
Berkat bantuan White String, Gunung Seribu Pedang bisa dengan cepat memulihkan kembali kekuatannya. Sekarang Patriak telah mengirimkan surat kepada sekte-sekte yang beraliansi dengan mereka.
Sekte-sekte aliran putih lain juga mengirimkan perwakilan mereka untuk menghadiri rapat besar yang diselenggarakan Gunung Seribu Pedang.
Dulunya, Gunung Seribu Pedang adalah sekte besar yang berdiri di puncak Benua Daratan Bulan. Tapi pada suatu hari,pewaris asli Patriak Gunung Seribu Pedang menghilang bersama beberapa warisan leluhur. Menyebabkan beberapa kemunduran pada Gunung Seribu Pedang.
Sekarang, Gunung Seribu Pedang hanya setara dengan sekte menengah. Meskipun begitu, kekuatannya tidak bisa dibandingkan dengan beberapa sekte menengah biasa.
Gunung Seribu Pedang memiliki dua belas ahli Pendekar Dewa yang menyembunyikan diri dari publik. Sekarang,mereka menghadiri rapat besar.
White String juga menghadiri rapat tersebut. Beberapa Tetua wanita yang telah melihat wajahnya saat serangan Guci Darah mencuri-curi pandang ke arahnya. Saat dihadiahi tatapan tajam White String, mereka baru mengalihkan perhatiannya.
Patriak Ji mengangkat cangkirnya, "Saudara-saudara sekalian, terimakasih telah berkenan menerima undangan dari sekte kecil kami."
Para Pendekar yang hadir saling berbisik. Sebagai sekte menengah, Gunung Seribu Pedang memiliki kekuatan tempur setara sekte besar. Sudah tidak bisa disebut sebagai sekte kecil lagi.
Tetua Pertama dari sekte Danau Dalam juga mengangkat cangkirnya, "Patriak Ji terlalu sopan. Seharusnya kami yang berterimakasih kepada Patriak karena telah mengundang kami."
Beberapa Tetua lain juga berdiri untuk mengangkat cangkirnya. Mereka bersulang dan menikmati jamuan yang telah disiapkan.
"Patriak,mengapa kita tidak langsung membahas inti pertemuan ini?" Ming Wei dari Gunung Api Surgawi berkata dengan tidak sabar. Dia memang terkenal dengan emosinya yang meledak-ledak.
"Tetua Ming, jangan terlalu terburu-buru. Semua orang tengah menikmati kedamaian yang entah bertahan sampai kapan," Yang Long dari sekte Naga Ilahi menanggapi Ming Wei.
__ADS_1
"Aku setuju dengan Tetua Ming. Lebih baik kita langsung membahas intinya," Xue Ying dari sekte Tombak Langit menyetujui Ming Wei. Tombak Langit adalah salah satu sekte yang diserang oleh Guci Darah.
Beberapa Tetua yang sektenya telah diserang juga angkat bicara. Diskusi langsung terjadi diantara para Tetua.
"Uhuk,uhuk. Baiklah, pertama-tama kita akan menjadikan rapat ini menjadi rahasia," Patriak Ji terbatuk untuk menarik perhatian.
Ekspresi Para Tetua menjadi lebih serius. Mereka memerintahkan orang-orang mereka keluar dari ruangan. Seketika ruangan hanya diisi penerima undangan rapat.
Orang-orang yang memakai topeng melepaskan topengnya untuk memverifikasi identitasnya. Terkecuali White String.
"Seperti yang kalian ketahui, beberapa waktu yang lalu Gunung Seribu Pedang telah mengalami serangan. Dan aku percaya kalian telah mengetahui dalangnya," Patriak Ji membuka rapat.
"Guci Darah itu sedikit merepotkan ya?" Tun Wong dari Jarum Bintang mendesah pelan."Amithaba,semoga jiwa-jiwa yang diperbudak mereka terbebas," Wu Mian dari Kuil Jembatan Neraka ikut-ikutan mendesah.
Para Tetua yang hadir melirik pemuda bertopeng giok yang duduk di samping Patriak Ji. White String menggeleng pelan, "Bahkan jika aku tidak turun tangan, Gunung Seribu Pedang masih bisa dapat mengatasi semua ini. Aku hanya membantu mengurangi korban."
"Kau terlalu sungkan. Semua orang telah melihat bagaimana satu tebasan darimu menghabisi ribuan undead waktu itu," Patriak Ji tertawa penuh penghargaan.
Para Tetua lebih terkejut lagi. Mungkin mereka akan sakit jantung saat mengetahui White String seorang diri yang memusnahkan gelombang undead.
"Pertemuan ini bukan untuk sekedar acara pemberian kata terimakasih,bukan?" lagi-lagi Ming Wei berkata dengan nada tidak sabaran.
"Tetua Ming,kita harus memang harus berterimakasih kepada White String. Dia akan menunjukkan sesuatu yang akan sangat mengejutkan bagi kita," Patriak Ji mempersilahkan White String.
__ADS_1
White String berdiri dan membungkuk hormat kepada semua tokoh Di ruangan. Dari telapak tangannya muncul sebuah layar yang perlahan-lahan membesar dan membentuk hologram. Para Tetua sampai terkagum-kagum dengan pemandangan tersebut.
"Guci Darah punya 20 Pendekar Dewa,100 Pendekar Langit,dan 1000 Pendekar Bumi. Diantara anggota mereka ada 500 Pengendali Iblis dan 300 Penyanyi Setan," White String memulai penjelasannya. Bahkan Patriak Ji sendiri sangat terkejut.
Pengendali Iblis mengendalikan undead dan Penyanyi Setan mengendalikan roh-roh jahat. Jika setiap orang mengendalikan seribu saja, dipastikan tidak akan ada yang bisa menandingi Guci Darah.
"Mereka menyembunyikan diri di bawah tanah Hutan Hitam. Dengan perlindungan alami dari para siluman yang berkeliaran di pintu masuk sekte mereka, hampir mustahil untuk menggerebek mereka," penjelasan White String benar-benar membuat Para Tetua terkejut dan takut. Jika semua yang dikatakannya benar, Guci Darah adalah ancaman terbesar saat ini.
Untuk beberapa saat, White String memejamkan matanya. Kemudian dia mengulurkan tangannya dan puluhan tali putih keluar.
Tali-tali putih mengarah ke arah langit-langit dan menjerat seseorang yang sedang bersembunyi di sana. Sosok tersebut terjatuh karena semua meridiannya dikunci oleh tali putih.
Para Tetua hanya bisa duduk dengan tenang karena aura White String mencegah mereka melakukan tindakan. Mereka sangat terkejut karena aura White String sangat kuat daripada Pendekar Dewa pada umumnya. Apalagi White String terlihat sangat muda. Bagi mereka yang bisa berumur ribuan tahun, usia lima puluhan sama seperti bocah yang bermain tanah.
Sosok yang jatuh menggeram dengan marah. "Bedebah! Jangan berpikir perban rapuh ini bisa menahanku!" Yin Qin meludah ke arah Para Tetua.
"Rapuh?" alis White String berkedut saat ini. Jelas-jelas Yin Qin terperangkap dan tidak bisa bergerak.
"Yin Qin,apa kau ingin menyusul ayahmu,Yin Zeng? Kalau begitu akan aku kabulkan," White String menggenggam tangannya dan tali-tali putih langsung membungkus Yin Qin seperti kepompong.
Yin Qin berteriak ketika tali-tali putih yang dianggapnya rapih itu melilit dan meremukkan tulang-tulangnya.
Di akhir,tubuh Yin Qin berubah menjadi genangan darah yang merembes ke lantai kayu.
__ADS_1
"Baiklah sampai dimana kita tadi," White String bertindak seolah-olah tidak terjadi apapun. Ia tidak mempedulikan ekspresi Para Tetua yang berubah horor