
Long Shan melesat ke arah Gunung Seribu Pedang dengan kecepatan penuh. Dalam beberapa saat saja,ia sudah tiba di pintu selatan.
Gunung Seribu Pedang terlihat sedikit berbeda. Setelah penyerangan dari sekte Guci Darah, beberapa bangunan rusak berat. Dan sekarang telah diperbaiki, menjadikannya sangat megah dan indah.
Seharusnya Gunung Seribu Pedang menjadi sekte besar sejak dulu. Tapi jumlah murid yang ada sepertinya kurang mendukung.
Sekte besar memiliki hampir seratus ribu murid. Tapi Gunung Seribu Pedang hanya memiliki lebih dari sepuluh ribu.
Ngomong-ngomong soal murid,hari ini tidak ada satu murid pun yang terlihat berjalan-jalan di sekitar sekte. Pintu masuk sekte juga tidak ada yang menjaga.
Ketika Long Shan ingin menggunakan Persepsi Spiritualnya, seorang anak kecil berambut merah melompat untuk memeluknya.
"Untung saja kakak tidak mati. Kakak masih berutang satu permintaan untukku dari Pegunungan Ances," Ah Mei entah menangis senang karena Long Shan masih hidup atau dia akan mendapatkan apapun.
Bletak!!
Ah Mei mengusap-usap benjolan di kepalanya yang berasap. Sedangkan Long Shan berdiri di sampingnya dengan dahi penuh kedutan.
"Kakak jahat sekali!Aku kan hanya menyuarakan isi hatiku," Ah Mei mencoba bersikap imut. Jika tidak tahu bahwa Ah Mei telah berusia ribuan tahun, seseorang akan jatuh dalam perangkapnya.
"Akan kuberikan itu nanti. Sekarang katakan,apa yang terjadi di sini?" Long Shan memperhatikan sekeliling sekte yang sangat sepi. Sesepi dompet penulis di akhir bulanðŸ˜ðŸ˜
Ah Mei masih mengelus kepalanya, "Seorang murid dalam sekte yang baru menyelesaikan misi tiba-tiba menderita penyakit aneh. Lalu beberapa murid yang menjenguknya ikut tertular."
"Lalu?"
"Sekte ini dilockdown."
__ADS_1
Bletak!!
"Jangan bercanda!" kedutan di dahi Long Shan tidak berkurang setelah menambah benjolan berasap di kepala Ah Mei.
"Aku hanya ingin mencairkan suasana," mata Ah Mei berkaca-kaca dan di ambang untuk menangis.
"Jelaskan dengan benar,dan jangan bercanda lagi," Long Shan menatap tajam Ah Mei.
"Iya iya. Murid yang tertular akan memiliki kulit kemerahan,demam tinggi,kejang,dan sulit bernapas. Obat dan bagaimana penyakit ini menular belum ditemukan.
Tabib dan Tetua yang memeriksa juga ikut tertular. Sekarang yang menderita penyakit aneh tersebut diasingkan ke salah satu sisi Hutan Lembayung agar tidak ada yang melakukan kontak dengan mereka.
Patriak Ji juga membuat keputusan, sekte akan ditutup. Para murid diperintahkan untuk diam di asrama dan dilarang mengambil misi. Semua ini untuk mencegah korban lebih banyak," Ah Mei menjelaskan semua yang ia tahu,sesekali berhenti untuk memeriksa apakah ada yang lupa.
"Apa ada yang sudah meninggal?"
Sementara itu Long Shan berusaha mengingat penyakit ini. Ia harus membuat obatnya secepat mungkin mengingat sebenarnya penyakit ini cukup mematikan jika tidak ditangani sesegera mungkin.
Setelah beberapa saat berpikir, Long Shan tiba-tiba menepuk tangannya. Ia akhirnya mengingat penyakit apa ini.
"Kutukan Kupu-kupu!" Long Shan berseru dengan gembira saat mengingat nama penyakit ini. Sesaat kemudian, wajahnya berubah menjadi buruk.
"Kutukan Kupu-kupu?" Ah Mei batu pertama kali mendengar nama penyakit seperti ini.
"Kutukan Kupu-kupu pertama kali ditularkan melalui serbuk sari bunga Anggrek Telur. Setelah masuk ke dalam saluran pernapasan, paru-paru perlahan akan mengkerut menjadi seperti sayap kupu-kupu. Menjadikan penderita mengalami sesak napas.
Penyakit ini menular melalui udara yang dihirup penderita. Keputusan yang bijak untuk menutup sekte sementara," Long Shan menjelaskan dengan muram.
__ADS_1
Ah Mei masih memproses segala informasi yang baru diterimanya."Apa ada obat untuk penyakit ini?" Ah Mei tiba-tiba khawatir.
"Walaupun bisa merenggut nyawa dan cepat menyebar, obat untuk penyakit ini sebenarnya cukup mudah. Ayo,temui Tetua Yao," Long Shan ingin menarik tangan Ah Mei tapi ditahan.
"Ucapkan selamat lebaran dulu untuk para pembaca," Ah Mei tiba-tiba berubah alim. Long Shan berpikir sebentar sebelum mengangguk, "Itung-itung penutupan bab kali ini ya?"
"Sebagai Roh Pohon ter-imoed tahun 2k20...."
"Sebagai mc yang nyebelin bagi penulis,tapi idaman bagi para pembaca...."
"Sebagai penulis yang dihujat mc sendiri dan hampir digebrek karena ga up-up...."
"MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN,MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1441 HIJRIAH,SEMOGA AMAL IBADAH SELAMA SEBULAN INI DITERIMA OLEH ALLAH SWT.
JIKA ADA KESALAHAN,ATAU MENYINGGUNG PARA PEMBACA DI RUMAH,KAMI SEGENAP KELUARGA BESAR WHITE STRING MENGUCAPKAN MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA...."
"Yeiyyy...." penulis tiba-tiba lewat bawa amplop THR tipis di tangan. Harus tau itu isinya vote dari para pembaca.
〜〜〜
Udah lebaran aja ya? Padahal baru kemarin mukul-mukul kentongan pas sahur keliling:v
Ditunggu votenya ya para pembaca yang budiman....
Tertanda,
Bakul Ganyong Penghuni Bumi,penulis sialan 2k20
__ADS_1