White String(Up Di Book Sebelah)

White String(Up Di Book Sebelah)
Bab 46 : Xiao Mi dan Hua Wei III


__ADS_3

Keributan kecil muncul diantara murid-murid Gunung Seribu Pedang ketika Xiao Mi datang ke perpustakaan untuk menemui Tetua Bai.


Beberapa siswa laki-laki kedapatan tidak dapat mengalihkan pandangannya dari wajah Xiao Mi,membuat mereka menjadi tidak fokus akan pekerjaan mereka.


Dari cincin penyimpanannya,Xiao Mi menunjukkan lencana Tetua milik White String kepada Tetua Bai. "Kakakku sedang tidak bisa diganggu saat ini. Jadi aku yang mengantar buku-buku ini," setumpuk buku yang berisi berbagai macam teknik juga dikeluarkan Xiao Mi.


Melihat lencana yang ditunjukkan Xiao Mi,Tetua Bai mengangguk. "Kakakmu orang yang baik. Dia menyumbang banyak manual kultivasi dan teknik bertempur yang hebat. Belum lagi resep-resep pil yang diberikannya kepada Aula Pil. Oh ya,boleh kutahu namamu?" Tetua Bai memilah-milah buku yang dibawa Xiao Mi dengan hati-hati.


"Xiao Mi,aku dipanggil begitu.Tetua,apa ada berita terbaru?" Xiao Mi mengelus-elus Xiao Bai yang ia gendong dari Alam Bintang.


"Haha,Xiao Mi,nama yang bagus! Kalau kau bertanya soal berita,kau datang pada orang yang tepat. Aku dijuluki ratu gosip disekitar sini," Tetua Bai tertawa menanggapi Xiao Mi.


"Uhm!Jadi apa beritanya?"


"Festival Pertarungan yang diadakan musim semi nanti akan diadakan oleh aliansi. Dipastikan akan ada banyak murid-murid berbakat dari berbagai sekte yang ikut berpartisipasi."


"Jika diadakan oleh aliansi, seharusnya yang bisa mengikuti festival ini adalah murid-murid inti bukan?"


"Hal ini merupakan rahasia di antara para Tetua. Kau harus memberi tahu kakakmu. Festival ini hanya bisa diikuti murid-murid baru di tingkat Pendekar Kaisar. Tujuannya untuk menyaring generasi berbakat dari yang paling berbakat."

__ADS_1


"Apa itu berarti murid senior di tingkat yang sama tidak bisa ikut?"


"Yah,selama berusia dibawah dua puluh lima. Setiap murid akan diperbolehkan ikut."


Xiao Mi mengangguk-angguk mendengar penjelasan Tetua Bai. Mencapai tingkat Pendekar Kaisar sebelum usia dua puluh lima adalah jenius sejati di jalan bela diri.


Walaupun langka,bukan berarti sekte-sekte tidak memilikinya. Asalkan berbakat, seseorang dapat memasuki sekte besar yang terkenal. Di Gunung Seribu Pedang,ada beberapa murid yang sangat berbakat dan mencapai tingkat Pendekar Kaisar sebelum usia dua puluh lima tahun.


"Tetua, murid-murid kakakku ingin mengikuti festival. Walaupun hanya mencari pengalaman,aku yakin hasil mereka tidak akan mengecewakan," Xiao Mi langsung menyinggung murid-murid White String yang ingin mengikuti festival.


"Dengan kakakmu sebagai guru mereka,kami dapat yakin tentang hasilnya.Apalagi mereka adalah jenius di wilayah mereka masing-masing. Aku akan menyiapkan akomodasi untuk kalian," Tetua Bai mengambil sebuah burung merpati dan mengikatkan sebuah surat kecil dikakinya.


"Ya ya, sampaikan salamku kepada White String," Tetua Bai melambai kepada Xiao Mi yang dibalas dengan anggukan kecil.


Selain tatapan mesum dari beberapa murid laki-laki dan bisikan-bisikan gosip yang disebarkan oleh beberapa gadis yang iri dengan kecantikannya, perjalanan pulang Xiao Mi relatif tenang.


Beberapa kali ada saja murid laki-laki yang mencoba mendekatinya dengan berbagai alasan. Tapi semuanya diusir oleh Xiao Mi hanya dengan tatapannya. Ia bahkan tak perlu repot-repot untuk mengucapkan sepatah katapun.


Menyusuri jalan trotoar,Xiao Mi sampai di Villa Putih. Tidak terlihat ada pengawal yang berjaga. Semua pengawal dialihkan ke tempat-tempat yang tersembunyi dari pandangan.

__ADS_1


Ketika Xiao Mi mendorong gerbang,sebuah sosok menabraknya dari depan. Xiao Mi spontan melompat ke belakang sebagai refleks.


"Hua Wei,apa yang kau lakukan?" Xiao Mi memelototi Hua Wei yang sedang bermain dengan Xiao Bai. Xiao Bai memang terlepas dari pelukannya saat ia melompat ke belakang.


"Oh?Kakak,apa kau tahu?Aku berhasil menyalin pola prasasti kelas menengah,lho. Aku hebat bukan?" Hua Wei membusungkan dadanya yang rata untuk menyombongkan diri.


Xiao Mi memutar matanya dengan malas. "Hanya pola prasasti tingkat menengah,tidak ada hebat-hebatnya. Apa kakak sudah keluar?" Xiao Mi masih khawatir dengan White String.


"Kenapa kau tidak bertanya kepada Nenek Bei tentang kakak laki-laki? Aku sudah berlatih keras, setidaknya pujilah aku sedikit,hmph!" Hua Wei menggembungkan pipinya karena kesal.


Tanpa mempedulikan Hua Wei yang kesal,Xiao Mi mencari Bei Feng yang ternyata sedang menyapu di halaman rumah.


"Nenek!"


Xiao Mi berlari kecil menuju Bei Feng. Bei Feng menghentikan pekerjaannya sebentar untuk menyambut Xiao Mi.


"Nona Muda,apa perlu sesuatu?" Bei Feng tersenyum lembut kepada Xiao Mi walaupun hanya dibalas wajah datar oleh gadis tersebut.


"Kakak laki-laki,dia baik-baik saja kan?" Xiao Mi langsung bertanya soal White String. Bei Feng mengalihkan perhatiannya kepada pekerjaannya yang tertunda tadi sambil menjawab, "Tuan Muda sedang tidur di kamarnya. Tapi,Nona Muda, bisakah anda membawa Tuan Muda jalan-jalan? Mungkin itu bisa mengobati suasana hatinya. Lagipula Nona Muda juga bisa membuat Tuan Muda perlahan-lahan menerimamu."

__ADS_1


"Perlukah sampai seperti itu?" Xiao Mi tidak habis pikir. Memang White String jatuh dalam kondisi saat ini karena dirinya dan Hua Wei.


__ADS_2