
Setelah mempelajari Kitab Jalan Langit, kemajuan kultivasi Long Shan menjadi berlipat-lipat ganda. Ia bahkan berhasil mencapai tingkat Pendekar Langit sebelum usia lima belas.Kemajuannya tidak hanya membawa hal-hal baik. Banyak orang yang iri dan ingin menyingkirkan Long Shan. Tak terkecuali sepupu Long Shan sendiri, Long Yue.
Malam itu Long Yue mengendap-endap menuju kamar Long Shan. Dia berniat mengintip rahasia Long Shan karena memang Long Shan tak pernah memberi tahu siapapun selain kakeknya tentang Kitab Jalan Langit.
Di dalam kamarnya,Long Shan sedang duduk bersila dengan sebuah buku melayang di hadapannya. Long Yue yang melihat hal tersebut mendecak kesal, "Seharusnya aku tahu kalau kau punya kitab itu."
Long Yue segera pulang dan melaporkan segala yang dilihatnya kepada ayahnya yang merupakan salah satu tetua Klan Long. Ayah Long Yue mengumpulkan para pendukungnya untuk merebut Kitab Jalan Langit dari Long Shan tak peduli apakah Long Shan adalah calon penerus Long Chen, Patriak Klan Long.
Long Chen mengutuk perbuatan ayah Long Yue kepada cucunya. Tapi Long Shan sudah meninggalkan klan dengan meninggalkan sepucuk surat dan beberapa manual kultivasi yang disalinnya dari Kitab Jalan Langit untuk kakeknya.
Mulai saat itu,Long Shan berkelana sambil menolong orang-orang yang sekiranya membutuhkan bantuannya. Long Shan tak pernah membeda-bedakan aliran hitam maupun putih. Menurutnya tidak pantas untuk memperlakukan sebuah sekte atau perkumpulan hanya karena teknik kultivasi mereka jahat, karena hanya ada manusia yang jahat dan baik,bukan teknik kultivasi.
Dia selalu menggunakan tali putihnya sebagai senjata untuk menegakkan keadilan antar umat manusia. Karena itulah ia dijuluki Pendekar Tali Putih. Juga karena Long Shan selalu menutupi sebagian wajahnya dengan tali putih,banyak orang yang menyebutnya Pendekar Berwajah Putih.
Ia berhasil menyatukan ketiga aliran menjadi satu kesatuan walaupun masih ada saja perselisihan kecil diantara mereka. Tapi menjelang ulang tahunnya yang kedelapan belas,tentara dari Kekaisaran Ding melakukan agresi militer ke daerah kekuasaan Kekaisaran Shu dan melenyapkan sekte-sekte kecil yang menentang mereka.Percobaan kudeta pun pernah dilakukan beberapa kali.
__ADS_1
Akhirnya gejolak perang tak bisa dibendung lagi. Long Shan memimpin aliran ketiga aliran di barisan depan. Aliran hitam tak segan-segan menggunakan cara liciknya di perang tersebut.Darah tumpah dimana-mana, banyak juga warga sipil yang menjadi korban.
Kedua Kaisar akhirnya mencapai kesepakatan. Mereka akan menggelar kompetisi diantara para pendekar dari kedua kekaisaran dan jika Kekaisaran Shu mampu memenangkannya maka Kekaisaran Ding akan membayar seluruh kerugian yang dialami oleh Kekaisaran Shu. Para pendekar dari Kekaisaran Shu sangat berharap agar Long Shan dapat memenangkan pertandingan tersebut.
Kenyataannya Kaisar Ding tak pernah menyetujui kesepakatan. Dia hanya membuat perangkap untuk Long Shan karena Long Shan adalah penghalang terbesarnya untuk menguasai Kekaisaran Shu.
Di putaran final,seluruh menteri dan anggota keluarga Kaisar Shu dibantai habis. Kekuatan Kekaisaran Shu menurun drastis karena seluruh pendekar yang mengikuti kompetisi dibunuh diam-diam. Kali ini Long Shan selamat,tapi malangnya ia dikejar-kejar pendekar Kaisar Ding.
Long Shan melarikan diri sambil menyembunyikan keberadaannya. Ia ditemukan saat akan menyeberang Sungai Meng menuju Kekaisaran Hong. Pertempuran tak dapat dihindari. Long Shan berada dalam posisi yang tidak menguntungkan sehingga ia kalah dan terluka parah. Dalam pertempuran tersebut,tubuh Long Shan jatuh ke dalam tenangnya arus Sungai Meng. Sejak hari itu,tak ada lagi yang menemukan Long Shan dan Kitab Jalan Langit yang lenyap bersamanya.
✾✾✾
Kalender Kekaisaran Shu
Tahun 1401,bulan kedelapan
__ADS_1
"Ahh...mimpi itu lagi," desah White String yang baru saja terbangun dari mimpinya. Dia melamun sebentar untuk mengumpulkan nyawanya yang terpecah-pecah, lalu menatap ke luar jendela sambil mendesah lagi, "Sepertinya aku harus mencari kepala pelayan."
Setelah membersihkan dirinya, White String menuju Paviliun Teratai Emas di Desa Yun. Masih pagi saat itu, tapi sudah terlihat banyak sekali kesibukan orang-orang yang memenuhi jalanan. Banyak juga murid Gunung Seribu Pedang yang berkeliaran di berbagai tempat hiburan.
Di Paviliun Teratai Emas,White String menuju meja resepsionis."Aku ingin merekrut kepala pelayan," kata White String. Resepsionis yang melayaninya mengeluarkan gulungan nama dan menawarkannya kepada White String, "Ini adalah daftar nama yang ada.Silakan dilihat-lihat dulu."
White String membaca nama-nama yang tertera dalam daftar dan mencoba mengingat-ingat apakah ada nama yang mungkin dikenalnya. Dia berhenti pada salah satu nama, "Bei Feng, apa aku bisa merekrutnya?"
Mata resepsionis tersebut menyala cerah karena dirinya akan mendapatkan tip banyak kali ini. "Aku akan memanggilnya. Tunggu sebentar,Tuan," resepsionis tersebut buru-buru beranjak. White String menunggu sebentar di meja resepsionis sambil mengaktifkan Persepsi Spiritualnya untuk tidak menemukan apapun yang menarik perhatiannya.
✾✾✾
Bei Feng adalah seorang wanita paruh baya yang telah lama bekerja sebagai kepala pelayan. Dia sudah bekerja untuk melayani beberapa keluarga besar dan karena usia yang telah lanjut tak banyak lagi orang yang ingin mempekerjakannya. Tapi Tuan Muda dihadapannya berbeda,entah ia tak tahu tentangnya atau hanya ingin menghabiskan uang untuk merekrutnya.
White String mengeluarkan token giok dan kantung berisi batu roh dan menyerahkannya kepada Bei Feng. Satu batu roh bisa dihargai 1000 koin emas,1 koin emas setara 100 koin perak dan 1 koin perak sama dengan 10 koin perunggu. Untuk Bei Feng yang hanya di tingkat Pendekar Kaisar beberapa batu roh adalah kekayaan besar.
__ADS_1
"Rekrut sepuluh orang pelayan dan sepuluh orang penjaga, lalu temui aku di pintu barat Gunung Seribu Pedang jika sudah selesai," perintah pertama White String kepada Bei Feng sebagai kepala pelayannya. Bei Feng membungkuk hormat kepada White String dan segera dengan cepat melaksanakan tugasnya.
White String juga tidak membuang-buang waktunya.Ia menuju Gunung Seribu Pedang untuk menemui Tetua Lang.