White String(Up Di Book Sebelah)

White String(Up Di Book Sebelah)
Bab 60 : Angin Merah


__ADS_3

"Menurutmu,berapa kemungkinannya untuk menang?" Xiao Mi melihat arena sebentar sebelum melirik White String.


"Paling sedikit delapan puluh persen," White String menjawab dengan tenang. "Tapi lawannya cukup kuat. Bagaimana jika kita bertaruh?" tidak ada keseriusan dalam perkataannya,ditambah lagi Xiao Mi tertawa di ujung kata-katanya.


"Baiklah,aku bertaruh keadaan akan terbalik setelah seratus gerakan," White String memiliki kepercayaan mutlak bahwa muridnya tidak akan kalah. Setidaknya,seri.


Xiao Mi tidak berharap kalau White String menanggapinya dengan serius. Dia juga memasang taruhan, "Semua barang-barangku semula adalah milikmu. Tapi aku punya sebuah cetak biru yang aku dapatkan dari Paviliun Teratai Emas yang akan aku pertaruhkan. Jika aku menang aku akan meminta satu permintaan darimu. Aku bertaruh lawannya akan jatuh sebelum seratus gerakan."


Taruhan di antara para penonton biasa terjadi. Jika beruntung, seseorang akan dapat membawa keuntungan dua kali lipat paling sedikit. Bahkan jika sedang sial,masih mungkin untuk mendapatkan beberapa koin emas. Walaupun ada beberapa orang yang bertindak curang.


Platform pertempuran dipenuhi dengan suhu panas. Penonton di baris terdepan bahkan dapat merasakan udara panas menerpa wajah mereka.


Hou Yang memegang kipas lipatnya. Dia terus menumpuk auranya untuk menekan Xiao Xuan. Wajahnya menunjukkan senyum sombong saat melihat setetes besar keringat mengalir di tepi wajah Xiao Xuan.


"Saudara Junior,aku tidak akan melebih-lebihkan dirimu sendiri. Akuilah kekalahanmu secara adil," Hou Yang berkata dengan acuh tak acuh.


"Akui kekalahan?Seharusnya itu menjadi kata-kataku!" Xiao Xuan tersenyum dingin. Dengan kedipan mata,ia menarik pedangnya dan menyebarkan auranya untuk melawan balik aura Hou Yang.


Hou Yang yang sangat terkejut mundur setengah langkah ke belakang. "Hanya menang dalam hal aura saja terlalu sombong. Kalau memang mampu, hadapi jurus ini. Sembilan Lapis Neraka!" Hou Yang segera menarik ekspresinya dan melemparkan kipas lipatnya.


Kipas lipat yang terbang segera terpecah menjadi dua,lalu empat,hingga menjadi sembilan buah kipas. Lalu setiap dari sembilan kipas membawa nyala api yang berbeda-beda.


Legenda mengatakan bahwa neraka memiliki sembilan ratus sembilan puluh sembilan lapisan. Setiap lapisan diperuntukkan oleh kelompok orang yang berbeda-beda pula. Ada neraka untuk orang baik dan sang Buddha,serta neraka untuk orang-orang yang berjalan di jalur iblis.

__ADS_1


Sembilan Lapis Neraka adalah perwujudan kasar mengenai neraka. Jurus ini tentu saja bukan dari neraka asli,hanya terinspirasi dari legenda tersebut. Penulis menggunakan beberapa bagian dari cerita Sun Wi Kong dan legenda asli Tiongkok.


Kipas lipat bergerak di dalam angin. Sangat sulit untuk menentukan di mana letak kipas lipat yang asli. Sembilan kipas lipat menyerang Xiao Xuan secara bergantian. Hal ini terus berlanjut hingga seratus gerakan berikutnya. Sambil menggambar pedangnya,Xiao Xuan mencibir Hou Yang di dalam hatinya.


Hou Yang masih membentuk segel tangan saat Xiao Xuan bergerak kepadanya. Wajahnya memucat,dan ia segera memanggil kembali kipasnya. Sekuat apapun serangannya dalam jarak jauh,jika seseorang dapat menutup jarak,ia yang akan berakhir dengan kekalahan.


Tepat saat pedang Xiao Xuan bertabrakan dengan sisi kipas lipat Hou Yang,angin kencang bertiup dari bawah kaki mereka. Angin tersebut bukan angin biasa,karena orang samar-samar bisa melihat percikan api yang berputar-putar di dalam angin.


Angin membungkus tubuh Xiao Xuan,membentuk domainnya. Dengan lambaian tangan, kilatan merah terbang ke arah Hao Yang.


Kilatan merah tidak terlihat kuat sama sekali,lebih mirip percikan kembang api bahkan. Tapi kenyataan kilatan cahaya merah ini mengandung Qi yang cukup padat. Hao Yang melakukan yang terbaik untuk memblokir kilatan-kilatan merah.


Saat lawannya disibukkan dengan percikan cahaya,Xiao Xuan menancapkan pedangnya ke tanah dan mulai membuat segel tangan. Angin kembali berhembus dari bawah kakinya. Kali ini,lebih kencang dan lebih panas.


Xiao Xuan mencabut kembali pedangnya dari tanah. Dan menyerbu ke depan. Angin merah berkumpul di ujung pedangnya.


Apa itu badai padang pasir? Di daratan tandus,angin kering akan bertiup sewaktu-waktu. Kesedihan dari kesepian akan tercermin dari angin kering ini.Ketika masa berlalu,musim telah berganti. Awan gelap menutupi langit seperti permadani abu-abu. Tak ada gemuruh guntur,hanya deru angin yang terdengar memilukan.


Badai menerbangkan butiran-butiran tanah merah. Menutupi daratan dengan angin merah yang mengaburkan penglihatan seseorang. Udara panas mengalir bersama dengan angin merah,seperti obor di ruang bawah tanah yang lembab.


'Dari setiap langkah yang aku ambil,angin merah akan membawaku terbang!' Xiao Xuan berseru di dalam hatinya.


"Aku menyerah!"

__ADS_1


Sebuah suara tiba-tiba mengejutkan semua orang yang hadir. Xiao Xuan juga terkejut,dia hanya sempat mendaratkan serangannya dua jari di depan kaki Hou Yang. Bahkan setelah menggunakan seluruh kemampuannya untuk menghentikan serangan,ia masih hampir jatuh tersungkur karena momen tak terduga ini.


Hou Yang menahan keringat dingin ketika arena membelah di depan kakinya. Jika serangan itu mengenainya,apa yang terjadi?


"Maaf,apa kau bisa mengulangi perkataanmu barusan?" dirinya menatap Huo Yang dengan ragu-ragu. Bukankah Huo Yang ini yang mengejek Xiao Xuan di awal?


Huo Yang menggigit bibirnya,jelas ia agak tidak rela kalah dalam kekalahannya yang ini. "Aku mengakui kekalahan,puas?!" dia membuang lengan bajunya dan bersiap meninggalkan arena.


Xiao Xuan menggaruk pipinya dengan ekspresi kekanak-kanakan, "Paling banyak yang bisa aku lakukan adalah mengirim mundur dirimu,Huo Yang. Tapi jika kau bersikeras untuk melwan jurusku tadi,mungkin kau akan berusaha lebih keras untuk pertandinganmu berikutnya. Bisa kukatakan,kau mengambil keputusan yang benar."


Kata-kata Xiao Xuan seperti belati tajam yang menusuk tepat di jantung Huo Yang. Huo Yang hanya mendengus dingin dan segera keluar dari platform pertempuran.


Penonton di luar arena hanya akan melihat Xiao Xuan memberikan ibu jari tangan kanannya dan Huo Yang pergi begitu saja. Dari sekian banyak wajah terkejut,Xiao Mi jelas salah satunya.


"Kakak, bagaimana kau bisa menebaknya? Apa kau bisa melihat masa depan?" Xiao Mi menatap White String dengan pandangan tak percaya. Xiao Xuan benar-benar mengembalikan keadaan setelah seratus gerakan.


"Hanya menebak," White String tersenyum misterius. Sepertinya penulis ingat menuliskan kalau seseorang memiliki kepercayaan mutlak untuk muridnya.


〜〜〜


Karena klinik Tong Fang tutup jadinya penulis pergi berlibur ke Aokigahara lewat yutub:v


FYI,daerah Utara China sebagian besar adalah gurun dan warna tanahnya emang merah,ga kaya gurun pasir di Timur Tengah yang warnanya kuning kecokelatan

__ADS_1


__ADS_2