
Lu Xiaoyi bukanlah orang yang populer. Bakatnya juga hanya sedikit di atas rata-rata. Ia bisa masuk ke Gunung Seribu Pedang karena kemampuan menempanya yang sangat luar biasa.
Ia cukup bingung karena Tetua Lang memintanya datang ke halaman latihan dekat pintu barat. Hanya dua alasan mengapa kau dipanggil oleh tetua, menjadi orang yang berbakat atau pembuat onar. Dan Lu Xiaoyi yakin dirinya tidak termasuk dalam dua hal tersebut. Dengan malas ia berjalan menuju tempat yang diperintahkan.
Ketika berjalan,ia bertemu seorang pemuda yang memakai payung merah dan menutup sebagian wajahnya dengan sesuatu seperti perban. Lu Xiaoyi belum pernah bertemu orang ini sebelumnya,jadi Lu Xiaoyi mengira ia murid baru sepertinya.
"Hai,teman. Sepertinya kita searah,kau mau kemana?" tanya Lu Xiaoyi. White String tersenyum melalui matanya untuk menanggapi Lu Xiaoyi, "Aku akan menemui Tetua Lang, sepertinya kau juga."
Lu Xiaoyi tersenyum tiga jari menemukan teman bicara kali ini. "Kau benar. Aku tak tahu kenapa Tetua Lang memanggil kita. Aku tak merasa membuat onar, terkenal pun tidak. Bagaimana menurutmu? Apa kau berpikir kalau Tetua Lang ingin kita melaksanakan misi atau tugas sederhana seperti..."
Menurut White String Lu Xiaoyi adalah orang yang lugu dan banyak bicara. White String sesekali menjawab pertanyaan Lu Xiaoyi dan kadang-kadang menanggapi pernyataan Lu Xiaoyi yang sering ngawur.
✾✾✾
Pagi itu cukup cerah. Tapi tidak dengan suasana hati Chu Lian. Setelah kejadian tadi malam, dia memukul Liu Gu dan komplotannya sampai babak belur. Untung White String dan Lu Xiaoyi datang dan menghentikannya.
"Hei,kau yang bilang kalau tidak terlambat untuk mengurus mereka besok," protes Chu Lian."Yah,aku tidak bilang kalau kau bisa memukuli mereka," kata White String."Itu hukuman untuk mereka,hmmp!"
__ADS_1
Lu Xiaoyi yang melihat kejadian tersebut menganggap White String adalah teman Chu Lian karena Lu Xiaoyi melihat mereka berdua cukup dekat. Beberapa saat kemudian,Tetua Lang dan beberapa murid baru datang. Mereka sangat terkejut melihat Liu Gu dkk yang babak belur dan White String yang terlihat sedang menasihati Chu Lian.
Chu Lian dan Lu Xiaoyi membungkuk hormat untuk menyapa Tetua Lang. Mereka cukup bingung karena Tetua Lang berbicara dengan White String seolah-olah dia adalah rekannya. Mereka bertambah bingung karena Xiao Qian dan Xiao Xuan yang membungkuk hormat kepada White String.
Melihat kebingungan mereka, Tetua Lang segera mengenalkan White String."Semuanya,White String ini adalah tetua baru di Gunung Seribu Pedang. Pastikan untuk bersikap baik kepadanya," tutur Tetua Lang."Hai," sapa White String.
Selain Kembar Xiao,semuanya membuka mulut mereka lebar-lebar karena hampir tak mempercayai apa yang baru saja mereka dengar. Terutama Yuanling, karena dia telah menyerang White String di Desa Yun. Liu Xinxian yang pernah mengejek White String sebagai senior yang ingin pamer juga sudah merinding.
"Kalau dia seorang tetua, bagaimana kami tidak mengenalinya? Bukankah menjadi seorang tetua memiliki syarat-syarat khusus?" tanya Liu Gu dengan susah payah karena pipinya masih bengkak dipukuli Chu Lian. "Ara,White String baru saja diangkat Patriak menjadi tetua. Tentu kalian belum menerima kabar ini," jelas Tetua Lang.
"Baru diangkat menjadi tetua!?"
White String kemudian mengeluarkan sebuah cincin penyimpanan dan menyerahkannya kepada Tetua Lang. "Tetua Lang, disini ada manual kultivasi dan teknik pedang. Aku juga sudah menulis buku kultivasi Konstitusi Nyanyian Jiwa untuk Patriak,mohon diterima," kata White String. "Hahaha,kau terlalu sopan. Gunung Seribu Pedang berhutang banyak padamu," ujar Tetua Lang dengan senang hati menerima cincin penyimpanan dari White String.
"Aku akan mengurus sisanya. Tetua,kau bisa kembali," kata White String. Setelah Tetua Lang pergi, White String membagikan tas penyimpanan kepada calon muridnya."Tas penyimpanan ini berisi seragam kalian dan beberapa sumber daya untuk kultivasi kalian. Kuharap kalian tidak keberatan menjadi muridku."
Mereka saling berpandangan dengan ragu, terutama Xiao Qian dan Xiao Xuan. "Tetua, terimakasih atas obatmu. Ayah kami telah pulih sepenuhnya berkat anda," kata Xiao Qian sambil membungkuk dan diikuti oleh adiknya."Uhh,apa aku setua itu? Aku akan menjadi guru kalian, kalian bisa memanggilku guru untuk seterusnya. Baiklah, sekarang kita pergi ke Villa Putih. Disana cukup tenang untuk kalian berkultivasi," kata White String sambil memijat glabellanya. Tak habis pikir kalau ada yang menganggapnya setua itu. Walaupun ia tetua,ia bahkan belum berusia 20 tahun.
__ADS_1
Kembar Xiao mengikuti White String dengan patuh. Murid-murid lainnya hanya ikut berjalan di belakang sambil mencerna hal-hal yang telah terjadi. Bagaimanapun White String adalah tetua dan menjadi murid seorang tetua adalah sebuah kesempatan langka yang tidak boleh dilewatkan.
✾✾✾
Bei Feng menunggu dengan sabar di pintu barat. Dia telah selesai merekrut pelayan dan penjaga yang diminta oleh White String.
Kemudian White String datang bersama dengan murid-muridnya. Bei Feng membungkuk hormat untuk White String. Tuan barunya itu hanya terlihat menggunakan eyesmile sebentar sebelum berpaling kepada murid-muridnya.
"Villa Putih tidak terlalu jauh dari sini. Tapi mengendarai kendaraan akan memancing para siluman untuk datang,jadi kita akan berjalan ke sana. Apa ada yang keberatan?" tanya White String. Mereka semua menggeleng cepat.
White String menuntun mereka melalui trotoar dari batu obsidian yang baru dibangun kemarin. Di sepanjang perjalanan terasa sepi karena tak ada yang memulai pembicaraan. Sebaliknya mereka memandangi pemandangan di sekitar jalan.
"Villa Putih ada di Hutan Hijau. Tempat itu cukup sunyi dan cocok sebagai tempat untuk berkultivasi," White String membuka pembicaraan dengan menjelaskan letak Villa Putih. Semua orang terkejut kecuali Xiao Qian dan Xiao Xuan. Mereka mengira Villa putih hanya di pinggir Hutan Lembayung.
"Tuan, Hutan Hijau terkenal dengan kabut beracun dan siluman yang berbahaya. Bahkan jika tempat tersebut memiliki energi spiritual yang terkonsentrasi dan tenang,itu bukan tempat sembarangan," Bei Feng mulai menilai sekeliling dengan cemas.
"Yah, tempat ini merupakan batas wilayah kekuasaan para siluman. Mereka tidak akan melewati batas ini hanya untuk menyerang kita. Tempat ini juga paling sedikit kabut beracunnya. Setelah terpapar kabut beracun dalam kadar tertentu,tubuh kalian akan terbiasa dan menjadi kebal," White String menjawab Bei Feng dengan eyesmile.
__ADS_1
Bei Feng dan yang lainnya diam-diam kagum dengan White String. Hutan Hijau yang santer kini tak lagi seseram kedengarannya karena orang di depan mereka. Mereka terus berjalan hingga tak terasa sebuah bangunan mewah terlihat di hadapan mereka.