
"Apa kau yakin ini akan berhasil?" Mo Fan duduk bersila di atas lapisan tipis es sambil bertelanjang dada. Sekujur tubuhnya menggigil kedinginan.
"Sudah dibilang mau atau tidak itu terserah. Jika kau mau menyerah sekarang kami juga tidak dirugikan," Ah Mei mendengus dingin.
"Tapi aku merasa kita harus memilih metode lain. Aku tidak terlalu yakin dengan hal ini," Mo Fan dengan canggung menggaruk kepalanya.
"Aku juga sama tidak yakinnya denganmu. Aku tidak bilang metodeku akan berhasil. Tapi kemungkinan untukmu gagal itu tidak kecil," White String sibuk melukis pola prasasti di atas danau.
Dalam Penyimpangan Jalur Yin-Yang, meridian akan terbalik. Walaupun tidak secara harfiah, Penyimpangan Jalur Yin-Yang merupakan masalah dalam kultivasi. Terutama untuk jiwa.
White String meminta Mo Fan mempraktekkan manual kultivasi Kobaran Surgawi yang beratribut Yang sementara dirinya melukis prasasti. Hawa Yin mulai berputar di sekeliling Mo Fan saat berkultivasi.
Walaupun hawa Yin memancarkan aura dingin, tubuh Mo Fan perlahan memancarkan kehangatan yang melelehkan es di bawah kakinya.
Pola prasasti juga bersinar terang saat bersentuhan dengan hawa Yin. Prasasti melingkari tubuh Mo Fan dan membungkusnya.
Saat inilah White String terlihat menjadi serius. Dia mulai menulis beberapa kata kuno dan dengan jentikan tangan, kata-kata kuno meluncur masuk ke tubuh Mo Fan. White String juga merilis beberapa jarum perak yang diisi dengan Qi untuk membantu penyumbatan meridian Mo Fan.
Waktu berlalu dengan cepat. Aura Mo Fan melonjak dan ledakan kecil terdengar dari tubuhnya. Pola prasasti sudah terserap sempurna dan menghilang di bawah kulitnya, menyegel jiwanya.
Mo Fan sangat senang karena telah dapat membuat terobosan tanpa jiwanya terganggu. Ketika dia berdiri, lapisan es dibawahnya retak dan ia jatuh ke dalam kolam setengah beku yang sangat dingin.
"Ah!"
Ah Mei hanya menatap acuh tak acuh tanpa niat untuk menolong.
✾✾✾
Di sebuah ruang pribadi Paviliun Teratai Emas, Mo Fan berkerudung selimut wol sambil menyeruput obat pahit yang diracik White String.
"Bukankah meridianku telah terbuka? Aku seharusnya tidak perlu apa-apa lagi selain fokus berkultivasi," Mo Fan meringis dengan pahit.
__ADS_1
Ah Mei mengaduk supnya sambil mengernyit. "Jangan terlalu senang. Langkah awal hanya menyegel jiwamu,perlu beberapa langkah lagi agar bisa pulih sepenuhnya," Ah Mei mendengus.
White String memilih diam dan fokus untuk mengunyah makanannya. Tapi keheningan membawa suasana yang canggung.
"Aku sudah memasukkan beberapa kata kuno ke dalam Dantian-mu. Asal kau memahami esensi dari kata-kata tersebut, kemampuanmu akan melonjak dan tidak memerlukan lagi segel jiwa," White String mengendikkan bahunya.
"Tapi jika jiwaku tidak disegel, aku akan kesulitan melakukan terobosan,kan?" Mo Fan sedikit bingung.
White String memutar bola matanya dengan malas, walaupun tidak ada yang melihatnya karena dia masih memakai tudung.
Ketika dia akan menjelaskan alasannya kepada Mo Fan, Ah Mei mendahuluinya, "Segel jiwa memang membantumu mencapai terobosan kecil. Tapi ketika menembus tingkat Pendekar Langit, segel jiwa juga akan menghalangi Roh Primordial keluar dari tubuhmu."
Terobosan kecil dibagi menjadi awal,1,2,dan puncak. Setiap terobosan kecil dapat membawa seorang pendekar ke ketinggian yang sama sekali baru.
Mo Fan mengangguk menyadari. Dia tidak menyangka masalah jiwanya bisa sekompleks itu.
✾✾✾
Gunung Seribu Pedang
Tahun 1402 bulan pertama
Langit tertutup mendung seluruhnya. Menambah hawa dingin di musim bersalju yang menusuk tulang. Para Tetua tidak henti-hentinya melepaskan Persepsi Spiritual untuk memantau seluruh area sekte.
Ya,selama White String pergi ke Pegunungan Ances dan Kota Mo ada banyak hal yang telah terjadi. Salah satunya adalah Guci Darah yang mengirim puluhan ribu roh jahat ke sekte-sekte menengah dan kecil di sekitar wilayahnya.
Gunung Seribu Pedang juga menjadi salah satu target dari Guci Darah. Tapi dengan kekuatan sekte sekarang, Gunung Seribu Pedang masih memiliki beberapa kerugian.
Salah satunya adalah jumlah kematian dalam misi yang terus meningkat. Hal ini dikarenakan misi menjadi berkali-kali lipat lebih sulit karena murid sekte juga harus menghindari serangan roh jahat dan siluman.
Puncaknya ketika White String ingin memberikan beberapa gulungan kepada Tetua Bai yang menjaga perpustakaan.
__ADS_1
Tanah bergetar dan angin berhembus kencang. Seperti badai yang disertai dengan gempa. Tapi anehnya hawa Yin samar-samar terasa lebih pekat.
Ribuan sampai puluhan ribu roh jahat melayang di atas langit gunung. Walaupun mereka tidak bisa masuk karena prasasti yang dipasang di sekitar sekte, masih banyak murid sekte yang menjerit karena terpengaruh aura iblis yang dibawa roh jahat.
Tepat ketika Para Tetua ingin memasang Formasi Mantra, sekumpulan undead melewati Batas Prasasti dan masuk ke wilayah asrama.
Para murid dalam dan murid inti membentuk kelompok untuk membasmi para undead. Kalah jumlah sama sekali tidak mengendurkan semangat mereka.Walaupun undead berjumlah ribuan dan tak kenal lelah dan rasa sakit,para murid sekte masih berjuang bahkan ketika tahu mereka akan mati.
Setidaknya mereka mati dengan terhormat dan berhasil menjadi seorang pendekar, pikir mereka.
Pasukan undead terus menekan murid Gunung Seribu Pedang. Ketika kemenangan sepihak hampir didapatkan pasukan undead Guci Darah, sesuatu yang mengejutkan terjadi.
Ratusan bahkan ribuan tali putih entah dari mana menembus tubuh undead dan meledakkan mereka. Sulur misterius juga muncul dari dalam tanah dan menjulur keluar untuk menangkap roh-roh jahat dan menghancurkan mereka menjadi ketiadaan.
Tanah bergetar kembali. Tapi kali ini muncul beberapa pohon kuno yang menaungi hampir seluruh wilayah Gunung Seribu Pedang.
"Bawa yang terluka untuk diobati. Kumpulkan yang selamat untuk berlindung di bawah Pohon Jiwa. Beberapa Tetua awasi para murid,sisanya ikut aku melawan gerombolan undead," White String mengomando dengan suara yang bisa didengar oleh semua orang di Gunung Seribu Pedang.
Patriak Ji tidak bisa hadir karena masih dalam pengasingan. Jadi seluruh urusan sekte diawasi oleh Tetua yang bertanggungjawab.
"Mei'er,aku serahkan roh-roh jahat padamu," White String juga mengomando Ah Mei dan beberapa Roh Pohon. "Serahkan padaku," Ah Mei dengan bersemangat menelan esensi jiwa dari roh-roh jahat yang dihancurkannya. Beberapa Roh Pohon lain juga tak mau ketinggalan.
"Ribuan undead hanya jumlah kecil bagiku. Tapi sesekali olahraga lumayan bagus," White String berkata kepada dirinya sendiri saat mengatur tali-tali putih untuk meledakkan pasukan undead.
Ia juga melepaskan jarum Qi beratribut Yang untuk menghancurkan mereka. Ditambah Para Tetua,jumlah undead dapat dengan mudah diatasi.
Tiba-tiba...
〜〜〜
Tiba-tiba kuota ane sekarat jadi kemaren ga bisa up:v
__ADS_1
Maapkeun yak