White String(Up Di Book Sebelah)

White String(Up Di Book Sebelah)
Bab 11


__ADS_3

Hujan mulai jarang turun. Tergantikan oleh kepingan-kepingan tipis salju yang dingin.


Pelajaran dilangsungkan di bungalo. Murid-murid memakai mantel tebal untuk menghangatkan diri.


Seorang anak laki-laki berusia 15 tahun melangkah ke bungalo dengan ekspresi acuh tak acuh. Sebelas pasang mata meliriknya dengan heran.


Tapi anak perempuan yang paling antusias. Mereka menghampirinya dan mengajaknya berkenalan. "Halo,adik kecil. Aku Chu Lian,tapi kau bisa memanggilku Senior Lian," Chu Lian mengulurkan tangannya untuk mengacak-acak rambut anak laki-laki tersebut.


Anak laki-laki tersebut menepis tangan Chu Lian dengan ekspresi aneh. "Ini aku,White String. Sekarang kalian harus memanggilku Long Shan."


"Eeh?!"


Semua orang sangat terkejut, dan Long Shan hanya memutar matanya dengan malas. Dia menyentuh glabellanya dan mereka masuk ke ruang terlipat.


"Ini Ruang Bintang. Kalian akan berlatih di sini. Yah,untuk penampilanku,anggap itu motivasi untuk kalian," ujar Long Shan.


"Motivasi untuk apa? Jika dalam tingkat kultivasi pun, seharusnya tidak berbeda jauh," giliran Lu Xiaoyi yang berbicara.


Long Shan mengangkat bahunya, "Maaf,tapi aku sudah mencapai Tingkat Pendekar Langit saat 15 tahun."


Semua orang merasakan dorongan untuk memuntahkan darah. Bakat mereka paling menonjol di klan,tapi baru mencapai tingkat Emas. Tak terbayangkan bakat yang dimilikinya.


✾✾✾

__ADS_1


Ruang Bintang telah berkembang selama dua bulan terakhir. Itu menjadi lebih luas dan mulai ada energi spiritual yang padat. Walaupun begitu,ruang yang ada masih belum stabil. Sehingga lebih mudah terbang daripada di ruang asli. Padahal seharusnya diperlukan Qi dan tubuh fisik yang setara dengan tingkat Pendekar Langit.


Kesebelas remaja berkeliling diantara ribuan manual kultivasi untuk memilih buku yang sesuai dengan pelatihan mereka.


Long Shan menunggu mereka sambil bermain go dengan Raja Emas Ape yang sekarang dipanggilnya Little Ape.


Langit-langit Ruang Bintang bak langit malam yang sejuk di musim panas dan itu tidak dingin sama sekali. Setelah memilih buku yang cocok, mereka turun dan mulai berkultivasi di bawah bimbingan Long Shan.


Mereka semua bekerja keras,bahkan Lu Xiaoyi yang paling sering bermain-main. Tak terasa dua bulan berlalu lagi.


Malam tahun baru di Gunung Seribu Pedang begitu meriah. Long Shan tak merasa telah membuang-buang waktunya karena kesebelas muridnya telah mencapai tingkat Pendekar Kaisar yang setara denagn murid dalam.


Kembang api warna-warni menambah kemeriahan perayaan. Para Tetua menggelar jamuan di rumah Patriak Ji. Long Shan juga diundang.


Awalnya para Tetua terkejut dengan penampilan Long Shan. Tapi setelah mengetahui kekuatan Long Shan,mereka lebih terkejut lagi. Tak pernah terbayangkan bagi mereka Pendekar Langit berusia 15 tahun.


Beberapa Tetua datang untuk memeriksa. Dan ada sebuah pohon aneh yang tumbuh di dekat pintu utara. Pohon itu memiliki nuansa tua seperti pohon beringin yang telah berumur ribuan tahun. Daunnya seperti benang merah yang biasa digunakan nenek untuk merajut syal.


Pohon itu menggunakan daunnya yang merah untuk menangkap beberapa orang dan menelannya melalui lubang besar di batangnya yang raksasa. Para Tetua maju untuk menghentikan pohon tersebut memakan lebih banyak korban.


"Jangan mendekat!Itu Pohon Jiwa Merah Tua!" Long Shan berusaha memperingatkan para Tetua. Tapi para Tetua sudah terjerat sulur Pohon Jiwa Merah Tua dan siap dimakan.


Tanpa pikir panjang Long Shan menarik pedangnya dan menebas sulur-sulur yang mengikat Tetua. Melihat mangsanya lepas,Pohon Merah Jiwa Merah Tua melepaskan lengkingan marah yang membuat sakit telinga.

__ADS_1


"Pohon itu sudah punya Roh Jiwa!" salah seorang berseru dengan ketakutan. Pohon Jiwa Merah Tua telah berumur ribuan tahun dan telah memiliki Roh Jiwa, sehingga memiliki kemampuan bertarung yang bahkan mungkin setingkat dengan Patriak Ji saat ini.


Yang membuat Long Shan bingung adalah,saat pertama kali mengunjungi Gunung Seribu Pedang pohon ini sudah ada.Dia berpikir Patriak telah menggunakan metode herbologi khusus untuk menumbuhkan Pohon Jiwa Merah Tua selama 100 tahun ini. Ia tak menyangka Pohon Jiwa Merah Tua tiba-tiba muncul di malam tahun baru.


Pohon Jiwa Merah Tua terus menyerangnya denagn membabi-buta. Tak membiarkan jalur keluar bagi Long Shan. Tapi ini hanya sebuah pohon yang tiba-tiba muncul dari dalam tanah,buka  sesuatu yang tidak bisa ditangani oleh Long Shan.


"Jika kau tidak menyerah,aku terpaksa menebangmu sampai ke akarnya," ancam Long Shan setelah mengikat Pohon Jiwa Merah Tua dengan tali putihnya.


"Jangan tebang aku!" isakan muncul saat sosok mungil mengintip dari balik dedaunan. "Roh Pohon yang telah memiliki tubuh fisik? Kupikir itu akan lebih mirip nenek-nenek," Long Shan masih enggan melepaskan ikatannya terhadap Pohon Jiwa Merah Tua.


Sosok mungil itu masih mengintip bahkan ketika Long Shan menyarungkan kembali pedangnya. Ia masih terlihat takut. "Namaku Ah Mei. Dan memangnya kenapa kalau aku sudah berumur ribuan tahun,aku tetap anak-anak. Aku juga tidak tahu bagaimana aku bisa tumbuh di sini,tapi mereka terlihat sangat enak!" Roh Pohon itu menatap para Tetua dengan pandangan lapar.


Long Shan menautkan alisnya,tak berharap Ah Mei akan lebih menyukai rasa orang tua yang akan mati. Long Shan mendekat dan menarik kerah baju Ah Mei sehingga di meronta-ronta, "Lepaskan tangan kecilmu itu dari tubuhku. Aku tidak mau diangkat oleh bocah sepertimu!"


Tak ada yang lebih baik dari mengumpan Ah Mei ke sarang binatang buas sekarang bagi Long Shan. "Ukuranmu bahkan tak sampai sehastaku dan kau bilang tanganku ini kecil? Kau harusnya tahu apa yang bisa kulakukan. Tetua Zhao,tebang pohon ini," Long Shan tersenyum mengerikan kepada Ah Mei.


"Wah,adik kecil,wah,jangan tebang rumahku. Huhuhu, akan kuberikan syal paling hangat hanya untukmu," Roh Pohon kini menangis dalam cengkeraman Long Shan. Senyum Long Shan belum memudar dari tadi,dan itu menimbulkan keringat dingin bagi semua orang.


〜〜〜


Hola gaiiss


maapkeun Bakulganyong yang jarang update ╥﹏╥

__ADS_1


Beberapa hari ini hayati lagi kuarang enak badan,jadi jarang nulis


Insyaallah kalo udah baikan bakal up 7-8 bab seminggu


__ADS_2