
Sejarah seperti negeri di balik awan. Banyak yang mempercayainya walaupun tidak ada yang berhasil membuktikannya.
Jutaan tahun sebelumnya,Daratan Bulan adalah tanah para Dewa. Mereka yang hidup hampir abadi berkeliaran di bumi seperti daun jatuh di musim gugur,memenuhi tanah.
Zaman manusia mencapai puncak keemasan. Tapi di saat paling gemilang tersebutlah bangsa manusia jatuh. Tak ada catatan sejarah yang merekam hal tersebut dengan akurat. Masa itu disebut masa 'Kejatuhan Besar'.
Lagipula tak ada yang mempercayai keberadaan Dewa Sejati. Setelah para Dewa menghilang,energi spiritual menyusut drastis. Membuat tidak ada lagi orang yang berhasil mencapai tingkat Dewa.
Bagaimana masa yang begitu gemilang tiba-tiba menghilang?
Pertanyaan ini menggelitik minat banyak orang. Ada yang percaya terjadi perang saudara,bencana iblis,kemunculan makhluk kuno yang kuat,bahkan ada yang percaya kalau Kejatuhan Besar terjadi akibat amarah dari surga yang iri.
Tidak ada jawaban yang pasti. Para pendekar sudah putus asa untuk mencari tahu kebenarannya. Apakah Pendekar Dewa adalah puncak dari dunia? Bagaimana dengan alam di atas itu?
Setelah Pendekar Dewa mencapai batas umur mereka,tak ada yang merasa puas atas ke mana mereka akhirnya pergi. Semua orang mati akan pergi ke neraka,menjalani raenkarnasi sesuai kehidupan yang mereka jalani sebelumnya.
Kehidupan berawal dari neraka dan berakhir di neraka. Seperti sebuah siklus tanpa akhir. Keberadaan surga yang misterius berdiri di belakang neraka,mengawasi agar tak ada yang melanggar hukum dunia.
__ADS_1
Jika keberadaan Dewa melanggar aturan surga,mengapa bisa ada begitu banyak Dewa sebelum masa Kejatuhan Besar?Mungkinkah surga dapat berubah seiring waktu?
Apa sebenarnya surga itu? Tak ada yang tahu jawabannya. Surga dapat diibaratkan seperti penegak hukum bagi alam-alam dibawahnya.
Jika bukan karena surga,Kejatuhan Besar dapat diakibatkan karena bencana iblis dan kemunculan makhluk kuno.
Makhluk kuno tidak dapat diprediksi. Mereka dapat menjadi musuh atau sekutu bagi umat manusia. Singkirkan makhluk kuno seperti Naga Kuno dan Singa Surgawi,mereka sudah punah sejak lama. Yang tersisa adalah garis keturunan mereka.
Tersisa bencana iblis. Ada catatan yang menyebutkan tentang bangsa yang hidup di luar Daratan Bulan. Mereka disebut Bangsa Iblis.
Bangsa Iblis sangat jahat. Mereka gemar melakukan pembantaian dan suka memakan manusia. Dengan hanya masalah kecil dapat membuat mereka menggila dan meneriakkan seruan membunuh.
Bisakah itu perang saudara? Hanya orang gila yang membunuh lebih dari setengah populasi untuk menjatuhkan zaman keemasan manusia tanpa alasan yang jelas.
Bahkan kita belum menyebut Bangsa Siluman. Bangsa Siluman sering dikaitkan dengan Bangsa Iblis, walaupun itu setengah benar. Sebagian kecil kekuatan Bangsa Siluman menjadi kaki tangan Bangsa Iblis untuk menciptakan bencana iblis kecil.
Bangsa Siluman hampir sekuat bangsa manusia. Mereka memiliki Raja Siluman yang menguasai wilayah terpencil mereka masing-masing. Sebagai bangsa yang cukup penyendiri, keberadaan Raja Siluman berada jauh dari jangkauan manusia.
__ADS_1
Jawabannya ada di dunia yang lain dan tidak berada di Benua Daratan Bulan. Untuk pergi ke sana,Pendekar Dewa biasa akan mengalami kesulitan besar. Orang-orang terpilih Kaisar Langit-lah yang dapat menemukan semua pertanyaan ini.
✾✾✾
White String menggosok alisnya ketika membaca gulungan yang ditulis oleh DiaoFei. Tata bahasa yang berantakan tidak menjadi masalah besar baginya. Tapi ia masih belum memahami apa maksud teks ini.
Ia melirik ke arah langit. Mata hitam sempurnanya seolah menembus lapisan awan dan menjelajah luar angkasa luas.
Ia menghela napas saat menyingkirkan gulungan, "Jika seseorang ingin,ia hanya perlu terus terbang menembus awan dan melihat apa yang disembunyikannya."
Pendekar Dewa dapat dengan mudah melayang ribuan meter ke langit. Tapi masih lebih mudah menanam pohon di padang pasir daripada menembus awan. Menunjukkan betapa sulitnya mencari sebuah jawab pasti dari negeri di balik awan.
"Kakak, pertandingan dua ratus besar akan dilaksanakan besok. Apa kau memiliki harapan besar?" Hua Wei tiba-tiba menerobos masuk sambil membawa satu set skrip jimat.
White String yang masih memandang langit dari jendelanya hanya melirik sebentar ke arah Hua Wei. "Aku tidak akan menaruh harapan. Mereka akan berusaha dia atas kedua kaki mereka sendiri."
〜〜〜
__ADS_1
Bab Gajeヽ(・ˇ∀ˇ・ゞ)