
Di pinggir tebing, Long Shan melihat sekelompok orang yang bertarung dengan kawanan Suku Serigala Salju. Mereka terlihat sedang melindungi beberapa orang gadis yang sedang ketakutan di bibir jurang.
"Suku Putih?" alis Long Shan agak tertaut. Dengan ilmu meringankan tubuh, Long Shan dengan cepat tiba di tengah pasukan Suku Putih.
Dirinya mencabut Pedang Bintang dan menebas beberapa ekor serigala sekaligus. Anggota Suku sangat terkejut tapi dengan cepat menyingkirkan rasa terkejut mereka karena masih banyak Suku Serigala Salju yang mengepung mereka.
Beberapa ekor serigala yang melihat rekannya terbunuh begitu mudah segera melarikan diri. Anggota Suku Putih menghela napas lega.
"Tuan Pendekar!" Lian berseru dengan gembira saat mengenali Long Shan. "Ayah,orang inilah yang menolongku saat terpisah dari anggota suku," Lian memperkenalkan Long Shan.
YunFei adalah ayah dari Lian, sekaligus Kepala Suku Putih. Ia memiliki sorot mata yang tajam dan tak bersahabat yang diarahkan untuk Long Shan. Dengan postur wajahnya, orang akan mudah terintimidasi. Namun tidak bagi Long Shan.
"Ara~Aku berterimakasih kepada Tuan Pendekar kalau begitu. Boleh aku tahu nama dan asalmu?" YunFei berusaha terlihat ramah walaupun tangannya mencengkram erat Long Shan saat berjabat tangan. "Long Shan, Gunung Seribu Pedang," Long Shan sama sekali tidak merasakan apapun saat dicengkeram YunFei.
"Oh?" YunFei sedikit terkejut, "Gunung Seribu Pedang berjarak ribuan li dari sini. Pasti kau telah menempuh perjalanan yang panjang."
"Aku terbang dari sana," Long Shan tersenyum tipis melihat ekspresi YunFei. Dapat terlihat bahwa YunFei hanya ada di puncak Pendekar Bumi dan hanya selangkah dari Pendekar Langit. Mengetahui lawan bicaranya bisa terbang, YunFei menjadi lebih waspada.
Menjadi rahasia umum kalau terbang adalah kemampuan khusus Pendekar Langit dan tingkat di atasnya. Untuk suku kecil seperti Suku Putih, menghancurkannya hanya semudah membalik telapak tangan. Tapi YunFei memiliki pemikiran yang lain tentang Long Shan.
Mereka memasuki sebuah gua. Suku Putih adalah suku nomaden, jadi gua ini jelas baru ditemukan beberapa waktu lalu. Para wanita menyiapkan api unggun untuk memasak sedangkan pria mencari kayu bakar di sekitar gu dan membersihkan hewan buruan. Long Shan hanya menonton dari samping.
Tiba-tiba Lian memeluk lengan Long Shan dari arah samping. Dia mengenakan mantel putih yang menonjolkan bentuk tubuhnya. Mungkin dia lupa kalau Long Shan masih 15 tahun sekarang. Tapi sayangnya banyak yang menikahkan anak-anak mereka sejak usia 14 tahun.
Lian terus menggoda Long Shan walaupun Long Shan sudah berusaha keras menolaknya dengan alasan ingin berlatih. Tak mungkin Long Shan tak tahu tujuan YunFei. Dia ingin mengikat Long Shan ke Suku Putih melalui Lian.
Tapi mungkin yang YunFei tak tahu,Long Shan telah melihat berbagai pertempuran dan menjadi ahli siasat yang licik. Tipuan YunFei sama sekali tak ada artinya bagi Long Shan.
__ADS_1
Badai salju belum berhenti hingga matahari menyembunyikan cahaya. Api unggun bersinar di bawah aurora malam. Pemandangan yang indah jika tak ada situasi canggung di sekitarnya.
YunFei mencoba membuka pembicaraan dengan Long Shan, "Pendekar, Lian sangat cantik dan berbakat. Dia juga terlihat menyukai anda, mengapa anda tidak bermalam dengannya danĀ tinggal bersama kami?"
Long Shan mencoba menanggapinya dengan senyum tipis, "Kepala Suku,aku hanya pendekar yang lewat dan tidak memiliki maksud apapun. Menolong kalian adalah kewajibanku."
Garis-garis gelap muncul di wajah YunFei karena ketidaksenangan, "Apakah Lian tidak cukup?Aku memiliki beberapa keponakan yang tidak lebih buruk dari putriku."
Pembicaraan YunFei lama-lama semakin melantur, dia bahkan menawari istrinya sendiri. Beberapa kali YunFei juga menawarkan anggur, tapi ditolak dengan halus oleh Long Shan. Karena anggur tersebut telah disiapkan YunFei dan dicampur obat.
"Suku Serigala Salju punya daerah mereka sendiri. Patriak, kenapa tiba-tiba mereka memburu kalian?" pertanyaan Long Shan nyaris membuat YunFei tersedak. Dia buru-buru mengalihkan pembicaraan.
Tak lama,salah seorang anggota suku datang sambil berteriak, "Suku Serigala telah datang! Mereka menuntut kepada Kepala Suku!"
YunFei terlonjak dari tempat duduknya. "Berani-beraninya mereka datang ke tempat ini!" YunFei mendengus kesal saat mencabut kapaknya.
Beberapa anggota suku yang lain juga bersiap bertarung. Kali ini muncul beberapa siluman serigala yang setingkat Pendekar Bumi. Walaupun ada beberapa anggota Suku Putih yang juga setingkat Pendekar Bumi, mereka jelas kalah jumlah.
Meskipun hanya di tingkat Pendekar Kaisar, YunFei tahu Du Lang bukanlah seseorang yang dapat diprovokasi. "Hmmp, seandainya kalian tidak membunuh anggota sukuku duluan,aku tidak keberatan menikahkannya denganmu. Lagipula sekarang dia telah menemukan orang yang disukainya, dan dia lebih kuat darimu ataupun siluman tua itu," YunFei berkata dengan dingin.
Raut wajah Du Lang menjadi gelap saat ayahnya disebut sebagai siluman tua. "Kau menjijikkan dasar manusia, hari ini aku akan menghancurkan sukumu!" Du Lang mengisyaratkan agar pasukannya mulai maju.
"Hancurkan mereka!"
Dua pasukan anggota suku saling bertemu dan bertarung. Pertumpahan darah antar suku ini benar-benar tidak dimengerti oleh Long Shan. "Nona Lian,apa yang terjadi?" Long Shan bertanya kepada Lian yang gemetar ketakutan.
"Tuan,itu adalah kesalahpahaman. Suku Putih pernah mengalami wabah,jadi Kepala Suku meminta bantuan kepada Suku Serigala Salju. Tapi mereka memintaku untuk menikah dengan Du Lang."
__ADS_1
"Ayahmu terpaksa setuju,dan sejak saat itu Suku Serigala Salju banyak menindas anggota Suku Putih. Jadi ayahmu menolak pernikahan ini?" Long Shan coba menerka apa yang terjadi.
Lian mengangguk, "Tapi Kepala Suku Serigala Salju bilang kalau aku sudah menikah dan mempelai pria bisa mengalahkan Du Lang, Suku Putih akan bebas dari perjanjian pernikahan."
Kali ini Long Shan hanya menghela napas, "Jadi ayahmu mencoba segala cara agar aku menikahinu dan membalas Suku Serigala Salju?"
"Tuan,aku minta maaf. Aku sama sekali tidak bermaksud, kami sangat terpaksa. Jika pernikahan ini dilangsungkan,maka seluruh Suku Putih akan dimusnahkan," Lian mulai menangis.
"Tidak masalah. Kalian harus tahu kalau wabah biru disebarkan oleh Suku Serigala Salju. Karena mereka dulu yang bertindak,aku tidak akan sungkan," dengan dingin Long Shan menatap anggota Serigala Salju.
Wabah biru adalah sebuah penyakit yang ditularkan melalui hewan buruan yang terinfeksi. Penderita akan memiliki bintik-bintik biru di sekujur tubuhnya disertai tubuh yang sedingin es. Lalu penderita akan mati dengan darah yang mengalir dari tujuh lubang.
Wabah ini bisa disembuhkan. Tapi karena wilayah geografis Suku Putih, mereka tidak bisa mendapatkan herbal yang diperlukan karena Rumput Kristal yang berfungsi sebagai penetralisir hanya bisa ditemukan di tempat yang lembab bukan di daerah bersalju.
Lian mulanya sangat terkejut karena Long Shan mengetahui wabah yang menyerang Suku Putih. Tapi kemudian keterkejutannya berganti menjadi kemarahan. "Siluman-siluman itu," Lian menggertakan giginya dengan marah.
Du Lang yang asyik menonton pertarungan tidak memperhatikan percakapan antara Lian dan Long Shan.
Duar!!
Tebing di sekeliling tempat tersebut tiba-tiba runtuh. Batu-batu yang jatuh seolah-olah dikendalikan untuk menimpa anggota Suku Serigala Salju. Mereka menjerit ketakutan sebelum tertimpa batu besar.
Anggota Suku Putih juga sangat terkejut dengan apa yang terjadi. Tapi diam-diam mereka berterimakasih kepada Kaisar Langit yang telah menolong mereka.
Dari reruntuhan,muncul sesosok pemuda yang membawa aura yang sangat kuat. Mantel berbulunya berkibar di bawah pengaruh auranya. Menciptakan pemandangan yang membuat jiwa siapa saja yang lemah menjadi tertekan.
"Mulai hari ini,jika ada anggota Suku Serigala Salju yang menginjakkan kaki di wilayah Suku Putih maka aku akan menghancurkan semua anggota sukumu!" suara dipenuhi impartasi yang sulit untuk ditolak.
__ADS_1
Dengan gemetar karena takut,seluruh anggota Serigala Salju yang tersisa segera melarikan diri untuk menyelamatkan hidup mereka. Termasuk Du Lang.
Sebelum berlari, dia berseru, "Suku Serigala Salju tidak akan melupakan ini! Kami pasti akan kembali!"