White String(Up Di Book Sebelah)

White String(Up Di Book Sebelah)
Bab 21


__ADS_3

Para Tetua memasang wajah datar. Mereka sudah tak bisa berkata-kata lagi,jadi mereka memilih mendengarkan penjelasan White String dengan khidmad.


(Chapter kali ini dirasuki oleh DedoxtsZone:v)


"Markas Guci Darah ada di bawah tanah Hutan Hitam. Kira-kira hanya ada setengah dari jumlah kekuatan penuh Guci Darah yang tertinggal. Belum lagi ada ribuan tawanan yang ditahan di dalam penjara mereka."


Setelah membuat beberapa keputusan, mereka semua setuju untuk menyergap Guci Darah dengan kelompok yang dipimpin oleh White String.


"Walaupun kelompok ini dipenuhi Pendekar Dewa, bukankah rencana ini masih sedikit kalah jumlah?" Tun Wong agak tidak setuju.


"Aku setuju dengan rencana ini. Kita tidak akan kalah walaupun jumlah kita lebih kecil. Justru itu adalah keuntungan kita, kita bisa bergerak lebih cepat dan mengurangi korban," Xue Ying angkat bicara.


✾✾✾


Di area luar Hutan Hitam,kelompok White String berdiam di antara ranting-ranting pohon. Mereka tidak berani masuk lebih dalam.


Hutan Hitam sangat gelap bahkan di siang hari. Belum lagi siluman yang bersembunyi. Akan merepotkan jika bertemu siluman yang kuat.


"Jadi, bagaimana kita masuk?" salah seorang Tetua yang telah menggunakan Persepsi Spiritualnya bertanya.


White String berada di bagian paling depan kelompok. Dia melompat turun ke tanah tanpa meninggalkan suara sedikitpun. Dia bersiap-siap untuk menarik pedangnya.

__ADS_1


"Bagian pertama Pedang Dewa Malam : Pembelah Langit."


White String berbisik untuk menyebutkan jurus pedangnya. Dalam satu kali tarikan pedang,area di sekitar tersebut hancur lebur. Pohon-pohon besar segera membuka dan memperlihatkan sebuah jalan kecil.


Anggota kelompok White String bergidik ngeri ketika melihat para siluman melarikan diri. Mereka mungkin akan lenyap dalam sekejap jika terkena tebasan White String.


"Ah Mei,ikut rencana awal," White String memanggil Ah Mei yang masih sibuk mempelajari Buku Ketiadaan Tanpa Akhir.


"Oke!" Ah Mei mengedipkan sebelah matanya sebelum ikut melompat turun. Para Tetua lain juga ikut turun.


"Baiklah,aku dan Ah Yun akan memasang inti formasi. Dalam dua jam, kita harus bisa menyiapkan Formasi Suci yang mengelilingi Hutan Hitam. Kakak besar akan masuk ke dalam untuk menyelamatkan para tawanan. Setelah dua jam, kita akan melakukan serangan terbuka. Ada pertanyaan?" Ah Mei mengenalkan anak kecil lain di belakangnya, Ah Yun. Kemungkinan besar bangsa Roh Pohon memiliki masalah dengan tubuh mereka. Bagaimanapun usia mereka ribuan tahun, tapi tubuh fisik mereka setara anak kecil.


"Bagaimana jika dalam dua jam kita tidak berhasil menyiapkan formasi?" Pendekar Dewa dari Danau Dalam memberikan pertanyaan."Tentu saja kita akan berhasil," Ah Mei dipenuhi rasa percaya diri.


✾✾✾


Di balik jeruji besi, banyak orang yang kurus dan tak terawat terbaring lemah karena kelaparan. Mereka tidak bisa melawan karena mereka diberi obat bius yang perlahan menutupi saluran meridian mereka. Belum lagi formasi yang mencegah mereka menggunakan Qi.


Anak-anak menangis. Walaupun mereka tidak pernah disiksa secara fisik, mereka tidak pernah diberi makanan. Cincin penyimpanan mereka juga disita.


Mereka adalah tawanan yang disembunyikan Guci Darah. Alasan Guci Darah menyandera mereka adalah karena Guci Darah menginginkan teknik kultivasi dan jurus rahasia dari setiap sekte. Jika mereka tidak mau memberikannya, mereka akan dibiarkan mati kelaparan.

__ADS_1


Kebanyakan yang disandera adalah wanita dan anak-anak. Walaupun banyak juga lansia diantara mereka. Dari dalam lubuk hati terdalam, mereka telah membenci Guci Darah. Mereka berkeinginan menghancurkan Guci Darah walaupun dengan nyawa mereka sendiri.


Tak lama, suara langkah kaki dan jeritan yang tertahan terdengar dari pintu masuk. Para penjaga menjadi sangat waspada. Tahanan yang masih ada di dalam penjara mulai merapatkan jarak diantara mereka.


Sebuah sosok masuk sambil berjalan santai. Di tangan kanannya ada sebilah pedang yang berlumuran darah. Wajahnya tertutup oleh topeng giok putih sehingga tidak ada yang mengenalinya.


Para penjaga meraung marah karena mengetahui saudara mereka telah terbunuh. Mereka mengeroyok sosok tersebut. Bukannya terpojok,sosok tersebut malah dengan mudah membunuh mereka semua.


Para tahanan semakin takut karena sosok tersebut berjalan ke arah penjara. Mereka berharap ada yang menyelamatkan mereka.


Di atas sel,tergantung sebuah pelat formasi. Pelat formasi inilah yang mencegah para tahanan mengedarkan Qi-nya. White String menebas pelat formasi dan membelahnya menjadi dua.


Formasi yang mengekang tahanan runtuh. Sel yang menahan mereka juga menjadi abu. Para tahanan menjadi suka cita.


〜〜〜


Yoha....


Ane lagi banyak tugas nih🙂


Jadi setiap chapter yang biasanya +1k worlds dipotong jadi +500-700 worlds

__ADS_1


Sekian, terima gaji🙂


__ADS_2