White String(Up Di Book Sebelah)

White String(Up Di Book Sebelah)
Bab 45 : Xiao Mi dan Hua Wei II


__ADS_3

Xiao Mi menatap tajam permukaan air danau yang terlihat tenang. Di bawah permukaan air,ada total dua belas orang yang sedang duduk bersila.Sudah seminggu berlalu di Alam Bintang,di dunia nyata mungkin hanya beberapa jam.


"Xiao Bai,ayo kemari!"


"Hey,lihat ke sini!"


"Xiao Bai,aku ada hadiah untukmu!"


"Kau mau mendapatkannya? Kalau begitu, lompat!"


Kedutan demi kedutan muncul di dahi Xiao Mi. Alam Bintang ini seharusnya sunyi,tapi entah mengapa hanya dengan suara Hua Wei tempat ini menjadi ramai.


Tidak tahan lagi, Xiao Mi mengambil cambuknya dan mengambil Xiao Bai yang sedang bermain dengan Hua Wei.


"Hei! Bisakah kau melakukan hal yang lebih berguna daripada bermain-main?!" suara Xiao Mi bahkan lebih menggelegar dari guntur.


Hua Wei berdiri dengan takut di tempatnya sambil memain-mainkan jari kelingkingnya. Kakinya yang tidak bisa diam membuatnya lebih terlihat seperti anak kecil yang sedang dimarahi oleh ibunya karena tidak sengaja memecahkan piring. True story penulis.


"Kenapa kau diam?!" Xiao Mi tidak menurunkan nadanya sedikitpun. Hua Wei mulai mengangkat kepalanya untuk menatap Xiao Mi. Tapi begitu bertemu mata elangnya,Hua Wei menunduk lagi.


"Aku tidak bisa memikirkan apapun daripada bermain. Apa kau tahu apa yang harus aku lakukan?" Hua Wei menguatkan hatinya untuk tidak terbata-bata saat menjawab kakak perempuannya.


Xiao Mi mendengus dingin, "Karena kita hanya pecahan, tingkat kita berada satu tingkat di bawah kakak. Rajin-rajinlah berlatih agar kita berguna bagi kakak. Ingat tujuannya menciptakan kita."

__ADS_1


Hua Wei memiringkan kepalanya, "Apa kita harus mengikuti murid-muridnya berlatih? Aku tidak mengerti."


Dari cincin penyimpanannya,Xiao Mi mengeluarkan beberapa buah buku dan seperangkat alat tulis. "Ambil ini dan berlatihlah membuat prasasti. Kau sepertinya lebih berbakat dalam hal ini,"  Xiao Mi menyerahkan benda-benda di tangannya yang diterima dengan senang hati oleh Hua Wei.


"Percayalah,kak. Hua Wei tidak akan mengecewakanmu!" dalam secepat kilat,Hua Wei telah menghilang dari pandangan. Kemungkinan dia sedang mencari tempat yang nyaman untuk berlatih prasasti.


Dengan Xiao Bai di pelukannya,Xiao Mi melangkah ke Hutan Pohon Jiwa. Tidak ada Roh Pohon yang berani menghentikannya, karena ia memiliki hawa kehadiran White String.


Di salah satu pohon, seorang wanita yang seluruh tubuhnya terbungkus oleh perban,yang menyisakan kepalanya, sedang digantung terbalik di salah satu ranting tertinggi seperti sebuah kepompong.Dia adalah Lao Pianzi,yang sedang diberi pelajaran oleh White String karena mengganggu penempaannya.


Saat Lao Pianzi melihat Xiao Mi,dia menemukan secercah harapan."Ah,halo Saudari Xiao Mi. Bagaimana kabarmu?" Lao Pianzi tertawa dengan canggung.


"Hmph!Hukuman dari kakakku ini terlalu ringan. Kau harus dikeraskan lagi agar jera," Xiao Mi menatap Lao Pianzi dengan nafsu membunuh.


Merasakan nafsu membunuh dari Xiao Mi,semua harapan yang ditimbun Lao Pianzi runtuh. "Saudari Xiao,tunggu sebentar. Pasti ada kesalahpahaman di sini," Lao Pianzi buru-buru menenangkan Xiao Mi.


Secepat kilat,cambuk Xiao Mi hampir menyentuh Lao Pianzi. Tapi tiba-tiba cambuk berhenti seujung kuku dari Lao Pianzi.


"Uhk!"


Xiao Mi berusaha menarik cambuknya,untuk menemukan bahwa cambuknya telah terpaku ditempatnya,tidak bisa bergerak.


"Gadis manis,jangan kasar. Sikapmu sama sekali tidak cocok dengan wajah imutmu loh," seorang tamu yang tak diundang datang sambil menggoda Xiao Mi.

__ADS_1


Kao Jirou, Phoenix Berkepala Tujuh yang sangat menyebalkan di beberapa bab yang lalu. Kao Jirou berarti ayam panggang:v


Xiao Mi hanya bisa menggertakan giginya. Dia hanya di tingkat Pendekar Langit,sangat jauh untuk melawan dua orang Raja Siluman seperti Lao Pianzi dan Kao Jirou. Bahkan jika Lao Pianzi masih terikat di pohon,serangan jiwanya bukan sesuatu yang bisa ia remehkan.


Blarr!!


Sebuah baut petir dengan diameter hampir setengah meter turun dari langit dan menyambar Kao Jirou. Menyebabkan asap putih keluar dari mulutnya.


"Bahkan jika aku tidak bisa melawanmu, jangan lupa bahwa aku memiliki kendali," setelah membuat Lao Pianzi jatuh dari ranting, Xiao Mi melangkahkan kakinya pergi dari Hutan Jiwa.


"Kami ini Raja Siluman yang terhormat, memiliki harga diri setinggi surga itu sendiri! Bisa-bisanya kami dipermalukan oleh orang yang bahkan belum menginjakkan kakinya di dunia," Kao Jirou berseru dengan frustasi.


"Sudahlah,siapa yang menyuruhmu ikut campur dalam masalah Lao Pianzi?" salah satu Roh Pohon menanggapi Kao Jirou dengan datar.


〜〜〜


Q : Apakah kalian terganggu dengan author note yang terletak di akhir bab?


A : a. Lumayan


b. Jelas terganggu


c. Gak juga

__ADS_1


d. Jomblo ya?


e. ....(isi sendiri)


__ADS_2