
"Kalian mungkin telah bebas. Tapi jangan berpikir bisa keluar dari sini dengan mudah. Tunggu aku kembali, setelah itu kalian bisa benar-benar terbebas," White String melemparkan sebuah cincin penyimpanan ke arah tahanan.
Seorang tahanan mengambil cincin tersebut dan terbelalak degan isinya. White String tidak ambil pusing dan segera keluar dari ruangan pengap tersebut menuju tujuannya,menghabisi sebanyak mungkin kekuatan Guci Darah.
Ia telah berganti pedang beberapa kali. Setiap pedang yang ia gunakan sama sekali tidak bisa menahan kekuatan yang dikeluarkan White String.
Berbagai macam tebasan dan jurus telah dikeluarkan. Meskipun begitu, White String sama sekali tidak terlihat lelah. Dengan Qi hampir tak terbatas,ia bisa menghabiskan puluhan ribu undead dalam waktu beberapa saat saja.
Undead memiliki kontrak dengan Pengendali Iblis. Ketika undead-undead miliknya mati, Pengendali Iblis dapat merasakannya. Hal tersebut berbeda dengan Penyanyi Setan. Penyanyi Setan memiliki roh-roh jahat sesuai dengan kultivasinya. Ketika roh-roh jahatnya musnah, Penyanyi Setan bisa-bisa ikut terbunuh.
Penyanyi Setan disebut Penyanyi karena senjata mereka berupa seruling,sitar, ataupun bunyi-bunyian lain untuk mengendalikan roh-roh jahat.
White String mempercepat gerakannya untuk menghabisi ratusan ribu undead sebelum para Pengendali Iblis menyadarinya.
__ADS_1
Ia memiliki kepercayaan diri untuk melawan seluruh Tetua Guci Darah sendirian. Tapi jika ia tidak bisa memusnahkan undead dan roh-roh jahat yang tersisa, bisa-bisa mereka menyerang orang-orang tak bersalah.
Setelah beberapa waktu, White String menyadari undead-undead itu lebih banyak daripada yang bisa diperkirakan. Sudut mulutnya mengerut menjadi sebuah senyuman. "Mau sebanyak apapun kalian,kalian akan habis hari ini," bisik White String.
Tebasan demi tebasan membunuh keseluruhan Undead milik Guci Darah. Ini hampir lewat dua jam.
White String menghembuskan napas keruh sesaat sebelum menulis pola prasasti untuk mengirim jiwa-jiwa undead tersebut ke neraka.
Ia kembali berubah menjadi sebuah tali putih dan melesat keluar dari dalam tanah. "Ah, rasanya lama sekali aku di dalam sana," gumam White String saat melihat cahaya matahari.
"Siapapun yang mengacau di area Guci Darah harus mati!" salah seorang murid mengambil kuda-kuda dan menyerang White String, diikuti beberapa siswa yang lain.
Namun White String tetap tenang. Walaupun mereka adalah Pendekar Langit, mereka cukup lemah dalam benturan fisik. Hal itu dikarenakan hampir seluruh anggota Guci Darah mencurahkan seluruh kultivasinya untuk mengendalikan undead dan roh-roh jahat. Sehingga mereka kurang melatih kekuatan tempur mereka.
__ADS_1
Walaupun begitu,bukan berarti mereka bisa dikalahkan dengan mudah. Guci Darah memiliki sebuah jurus yang bernama Pemecah Keheningan. Terkesan sederhana,tapi hampir seberbahaya tebasan dari White String.
Pemecah Keheningan menyerang organ dalam seseorang dan meledakkannya. Jurus ini hanya bisa digunakan ketika Qi hanya tersisa setengahnya. Karena itulah di awal-awal pertempuran, kelompok Guci Darah tidak terlalu kuat.
Terkepung, White String tersenyum samar saat menggunakan jurusnya, "Bagian Kedua Pedang Dewa Malam : Penghancur Bumi."
Bahkan tiga Tetua ahli Pendekar Dewa tidak mampu menahan satu serangannya. Mereka segera berubah menjadi abu disertai pekikan yang tertahan.
"Siapa kau? Berani-beraninya mencari masalah di sini! Jika kau ingin mati akan aku kabulkan!"
Suara menggelegar seperti petir datang dari arah berlawanan dengan White String.
"Mati? Sepertinya kalian perlu diajari bahayanya terlalu sombong."
__ADS_1
〜〜〜
Udah dibilang,tugas ane segudang ༎ຶ ෴ ༎ຶ