White String(Up Di Book Sebelah)

White String(Up Di Book Sebelah)
Bab 12


__ADS_3

Pohon Jiwa Merah Tua sudah dipindahkan Long Shan ke Ruang Bintang. Sedangkan Ah Mei bergelayut di lengan Long meminta rumahnya ditanam kembali. Karena terlalu berisik, Ah Mei ikut dilemparkan ke dalam Ruang Bintang.


Para siswa yang terluka juga sudah diberi kompensasi yang diambil paksa Long Shan dari Ah Mei tentu saja. Acara berlangsung damai sampai keesokan harinya.


Villa Putih


Kalender Kekaisaran Shu


Tahun 1402 bulan pertama


Long Shan melewati sebelas bungkusan kecil dan setumpuk besar buku di bungalo. "Apa ini?" Yuanling yang paling cepat menyelidik bungkusan-bungkusan kecil. Long Shan hanya menjawab singkat, "Hadiah tahun baru untuk kalian."


Setiap bungkusan punya nama sendiri. Yuanling dapat cincin penyimpanan berisi batu roh dan beberapa pisau terbang. Yang lainnya juga dapat, masing-masing tentu saja. Seperti Lu Xiaoyi yang dapat cetak biru boneka tempur dan Liu Xinxian yang dapat papan catur.


"Jangan terlalu senang dulu. Gunakan apa yang telah kalian dapatkan dengan baik. Aku akan pergi selama beberapa waktu dan pastikan kalian tidak mengendur dalam pelatihan kalian," Long Shan mengingatkan dengan tegas.


"Apa guru akan menjalani misi rank S?"


"Tidak,ini bukan misi. Mungkin misi kemanusiaan,itu tidak penting."


"Berapa lama guru akan pergi?"

__ADS_1


"Tergantung. Paling lama 2 bulan."


Sisanya bertanya tentang apa yang tidak mereka pahami dalam kultivasi. Selain tugas berkultivasi, Long Shan juga membebani banyak pr ilmu pengetahuan bagi mereka. Dirinya juga menitipkan beberapa buku untuk disampaikan kepada Gunung Seribu Pedang.


✾✾✾


Roh Pohon masih sangat kesal karena Long Shan mengambil paksa beberapa kristal roh dari rumahnya. Di dalam Ruang Bintang,dirinya pura-pura tertidur di salah satu dahan.Long Shan memutar matanya dengan malas. Roh Pohon satu ini benar-benar kekanak-kanakan,pikirnya.


"Little Ape,bangunkan dia," Long Shan meminta Little Ape mengguncang Pohon Jiwa Merah Tua sehingga menyebabkan Ah Mei terjatuh.


"Sialan kau manusia kecil!" Ah Mei terus mengumpat saat Long Shan menggandeng tangannya. "Dengar ya,di luar nanti panggil aku kakak. Aku janji akan memberikan apapun yang kau mau,tapi itu nanti setelah urusanku selesai," bujuk Long Shan.


"Kalau aku tak mau?" Ah Mei sama sekali enggan memalingkan wajahnya. Senyum Long Shan tumbuh mengerikan, sampai-sampai Little Ape harus menyingkir agar tak terkena efek merinding.


Mereka berdua pun keluar dari Ruang Bintang dan menuju deret Pegunungan Ances.Perjalanan mereka cukup lancar walaupun salju tebal sudah menutupi jalur yang mereka lalui. Tiba-tiba di tengah jalan...


"Tolong!Hiks, siapapun tolong aku!Hiks!"


Mereka bertemu dengan kawanan siluman Serigala Salju yang sedang mengejar seorang gadis. Gadis tersebut memiliki kulit seputih giok, yang kini dipenuhi luka gores dan kotoran. Mungkin gadis tersebut terpisah dari rombongannya dan akhirnya bertemu dengan Serigala Salju.


"Little Mei,kau tak mau menolongnya?" Long Shan menunjuk gadis tersebut dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya menggandeng Ah Mei. Ah Mei menggembungkan pipinya kesal,tapi dirinya mengulurkan tangan kirinya dan akar-akar pohon bermunculan. Akar-akar pohon melilit para siluman serigala dan mengusir mereka pergi.

__ADS_1


Setelah para serigala pergi,Ah Mei menolong gadis tersebut dan membantunya berjalan ke gua terdekat. Mereka membuat api unggun dan menghangatkan diri.


Setelah diberi pakaian hangat dan makanan, gadis itu mengenalkan dirinya sebagai Lian,putri ketua Suku Putih.


"Kakak,apa itu Suku Putih? Apa itu sekelompok manusia seperti tempat kita?" Ah Mei menatap tidak mengerti ke arah Long Shan. "Suku Putih tinggal di puncak Pegunungan Ances. Mereka berburu siluman dan jarang berinteraksi dengan orang-orang luar," Long Shan menggeleng pelan.


Lian juga mengangguk, "Suku Putih punya kepercayaannya sendiri,karena itu tidak suka turun gunung jika tak ada masalah mendesak. Tapi akhir-akhir ini Suku Serigala Salju memaksa Suku Putih keluar dari daerahnya. Waktu pindah,kami bertemu dengan mereka,dan aku terpisah dari anggota sukuku," bulir-bulir bening mengalir dari sudut mata Lian saat bercerita.


Tak terasa Ah Mei juga meneteskan air mata. "Kakak besar,Suku Serigala Salju sangat jahat. Ayo kita menolongnya," ajak Ah Mei.


Long Shan terdiam sejenak. Bertemu dengan putri Suku Putih sudah diluar rencananya. Dia tak ingin terlibat masalah yang tidak perlu. Tapi dibawah tatapan penuh harap Ah Mei dan Lian,Long Shan benar-benar kalah suara. "Baiklah-baiklah, berhenti menatapku seperti itu."


Ah Mei bersorak dengan gembira. Lian juga tersenyum penuh terimakasih. Hanya Long Shan yang berwajah masam.


Mereka melanjutkan perjalanan. Sesekali mereka bertemu dengan kawanan Serigala Salju yang sedang berburu. Tapi semua itu diatasi dengan mudah oleh Ah Mei. Lian sangat kagum terhadap Ah Mei dan Long Shan karena ini pertama kalinya dia bertemu orang asing. Dia merasa walaupun Long Shan belum mengeluarkan kemampuan bertarungnya, kemampuannya pasti sangat hebat. Kalau tidak Ah Mei tidak akan memohon kepadanya.


Jalan yang mereka lalui semakin terjal dan licin. Sehingga mereka harus sangat berhati-hati.


"Kakak,tolong!" Ah Mei menjerit saat dirinya terpeleset dan hampir jatuh ke jurang. Dengan cepat Long Shan menangkap tubuh mungilnya dan menggendongnya di punggung, "Hati-hati bodoh. Kau hanya punya satu nyawa."


Setelah meletakkan Ah Mei di punggungnya,Long Shan menawarkan tangannya kepada Lian. Awalnya Lian ragu, karena dia belum pernah bersentuhan dengan laki-laki. Tapi Long Shan menyeretnya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama untuk mereka menemukan perkemahan Suku Putih. "Ayah!" Lian sangat senang bisa kembali ke sukunya.


Tapi Long Shan langsung pergi tanpa sepatah kata pun. "Kakak,kenapa kita pergi?" Ah Mei yang masih duduk dipunggungnya menusuk-nusuk pipi Long Shan.Long Shan menghembuskan uap air saat ia berbicara dengan Ah Mei, "Dia sudah kembali ke sukunya. Kita sudah menolongnya bukan? Sekarang duduk diam dipunggungku atau kutinggalkan di sini."


__ADS_2