
Klan Long
Kalender Kekaisaran Shu
Tahun ke-1501,bulan kedua
Long Chen mondar-mandir di ruang kerjanya. Putra sulungnya,Long Tian, telah meninggalkan istrinya yang sedang mengandung dua bulan lalu.Kini cucunya akan lahir ke dunia.Dan dia tidak bisa tidak cemas memikirkan nasib cucunya mengingat hangat-hangatnya isu Kitab Jalan Langit.
Konon,kitab ini bisa memilih pemiliknya.Kitab ini mengandung ribuan ilmu bela diri dari seluruh benua, sehingga pemiliknya bisa berdiri di puncak dunia sebagai pendekar terhebat. Siapapun berbondong-bondong mencari kitab ajaib tersebut.
Walaupun bukan Keluarga Martial,klan Long tetap salah satu keluarga bangsawan besar di Kerajaan Shu. Tapi Long Chen tidak bisa berhenti khawatir. Hal itu karena dua bulan lalu setelah ia menerima kabar kematian Long Tian, datang seorang peramal yang mengatakan bahwa cucunya akan menjadi pemilik selanjutnya dari Kitab Jalan Langit. Ia khawatir kalau-kalau cucunya akan menghadapi masalah sebelum dirinya cukup kuat untuk melindungi diri sendiri.
Memiliki akar roh surgawi adalah langka,dan akar roh unik lebih langka lagi.Tapi cucunya mendapatkan dua keberuntungan sekaligus,akar roh tali putih tingkat surgawi.Ini membuat Long Chen bahagia sekaligus dan mulai melupakan kekhawatirannya.Dia menamai cucunya Long Shan,agar cucunya kelak akan menjadi naga yang melambung tinggi di angkasa dan membuat bangga para leluhurnya di samsara.
Long Shan tumbuh sebagai anak yang ceria walaupun tanpa seorang ayah. Dia juga sangat rajin berlatih. Sehingga di ulang tahunnya yang kedua belas,Long Shan mencapai tingkat Pendekar Bumi.Di usia yang kedua belas juga,Long Shan menolong seorang kakek yang memberinya sebuah buku.Karena sibuk,ia sampai lupa memeriksa isi buku tersebut.
Sampai pada suatu hari,saat Long Shan tengah mempelajari sebuah teknik pertempuran,ia tak sengaja menyenggol buku pemberian kakek yang pernah ditolongnya hingga jatuh.Ia mengambil buku tersebut dan memperhatikannya sejenak. Usang dan jelek. Itu adalah kesan yang lumrah untuk sebuah buku yang sudah berlumut.Tapi Long Shan bisa merasakan hal yang tak biasa dengan buku ini.
__ADS_1
Karena penasaran,Long Shan iseng membukanya.Saat sampulnya tersibak, cahaya menyilaukan keluar dari kitab tersebut. "Kitab Jalan Langit," Long Shan yang masih muda bergumam takjub.Kitab Jalan Langit melayang sebentar sebelum menyatu dengan glabella Long Shan dan membuatnya tak sadar selama beberapa waktu.
✾✾✾
Penginapan Desa Yun
Kalender Kekaisaran Shu
Tahun ke-1401,bulan kedelapan
White String mengerjap-erjapkan matanya untuk menyesuaikan penglihatannya saat bangun dari mimpinya. Kemudian ia meraba glabellanya untuk merasakan tanda garis merah di sana. "Kitab Jalan Langit," tiga kata tersebut meluncur tanpa ia sadari.
✾✾✾
Hari ujian seleksi masuk Gunung Seribu Pedang.
White String berjalan di bawah payung yang ia dapatkan dari pelelangan menuju arena duel.Seleksi awal telah berakhir,total 1000 murid baru yang bergabung dengan Gunung Seribu Pedang.Arena ini berfungsi sebagai tempat seleksi akhir bagi para murid baru sekaligus tempat para tetua mencari bibit unggul.
__ADS_1
Tetua Yu bertugas di sudut arena sehingga lebih mudah bagi White String menemukannya."Apa kabar, Tetua Yu?" White String menurunkan sedikit payungnya agar wajahnya yang tertutup sebagian itu dapat terlihat."Tetua White String,Patriak telah menunggumu," Tetua Yu tersenyum untuk mengusahakan kesan baik Gunung Seribu Pedang bagi White String. Mengerti niat Tetua Yu, White String hanya menanggapinya dengan eyesmile, "Tetua Yu,kamu berada di generasi yang lebih senior dariku.Panggil saja aku White String."
Mereka berjalan menuju rumah Patriak Ji. Sepanjang perjalanan, Tetua Yu terus-menerus memikirkan apa yang ingin diminta White String.Ia mendapatkan kembali fokusnya ketika sampai di rumah Patriak Ji.Di ruang tamu, Patriak telah menyiapkan sepoci teh kualitas tinggi untuk menyambut White String.Hal ini membuat White String sedikit canggung.
"Patriak,saat mengobati lukamu,ada bekas energi kekerasan. Apa kau baru saja berurusan dengan Guci Darah?" White String langsung mengeluarkan pertanyaan yang membuat tangan Patriak Ji bergetar hebat.Guci darah adalah sekte aliran hitam yang bermusuhan dengan Gunung Seribu Pedang.Melihat reaksi Patriak Ji,White String hanya menggeleng pelan, "Beberapa anggota mereka telah menyusup lewat peserta ujian.Mereka akan menyusup malam ini,untuk memastikan bahwa kau telah mati."
"Bagaimana, bagaimana kau tahu?" Patriak Ji menjatuhkan gelasnya karena sangat terkejut.Tentu saja,White String mengetahui hal tersebut dari ingatannya.
"Anggap ini sebagai kontribusiku kepada Gunung Seribu Pedang. Tapi kuharap Patriak, aku ingin bisa mengajar di sini," ujar White String tetap dengan eyesmilenya.Patriak langsung berdiri dengan gembira, "Selamat bergabung di Gunung Seribu Pedang!"
"Aku akan menyiapkan lambangmu," kata Tetua Yu meninggalkan White String berdua dengan Patriak. White String melanjutkan perkataannya, "Untuk orang asing dengan latar belakang yang tak diketahui langsung diterima sebagai pengajar,apa kau tidak terlalu waspada?"
Patriak terperanjat,tapi langsung tertawa lantang, "Kau telah menyelamatkanku dari maut,juga memberi tahu soal Guci Darah. Seandainya kau berkhianat pun kami masih punya beberapa Pendekar Dewa di sini."
White String mengangguk sebagai jawaban."Tapi aku harap Patriak tidak keberatan kalau aku hanya mengambil murid langsung," ujar White String sambil menyerahkan sebuah daftar. Patriak menerimanya dan mulai membaca, kemudian dahinya mengerut karena kebingungan.
"Keluarga Martial terdiri dari beberapa klan yang beraliansi. Dan dipimpin oleh keluarga yang paling banyak berkontribusi. Untuk mengambil Liu Gu, Chu Lian, Xiao Qian, Xiao Xuan, dan beberapa anggota inti Keluarga Martial apa itu tidak apa-apa?Juga identitasmu masih menjadi misteri tersendiri bagi Gunung Seribu Pedang," kata Patriak setelah membaca semua nama dalam daftar.
__ADS_1
"Pendekar Tali Putih,nama ini mungkin sangat asing bagimu. Tapi selama aku ada disini,aku akan berusaha mempertahankan Gunung Seribu Pedang ini. Kau juga tak perlu khawatir, aku akan menyelesaikan masalah pribadiku sendiri dan tidak akan melibatkan Gunung Seribu Pedang," White String sudah menduga pertanyaan yang diajukan Patriak jadi dia sudah mempersiapkan jawabannnya dengan matang.
Setelah mengambil lambangnya dari Aula Tetua, White String pergi menuju pintu barat. Gunung Seribu Pedang lebih tepat seperti kota yang dibangun di atas gunung. Pintu-pintu diletakkan di setiap arah mata angin dengan tujuan pertahanan. Kebetulan pintu timur penuh dengan orang-orang yang ingin menyaksikan cincin duel,jadi dia mengambil pintu barat yang lumayan sepi.