
White String membiarkan wajahnya yang seputih giok diterpa angin dingin dari pegunungan. Tali putihnya dibiarkan melayang dibelakangnya. Menambah aura kesuperioritasannya.
Setelah melihat anggota Suku Serigala Salju yang lari terbirit-birit,ia mengalihkan pandangannya kepada sisa anggota Suku Putih.
"Tuan Pendekar, kami sangat berterimakasih. Jika tidak ada Tuan yang membantu, suku kami pasti dimusnahkan hari ini," Lian membungkuk sedalam-dalamnya untuk menunjukkan rasa hormatnya kepada White String. Anggota Suku Putih yang lain juga mengikuti.
Lian telah menjelaskan beberapa hal dari situasi tersebut kepada ayahnya. YunFei terlonjak kaget saat mengetahui remaja 15 tahun yang beberapa saat lalu ia coba manfaatkan berubah menjadi pemuda yang menyelamatkan sukunya. Ia merasa sangat malu dengan apa yang ia coba lakukan dan sangat bersyukur karena sukunya masih ada.
Para gadis dari Suku Putih diam-diam terpesona oleh wajah tampan White String. Seandainya mereka tidak sadar diri akan status mereka,pasti White String sudah dikerubungi oleh para gadis.
Setelah menyimpan kembali auranya, White String mencoba berdiskusi dengan para anggota Suku Putih. "Daerah ini sudah tidak aman. Para Siluman Serigala pasti akan mencari kalian lagi. Akan lebih baik jika kalian menetap di suatu tempat," usul White String.
Para anggota Suku Putih saling berpandangan. Memang benar, Serigala Salju tidak akan melepaskan mereka. "Tapi, dimana kita akan pergi? Semua tempat di pegunungan ini telah dijelajahi oleh Suku Serigala Salju. Menemukan kami adalah semudah membalik telapak tangan," YunFei tersenyum kecut.
"Karena aku yang mengusulkan,berati aku punya solusinya. Kalian ikutlah denganku,akan aku jamin kalian akan aman," White String tersenyum menenangkan. Walaupun pertama kalinya ia membuka seluruh wajahnya, ia tidak merasa risih dengan tatapan para gadis. Ia sudah terbiasa dulu,saat di klan ataupun di sekte yang dikunjunginya.
Senyum White String memang memberi efek tenang dan lega kepada anggota Suku Putih. Tapi entah mengapa Lian merasakan rona merah muda tipis muncul di pipinya. Jadi ia memilih menundukkan kepalanya.
Setelah mengobati beberapa yang terluka. Mereka semua pergi mengikuti White String. White String menuntun mereka menuju sebuah lorong batu di sebuah tebing.
Dilihat dari jauh, lorong tersebut mungkin hanya terlihat sebagai dinding batu yang tertutup salju. White String menggunakan energi dari tebasan pedangnya untuk menyingkap lapisan salju yang menutupi lorong.
Suku Putih tidak bisa tidak berdecak kagum saat rumah-rumah batu yang dibuat menyatu dengan tebing muncul ketika lapisan salju menghilang. Mereka terbiasa tidur dibawah tenda yang dingin saat berpindah tempat. Dengan rumah batu ini, mereka bisa menghangatkan diri sambil berlindung dari Serigala Salju.
"Untuk berjaga-jaga,aku akan menulis sebuah batas prasasti di sini. Dengan begitu Serigala Salju harus berpikir ulang untuk menyerang kalian," White String mengeluarkan sebuah kuas dan mulai menulis pola rumit di udara.
__ADS_1
Setelah White String selesai menulis prasasti, Lian tidak bisa tidak bertanya, "Apakah Tuan adalah Master Prasasti?"
"Yah,kau mungkin bisa bilang begitu," White String menjawab disertai senyum kecil.
Master Prasasti menelusuri Dao Prasasti. Dari seribu orang di Benua Daratan Bulan,belum tentu menemukan satu. Itu karena para pendekar menganggap Master Prasasti hanya sebagai kemampuan sampingan selain kemampuan bertempur.
Pola yang digambar White String adalah Batas Prasasti. Ketika Suku Serigala Salju mencoba menembusnya,mereka akan merasakan tekanan menakutkan yang menghalangi mereka. Gunung Seribu Pedang juga memasang Batas Prasasti untuk mencegah siluman masuk tanpa ijin.
Selain Batas Prasasti,Master Prasasti bisa membentuk bermacam-macam jenis pola dan tulisan yang lain. Beberapa pola bisa dilukis di atas permukaan tubuh untuk meningkatkan kemampuan bertempur. Beberapa huruf dari Master Prasasti bahkan bisa membantu pendekar menembus kemacetannya. Tapi sekali lagi, Master Prasasti sangatlah langka.
Setelah mendapatkan beberapa kata terimakasih dari YunFei dan Lian, White String pamit. Beberapa saat kemudian,Lian menyadari sesuatu. "Sayang sekali kita lupa menanyakan namanya."
"Entahlah,tapi kita bisa meneruskan kepada anak cucu kita. Aku harap Tuan Pendekar tidak keberatan jika kami memanggilnya Pendekar Tali Putih," YunFei tertawa.
✾✾✾
White String menutupi kepalanya dengan tudung dari jubahnya. Di musim ini, berjalan-jalan dengan pakaian berlapis bukanlah hal yang aneh.
Ia menuntun Ah Mei menuju bangunan Paviliun Teratai Emas. Paviliun Teratai Emas adalah bisnis skala besar yang bahkan kita bisa menemukannya di seluruh penjuru Benua Daratan Bulan.
Saat melihat berbagai benda pusaka yang dipajang, mata Ah Mei bersinar dengan gembira. Ini pertama kalinya sejak ia keluar dari dalam tanah untuk mengunjungi tempat seperti Paviliun Teratai Emas.
Tempat tersebut bahkan sangat ramai saat musim dingin. Tapi itu baru lantai pertama. White String dan Ah Mei terus melanjutkan ke lantai tiga.
Lantai tiga penuh dengan berbagai macam prasasti. Karena tidak banyak yang tertarik, lantai tersebut cukup sepi. Jadi Ah Mei bisa dengan leluasa berkeliling.
__ADS_1
Beberapa prasasti tidaklah utuh,karena itu tidak menarik perhatian White String. Jadi ia mengalihkan perhatiannya kepada gulungan yang ada.
Gulungan-gulungan tersebut ditulis dengan bahasa kuno, sehingga sulit untuk dipelajari. Tapi tidak bagi White String,ia dengan mudah memahami maksud yang terkandung di dalam gulungan. Ia pun memborong beberapa gulungan yang menarik.
Saat pelayan membawa barang-barang White String,sudut mata White String menangkap sesuatu. Ia mengalihkan pandangannya dan menemukan sebuah prasasti yang telah sangat rusak dan tidak utuh.
"Prasasti tersebut sudah rusak dan sulit untuk dipelajari. Tapi seorang tetua pernah menawarkan 1000 batu roh untuk itu. Pemilik bilang batu tersebut ditemukan di sebuah reruntuhan kuno," jelas sang pelayan.
Dalam sekali lihat White String bisa tahu kalau prasasti tersebut sangat berharga. Tapi yang paling menarik perhatiannya adalah ada nama DiaoFei yang ditulis menggunakan kaligrafi kuno. Ia tidak tahu apakah orang dalam prasasti tersebut sama dengan Senior DiaoFei yang ia temui di Gua Bintang.
Ketika dia akan bicara, White String merasakan ada yang menarik ujung jubahnya. Jadi ia menunduk untuk melihat Ah Mei yang wajahnya penuh antusias.
"Mei'er,apa kau butuh sesuatu?" White String cukup bingung dengan wajah antusias Ah Mei. Ah Mei menggeleng kuat,tapi tidak berhenti tersenyum. "Ayo ikut aku dulu. Aku menemukan sesuatu yang menarik," Ah Mei berusaha menarik White String sekuat tenaga.
Sebelum membiarkan dirinya ditarik, White String berpesan kepada pelayan, "Tolong bawa itu juga,aku membelinya berapapun biayanya."
Ternyata Ah Mei membawanya ke tumpukan prasasti kuno yang sangat berdebu,tanda kalau sudah lama sekali benda tersebut ada di sana.
〜〜〜
Maapkeun Hin yang kurang fokus akhir-akhir ini🙏🏻🙏🏻
Seharusnya Little Ape itu jadi Great Ape,dan Mei kecil jadi Mei'er.
Ini karena ane yang kebanyakan baca novel terjemahan, jadi gaya nulis juga kebawa🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
Sekali lagi maapkeun yak,udah puasa ini:v