White String(Up Di Book Sebelah)

White String(Up Di Book Sebelah)
Bab 56 : Bintang Keluarga Langit I


__ADS_3

Liu Xinxian sangat gugup saat ini. Tapi dia diam-diam merasa sangat gembira. Menggenggam erat pedangnya yang tersaring rapi,matanya berbinar saat menatap lawannya.


Lawan Liu Xinxian adalah Xing Sheng dari Sekte Dua Belas Pedang,yang terkenal dengan pedang cepat. Xing Sheng memiliki wajah yang adil dengan bekas luka di pelipis kanannya.


Mereka berdua bergerak dalam waktu yang hampir bersamaan. Bunyi denting logam menyusul percikan bunga api di arena.


"Saudara Xing tidak terkenal dengan begitu saja bukan?" Liu Xinxian bertanya dengan nada sedikit mengejek,mengundang rasa tak suka dari Xing Sheng.


"Tidak ada yang berlebihan dengan pedang cepat-ku. Tapi sepertinya Saudara Liu memiliki akar roh defensif, pelanggaranku dari tadi tidak menghasilkan apa-apa," Xing Sheng memiliki senyum yang dipaksakan.


Setelah keduanya mundur,Xing Sheng dapat melihat membram kuning samar di sekitar Liu Xinxian. Kali ini tersenyum kecut."Ternyata Saudara Liu memiliki akar roh bumi. Pertahanannya memang layak."


Keduanya bertukar ratusan gerakan lagi. Setiap gerakan semakin membuat frustasi Xing Sheng. Pertahanan para pengguna akar roh bumi memang di atas rata-rata,tapi Xing Sheng tidak percaya kalau ia tidak bisa membobolnya.

__ADS_1


Angin sepoi-sepoi bertiup menerbangkan rambut dan jubah Xing Sheng. Mengubahnya menjadi seperti Dewa angin yang turun ke dunia. Saat ia menyerang lagi, kecepatannya meningkat dua kali lipat.


Kali ini Liu Xinxian tidak bisa menahan cemberut. Menahan Xing Sheng dengan kecepatan biasa sudah menjadi tantangan baginya. Sekarang Xing Sheng malah menggunakan kecepatan penuhnya.


"Permintaan maafku, Seribu Pedang di Dalam Angin!"


Xing Sheng menggunakan jurus yang diturunkan dari Tetua Ketiga Sekte Dua Belas Pedang. Angin sepoi-sepoi berubah menjadi angin topan yang menyelimuti seluruh arena. Aura Xing Sheng telah disamarkan oleh angin dan gerakan pedangnya menjadi lebih cepat dan tersembunyi.


Dentang logam terdengar lebih intens dari balik kabut debu. Tapi Liu Xinxian berusaha menjaga ketenangannya. Sehebat apapun suatu teknik,itu tidak bisa sempurna. Pasti ada celah.


"Akhirnya kutemukan, Pedang Berat!"


Dengan menggunakan dua tangan,Liu Xinxian membebankan pedangnya kepada Xing Sheng. Xing Sheng berhasil memblokir pedang Liu Xinxian dengan menyilangkan pedangnya di depan dada. Angin yang ia ciptakan telah lenyap sepenuhnya.

__ADS_1


Tapi sekuat apapun Xing Sheng mencoba menahan, seolah-olah ada kekuatan sebuah gunung besar yang menekannya melalui pedang Liu Xinxian. Tangannya mulai mati rasa dan akhirnya melempar pedangnya sendiri.


"Aku mengaku kalah," sambil memegang tangannya yang mati rasa,Xing Sheng berjalan untuk mengambil pedangnya. Tidak ada emosi dalam perkataannya,seolah-olah dia telah mengharapkan hal tersebut.


Liu Xinxian tersenyum saat menyarungkan kembali pedangnya. "Jika kita bertemu lebih cepat,mungkin aku tidak dapat menyamaimu dalam beberapa puluh gerakan. Tapi dengan sesi 'latihan neraka' yang diberikan guruku,menjatuhkanmu dengan satu gerakan bukan hal mustahil," Liu Xinxian tidak mengeraskan suaranya,sehingga para penonton tidak dapat mendengarnya.


Di bangku penonton, White String mengangkat sebelah alisnya. Setelah Liu Xinxian kembali ke tempat duduknya, ia mengirim pesan telepati. "Liu Xinxian,setelah festival selesai ulangi jurus Pedang Berat dan Pedang Ringan masing-masing seribu kali. Lalu jangan keluar dari Alam Bintang sampai kau dapat membunuh siluman kelas tinggi."


Liu Xinxian memucat saat melirik White String, "Guru,kenapa?"


White String tidak repot-repot menoleh ke arah Liu Xinxian."Kau menyebutkan 'latihan neraka',kan? Kalau begitu aku akan membuat latihan neraka khusus untukmu," nadanya terdengar acuh tak acuh.


Wajah Liu Xinxian sekarang sangat pucat seperti kehilangan banyak darah. Walaupun ia sudah memelankan suaranya,gurunya masih dapat mendengar apa yang dia katakan. Orang lain mungkin hanya melihat wajah Liu Xinxian memucat setelah melirik ke salah satu bangku penonton, kemudian mereka tidak tahu apapun.

__ADS_1


"Guru,aku hanya bercanda," tidak ada yang menyelamatkan Liu Xinxian sekarang. Bahkan Kaisar Langit pun tidak.


Setelah kemenangannya atas Xing Sheng,tidak ada raut bahagia di dalam wajah Liu Xinxian. Hanya ada putus asa dan penyesalan.


__ADS_2