White String(Up Di Book Sebelah)

White String(Up Di Book Sebelah)
Bab 13


__ADS_3

Ah Mei terus mengeluh karena suhu udara yang dingin di puncak gunung. Tapi Long Shan sama sekali tidak menggubrisnya. Toh, Ah Mei juga duduk di pundaknya,tidak kemana-mana.


Mereka melewati badai salju dan angin kencang. Beberapa kali juga bertemu Suku Serigala Salju dan Beruang Es. Mereka akhirnya sampai ke gua di puncak gunung.


Gua tersebut terlindung oleh tebing salju sehingga Long Shan perlu waktu untuk menemukannya. Gua tersebut juga cukup kering dan hangat. Ah Mei meminta turun dari punggung Long Shan dan berjalan-jalan di sekitar gua.


Tiba-tiba jeritan terdengar saat Long Shan membuat api unggun. Tubuh kecil Ah Mei segera menyusut di balik mantel tebal Long Shan.


"Monster,di sana ada monster!" Ah Mei menunjuk sisi gelap gua sambil menggigil. Long Shan mengeluarkan tongkat cahaya untuk menerangi bagian gua yang gelap. Ah Mei hanya mengekor di belakang Long Shan karena takut.


Di bagian gua yang ditunjuk Ah Mei ternyata ada sebuah lorong. Lorong tersebut tidak terlalu panjang,tapi sangat bisa membuat Ah Mei menjerit apabila ia tak sengaja menginjak ranting kering.


"Jangan masuk ke dalam,kumohon," Ah Mei menarik-narik ujung jubah Long Shan di ujung lorong. "Mei kecil,jika kau takut maka kau bisa meminta masuk ke Ruang Bintang sekarang," Long Shan berusaha membujuk Ah Mei agar tenang.


Ah Mei tidak mau diam dan malah mencoba menarik tangan Long Shan menjauh dari bibir lorong. "Ayo pergi,itu terlalu menakutkan!" tangan kecil Ah Mei mempunyai tenaga yang cukup kuat.


Long Shan tidak punya pilihan lain selain berjongkok dan pura-pura berpikir. "Nah,Mei Kecil,coba rasakan beberapa aura di sekitar sini. Apa kau menemukan sesuatu?" Long Shan membimbing Ah Mei meneliti aura di sekitar mereka.


Roh Pohon seperti Ah Mei memiliki indra yang kuat. Sehingga dengan mudah ia menemukan sesuatu yang salah dengan tempat tersebut. "Ada aura roh di sini. Tapi itu tidak membuktikan kalau tempat ini aman!" Ah Mei masih bersikeras ingin pergi.


'Roh Pohon ini agak merepotkan,' Long Shan membatin. Long Shan menghancurkan tongkat cahayanya dan disusul jeritan Ah Mei yang sangat takut gelap. "Wah! Tempat ini terlalu menakutkan untukku!"


Long Shan membungkam mulutnya dan menggendongnya memasuki ujung lorong. Tenaga Ah Mei sama sekali tak ada bandingannya dengan tenaga Pendekar Langit milik Long Shan.


Di balik lorong,ada sebuah hutan yang sangat kuno. Hutan itu dipenuhi oleh Pohon Jiwa berusia puluhan ribu tahun dari aura yang dipancarkannya.


Ah Mei membuka lebar mulutnya karena takjub. "Ada begitu banyak Pohon Jiwa di sini," Ah Mei berseru tanpa memperdulikan isyarat Long Shan.

__ADS_1


Tak disangka-sangka, mereka diserang oleh sulur dan daun-daun Pohon Jiwa. Long Shan bergerak melindungi Ah Mei dan melarikan diri masuk lebih dalam ke arah hutan.


Setelah merasa aman, Ah Mei melongokan kepalanya dari balik lengan Long Shan. "Dasar bodoh, apa kau tidak tahu kalau Pohon Jiwa yang berkelompok cenderung menyerang objek yang bukan anggota mereka?" Long Shan menurunkan Ah Mei dengan cara yang sangat kasar.


"Maafkan aku,kakak! Memangnya apa yang kita lakukan di sini? Kau tidak akan meninggalkanku,kan? Aku tahu aku telah membunuh beberapa orang murid tapi aku tidak mau di sini. Ayo pergi dari sini," Ah Mei bergulingan di rumput sambil menyuarakan hipotesisnya.


Lagi-lagi Long Shan memutar bola matanya. "Aku tidak akan meninggalkanmu di sini,aku akan membawa mereka," Long Shan menjelaskan dengan datar.


Mendengar dia tidak akan ditinggalkan, Ah Mei melompat dengan gembira. "Eh,membawa mereka?" kali ini jelas Ah Mei kebingungan.


Long Shan menggandeng tangan Ah Mei menuju bagian dalam hutan. "Tempat ini adalah ruang terlipat. Tak terlihat olehmu langit yang sangat cerah walaupun sedang ada badai salju di luar? Mereka sedang menjaga sesuatu di dalam sini,dan tugasmu untuk bicara dengan mereka," Long Shan menjelaskan sedikit sambil berjalan.


"Bicara? Dengan mereka? Kalau aku tidak mau?"


"Kalau kau tidak mau maka aku akan meninggalkan rumahmu di sini."


"Eh,jangan jangan. Oke oke,aku akan bicara dengan mereka."


Mereka terus berjalan ke tengah hutan Pohon Jiwa. Di tengah hutan adalah bagian yang paling menyeramkan menurut Ah Mei,tapi itu adalah tujuan Long Shan datang ke tempat ini.


Di tengah hutan ada prasasti batu dengan huruf hieroglif. Dalam prasasti tersebut tertulis :


Hutan Jiwa


Penjara bagi orang serakah,


Tempat orang-orang rendah hati berkumpul,

__ADS_1


Tak ada yang tahu awal dan akhir,


Yang diketahui hanyalah yang terlihat


-DiaoFei


"Kakak,apa kau memahami kata-kata ini? Dan siapa itu DiaoFei? Kedengarannya dia hebat," Ah Mei meraba huruf hieroglif saat bertanya kepada Long Shan.


"DiaoFei adalah seorang senior yang kutemui di Gua Bintang. Kebetulan aku mendapat sepotong dari ingatannya," jawaban datang dari Long Shan.


Ah Mei berputar-putar di sekeliling prasasti dan berseru saat menemukan sebuah lubang seukuran buku, "Ini! Disini! Mungkin sesuatu yang kakak cari ada disini!"


Long Shan memperhatikan lubang batu yang ditunjuk oleh Ah Mei sebelum mengeluarkan Kitab Jalan Langit dari glabellanya.


Prasasti batu terbelah menjadi dua bagian dan menunjukkan sebuah kotak giok yang tersembunyi di dalamnya.


Dengan hati-hati Long Shan mengambil dan membuka kotak giok tersebut. Dari kotak giok tersebut terbang sebuah mutiara seukuran telapak tangan yang bersinar terang.


Kitab Jalan Langit bereaksi dengan bergetar kecil sebelum kedua objek tersebut menyatu dan menyebabkan ledakkan cahaya.


Setelah ledakkan, keseluruhan Hutan Jiwa masuk ke dalam Ruang Bintang. Ruang Bintang juga telah mengalami beberapa perubahan signifikan. Gunung-gunung mulai bermunculan dan energi spiritual juga lebih padat.


Di bawah kotak giok ternyata ada sebilah pedang lengkap dengan sarungnya. Pedang tersebut memiliki gagang perak yang sangat cocok dengan sarung hitamnya.


Saat dikeluarkan,pedang tersebut membawa aura pekat yang sangat kuat. Long Shan ingin menyebutnya sebagai benda pusaka,tapi pedang tersebut tidak memiliki roh sehingga hanya bisa digolongkan sebagai senjata tingkat tinggi. Jadi Long Shan hanya memberinya nama Pedang Bintang.


Ketika selesai mencoba pedang barunya, Ah Mei datang bersama beberapa Roh Pohon. Mereka membungkuk hormat kepada Long Shan karena Long Shan telah otomatis menjadi Tuan Hutan Jiwa setelah menarik Mutiara Jiwa dan Pedang Bintang yang ditanam oleh DiaoFei dalam prasasti batu.

__ADS_1


Long Shan mengangguk sebagai tanggapan atas sikap mereka sebelum keluar dari Ruang Bintang, meninggalkan Ah Mei bermain bersama teman-teman sebangsanya.


Kini Long Shan melewati jalan yang dilaluinya tadi untuk kembali pulang ke Gunung Seribu Pedang.


__ADS_2