
"Ck!"
Setelah memberikan instruksi kepada para Tetua, White String bersiap untuk serangan dari Piton.
Ia mengalirkan Qi-nya ke cambuknya dan secara bertahap cambuk tersebut menjadi lebih panjang dan diselimuti energi misterius. Itu adalah Jurus Cambuk Dewa Matahari!
Sebelumnya, White String telah menggunakan Jurus Pedang Dewa Malam. Jurus tersebut sangat kuat. Dikatakan sang dewa yang menciptakan jurus ini sendiri baru menguasainya sampai bab keempat.
Total ada delapan bab. White String sebenarnya bisa menguasai sampai bab ketiga. Tapi ia belum menemukan pedang yang bisa menahan energi dari Jurus Pedang Dewa Malam,jadi ia sendiri tak mau repot-repot mengurusi bab kedua dan ketiga.
Selanjutnya Jurus Cambuk Dewa Matahari sangat misterius karena manualnya dikatakan pernah hilang dan hanya sedikit orang yang bisa menguasainya. White String sendiri mendapatkan manual teknik tersebut dari Kitab Jalan Langit. Menguasainya adalah sebuah keberuntungan.
Piton Skala Hitam terus membombardir area dengan bola api beracun. Para siluman bawahannya juga ikut menyerang.
Tujuan White String saat ini adalah menjatuhkan Piton Skala Hitam terlebih dahulu. Ia membuat dinding tali putih yang lain untuk berurusan dengan siluman yang lebih lemah.
Cambuk dan sisik beradu. Sisik mulai retak dan kehilangan kekokohannya, pertahanan kuat seolah tak berarti apa-apa di depan White String.
__ADS_1
"Kam-mu!!Bagai-mana-kamu-bi-sa-begitu-kuat?!?!" Piton menggertakkan giginya dengan marah.
"Yah,kalau aku lemah maka aku tidak bisa mengubah sejarah,kan?" White String makin membuat Piton marah.
Dari sela-sela sisiknya, Piton Skala Hitam mengeluarkan asap keunguan. Dalam sekali lihat orang bisa tahu kalau asap itu beracun.
Racun menyebar dengan cepat. Bahkan pasukan siluman ikut terkena dampaknya.
White String mencoba mnghalau asap dengan lengan bajunya. Sebelum ia menyadari racun tersebut tidak berguna untuknya.
"Heh,kita akan lihat apakah asap ini akan menghentikanku!"
Piton meronta-ronta,tapi belum bisa terbebas dari cambuk. Cambuk tersebut seperti rantai baja yang terus membelenggu Piton Skala Hitam.
"Ma-nusia,kalau-aku-ma-ti-kau-tidak-akan-mendapatkan-apa-pun!" Piton meraung.
"Aku tidak berniat membunuhmu. Apa kau ingin mengusulkan negosiasi?" White String menunjukkan senyum menyebalkan 'itu'.
__ADS_1
Lilitan cambuk mulai melonggar dan Piton juga berhenti meronta. Piton menyusutkan tubuhnya hingga ke wujud manusia bersisik sebelum memerintahkan pasukannya mundur.
White String menarik buku dari glabellanya. "Ini kitab yang dimaksud,bukan?" ia menunjukkan buku tersebut kepada Piton.
Piton mengangguk lemah, "Peramal mengatakan kita harus membunuh pemilik kitab atau tunduk kepadanya. Tapi,kita para siluman,tidak pernah tunduk kepada siapapun!"
White String menarik napas dalam-dalam. "Jika kalian ingin membunuhku,itu mustahil bagi kalian," White String mengembalikan kembali Kitab Jalan Langit ke glabellanya.
"Lalu? Apa kau ingin aku dan bawahanku tunduk kepadamu?" Piton Skala Hitam dalam wujud manusia menaikkan sebelah alisnya.
White String menjentikkan jarinya dan Great Ape muncul dari ruang kosong.
"Apa yang perlu bantuanku?" Great Ape memandang sekeliling.
"Bisakah kau bernegosiasi dengan siluman itu?" White String menunjuk Piton Skala Hitam yang dalam wujud manusia.
"Itu hal mudah!"
__ADS_1
White String memijat glabellanya saat melihat cara Great Ape bernegosiasi dengan Piton Skala yang. "Bukan begitu maksudku!"