalangi jangkauan Persepsi Spiritualnya. Dipenuhi rasa ingin tahu,ia terus berjalan menuju lebih dalam lagi.
Tiba-tiba garis merah di glabellanya bergetar, dan Kitab Jalan Langit terbang ke satu arah. White String tersentak. Setelah mengumpulkan kembali rasionalitasnya, White String pergi mengikuti arah terbang Kitab Jalan Langit.
Di ujung lorong, White String menemukan beberapa tulang-belulang manusia. Diam-diam dia bergidik ngeri melihat pemandangan tersebut. Kemungkinan besar tulang-belulang tersebut adalah milik para pendekar yang memasuki Gua Bintang.
Ketika keluar dari lorong, cahaya menyilaukan menyerbu indra penglihatannya. Pemandangan yang sangat kontras dengan di dalam lorong.
Tempat tersebut adalah ruang kosong seluas lapangan. Di tengah lapangan, Kitab Jalan Langit tengah terbuka sambil menampilkan beberapa halaman. Kitab tersebut terlihat melayang,tapi sebenarnya tak sesederhana itu. Ada sosok tak terlihat yang sedang membolak-balik halaman.
Menyadari kehadirannya,White String menggenggam tinjunya dan membungkuk hormat, "Salam kepada Senior."
Sosok transparan perlahan-lahan menunjukkan bentuk fisiknya. "Ahaha, sudah kuduga hari ini akan tiba," Sosok tersebut tiba-tiba tertawa.
"Kau telah sampai ke sini,berarti telah menyelesaikan ujian. Aku DiaoFei, penjaga sebenarnya dari Gua Bintang," sosok tersebut mengenalkan dirinya sebagai DiaoFei. Alis White String mengernyit sedikit sebelum bertanya, "Senior DiaoFei,boleh aku bertanya ujian apa yang telah aku selesaikan? Kupikir tidak ada apapun di lorong."
DiaoFei terlonjak kaget. Sosoknya kembali transparan sebelum kembali tenang."Aku telah di sini semenjak ribuan tahun,begitu juga tempat ini. Mungkin saking tuanya tempat ini sehingga formasi ujian telah berhenti berfungsi," DiaoFei tertawa canggung sambil menjelaskan.
Ketika melirik Kitab Jalan Langit, DiaoFei kembali mengingat hal penting yang hampir saja dilupakannya. "Hei hei, bagaimana kau bisa mendapat buku ini? Tapi itu tidak penting, aku punya sesuatu yang bisa berguna untukmu," DiaoFei melayang-layang di sekitar White String.
White String mengangguk pelan. DiaoFei yang melihat White String tertarik dengan tawarannya segera menggenggam Kitab Jalan Langit dan terbang ke ruangan lain. White String hanya mengikuti di belakang.
Ruangan selanjutnya lebih luas dari yang pertama. Langit-langit ruangan dipenuhi oleh mutiara-mutiara yang memancarkan cahaya, membuat sebuah pemandangan langit penuh dengan bintang.
"Junior, tempat ini disebut Gua Bintang karena ada ribuan permata siluman yang menjadi bintang di langit-langit. Bukankah ini luar biasa?" DiaoFei tampak bersemangat ketika melirik White String yang masih berwajah datar.
"Senior, bukankah kau bilang ada sesuatu yang berguna untukku?" White String bertanya tanpa emosi, hal ini sedikit menyakiti hati DiaoFei.
"Baiklah, beritahu aku dulu siapa namamu," DiaoFei melayang ke tengah ruangan.
__ADS_1
"White String."
"Oke,White String. Hal ini sedikit akan sedikit mengejutkan untukmu," seringai kecil bisa terlihat di wajah semi-transparan DiaoFei.
Tangan DiaoFei menarik sesuatu dengan energi jiwa. Tanpa ia sadari, White String mulai kehilangan kesadarannya.
✾✾✾
Wajah White String menjadi baja. Dirinya ada di suatu tempat di antah berantah. Seluruh tempat terlihat seperti daratan tandus yang kering dan kosong.
Ia menengadah ke langit,untuk melihat bintang-bintang yang berkelap-kelip. Tanpa ragu,ia terbang ke langit.
Di langit,White String menemukan bahwa bintang yang berkelap-kelip adalah buku-buku yang sama dengan yang ada di langit-langit Gua Bintang sebelumnya.
Sebelumnya, Kitab Jalan Langit hanya berupa ruang terlipat yang hanya bisa dimasuki oleh kesadaran. Tapi setelah sesuatu yang dilakukan DiaoFei, Kitab Jalan Langit bisa dimasuki oleh tubuh fisik. Jumlah manual yang ada juga berkali-kali lipat dari sebelumnya.
DiaoFei melayang di depan White String. Sosoknya yang semi transparan tersenyum lebar kepada White String. "Nah nah, seseorang pernah bilang kepadaku bahwa akan ada yang datang hari ini. Aku sangat gembira, penantian selama ribuan tahun kini terbayar. Long Shan, Ruang Bintang kini dibawah kendalimu,aku akan bisa beristirahat dengan tenang," sosok DiaoFei perlahan-lahan menghilang.
White String sangat kaget. Selama ini yang mengetahui namanya hanya orang-orang di masa depan. Dia tidak mengharapkan kalau sepotong jiwa yang ditemuinya di masa lalu akan dapat mengenalinya.
Ketika keheningan menyapu, sepotong ingatan mengalir di pikiran White String. Itu adalah ingatan dari DiaoFei. Dari ingatan DiaoFei inilah dirinya mengetahui beberapa rahasia Benua Daratan Bulan.
〜〜〜
Bakul Ganyong wuuz heer^W^
Udah 10 chap, perkenalan tokoh utama selesai^W^
Buat para readers,kalian bisa request arc yang menurut kalian paling ^W^
Nanti alurnya akan mengikuti request kalian,guys!
__ADS_1
Jadi......
Jan lupa ada kolom komentar dibawah ya ^W^