
Permukaan danau mulai bergejolak. Airnya bergelembung seperti air mendidih yang ada di dalam panci.
Di dasar danau ada tiga orang yang sedang duduk bersila menyerap roh logam di dalam bola perak. Cahaya putih samar dan suara ledakan kecil terdengar dari tubuh mereka ketika sebuah siluet pedang terbentuk di dalam Dantian mereka.
Mereka adalah Feng Ying,Shen Jie,dan Sheng Lao. Di dalam Dantian mereka ada sebuah siluet pedang yang sedang menyerap energi spiritual dengan gila-gilaan.
Setelah pedang terbang mereka berhenti menyerap energi spiritual, sebuah cambuk memancing mereka ke permukaan danau.
Mereka menggaduh kesakitan karena mendarat dengan sangat mulus di atas tanah. Beruntung tanahnya adalah tanah gambut,jadi tidak terlalu keras.
"Kalian diam di dasar danau tanpa menyerap energi kuarsa sedikitpun. Kalian tidak takut keracunan energi kuarsa?" Xiao Mi menatap tajam hasil pancingannya kali ini.
Tiga Mata Pedang tidak bisa membayangkan mereka akan keracunan energi kuarsa hanya karena terlalu lama berada di dalam danau tanpa menyerap energi kuarsa. Hasilnya pasti mengerikan.
"Bibi Xiao-..."
Bletak!Bletak!Bletak!
"Siapa yang kau panggil bibi?!Aku ini seumuran dengan kalian," ada yang mengatakan bahwa hal yang tabu untuk menanyakan umur seorang wanita. Tapi Xiao Mi belum berumur satu tahun,kan? Lupakan hal itu.
"Pepatah mengatakan guru sehari dan ayah selamanya. Karena anda adalah 'adik' dari guru,sudah sepantasnya menjadi bibi kami,bukan?" Feng Ying yang pertama kali menjawab, diikuti anggukan oleh dua orang lainnya.
"Siapa yang mengatakan pepatah itu?Katakan!Biar aku beri pelajaran," Xiao Mi bersiap dengan menggulung lengan bajunya.
__ADS_1
"Panggil aku Senior saja. Apa kalian sudah menyelesaikan pedang terbang kalian?" Xiao Mi membawa pembicaraan mereka ke arah pedang terbang.
Ketiganya saling menatap dengan ekspresi yang tak terbaca. "Tentu saja sudah. Kami ini orang-orang yang ditakdirkan untuk menjadi Dewa Pedang. Lagipula hanya membuat fondasi," mereka bertiga saling menyombongkan diri mereka sendiri.
Mata Xiao Mi menyipit saat mengamati Tiga Mata Pedang dengan lebih teliti. "Luar biasa,fondasi kalian sangat stabil bahkan setelah terobosan. Tapi ini hanya langkah awal,masih jauh dari Dewa Pedang yang kalian dambakan," Xiao Mi memuji mereka sebelum menjatuhkan mereka dengan kejam.
"Senior,di mana Guru?Dia, baik-baik saja bukan?" Sheng Lao tidak tahu kalau Xiao Mi dan White String jalan-jalan ke Kota Chang kemarin. Mungkin hanya Bei Feng dan Kaisar Langit yang tahu kejadian di Kota Chang kemarin. Karena penulis adalah sang Kaisar Langit sendiri:v
"Ikuti aku dan kalian akan tahu," Xiao Mi mengisyaratkan Tiga Mata Pedang menuju sisi lain dari danau.
✾✾✾
"Itu gila!"
Feng Ying,Shen Jie,dan Sheng Lao bergidik ketakutan saat melihat tujuh orang yang dikejar-kejar oleh puluhan siluman kelas menengah.
Tiga Mata Pedang bukan ketakutan karena melihat banyaknya siluman kelas menengah,tapi ekspresi yang terpasang di wajah tujuh orang tersebut.
"Hahaha,ayo kejar aku para siluman!Apa cuma ini kecepatan kalian?" Liu Xinxian yang paling bersemangat berlari memimpin.
"Bahkan dengan gelang pemberat ini,kita bisa lebih cepat dari siluman kelas menengah. Luar biasa!" Xiao Qian yang berlari di belakang Liu Xinxian tidak bisa tidak merasa bahagia.
Di belakang Xiao Qian,ada Xiao Xuan,diikuti Liu Gu,Chu Lian,Chu Xiyu,dan Yuanling. Mereka semua memiliki ekspresi puas.
__ADS_1
"Baiklah,sudah cukup.Berhenti dan istirahat," suara cempreng terdengar dari Hua Wei yang berdiri di samping Xiao Mi. Entah sejak kapan.
Lu Xiaoyi juga tiba-tiba datang dengan sepasang palunya. Dia penuh keringat dan terlihat sangat kelelahan. Tapi ada jejak ekspresi senang di wajahnya.
"Lu Xiaoyi,apa yang telah kau lakukan hingga seperti ini?" Shen Jie akhirnya mendapat bagian dialog. Lu Xiaoyi memasang ekspresi sombong saat mengatakan, "Aku baru saja selesai memalu sebuah gunung besi hitam menjadi satu lempengan logam berkualitas tinggi. Dan aku hanya menggunakan kekuatan fisikku,tanpa Qi sama sekali."
Wajah Shen Jie berubah horor. Setumpuk besi hitam saja sudah susah untuk dibuat lempengan, apalagi segunung. Shen Jie tidak ingin percaya kalau Lu Xiaoyi tidak menggunakan Qi-nya.
"Jika Lu Xiaoyi mengatakan begitu,maka begitulah yang terjadi. Lagipula ini adalah latihan yang diberikan oleh Guru. Luar biasa bukan?" yang ini bagian Yuanling yang berbicara. Dia memiliki nada hormat di setiap katanya, padahal ia memiliki pertemuan yang kurang menyenangkan dengan White String saat pertama kali.
"Bahkan jika lawan kita adalah jenius dari sekte-sekte besar,aku yakin kita masih bisa melawannya," Xiao Qian berseru dengan semangat.
Mereka masing-masing saling berbagi cerita tentang masa-masa latihan mereka. Walaupun terasa berat di awal,tapi hasilnya membuat mereka puas. Mereka benar-benar menjadi seorang Pendekar Kaisar sekarang.
"Selamat atas kenaikan tingkat kalian. Apa ada yang mau hadiah?" White String tidak tahu apa yang akan ia berikan,jadi ia bertanya.
"Guru,masih ada waktu sampai Festival Pertarungan dimulai. Apa masih ada latihan yang bisa meningkatkan kemampuan kami?" Liu Gu masih tidak puas dengan kemampuannya,karena dia masih di bawah sepupunya saat 'lomba lari' dengan para siluman kelas menengah tadi.
"Latihan lagi?" White String jatuh dalam kondisi berpikir. Dahinya berkerut saat memikirkan latihan yang cocok untuk murid-muridnya saat ini.
"Bagaimana dengan ini, kalian akan mencari batu-batu aneh yang ada di Alam Bintang. Peraturannya adalah kalian harus meninggalkan bekas di atas batu tersebut,entah dengan pukulan,pedang,atau yang lainnya," akhirnya ide aneh ini muncul.
"Baiklah yang paling sedikit meninggalkan goresan harus makan dimsum isi pasta cabai," Chu Lian yang pertama kali memasang taruhan sebelum berlari menggunakan ilmu meringankan tubuhnya ke arah acak.
__ADS_1
Yang lainnya juga ikut berlari ke setiap arah yang berbeda. Tidak ada yang mau makan dimsum isi pasta cabai bukan?Apalagi Yuanling menambah taruhannya menjadi minum bubur jamur yang diberi jahe. Entah bagaimana rasanya.
Tapi mungkin karena sudah cukup lama mengikuti White String,mereka berubah dari Tuan dan Nona Muda dari keluarga bangsawan menjadi maniak latihan dan cukup bar-bar.