
Sayap Dewa Wu Ao berubah memutih,rantai yang mengikatnya juga mulai terlepas. Sebuah buku keluar dari glabellanya dan bersatu dengan Kitab Jalan Langit.
White String menghela napas panjang. Untungnya Wu Ao segera tersadar. Kalau tidak,ia mungkin harus menulis kembali ingatannya.
White String sebenarnya cukup penasaran buku apa yang telah bersatu dengan Kitab Jalan Langit,tapi ia memiliki hal yang lebih penting sekarang. Jadi ia meninggalkan Wu Ao dengan Great Ape di Ruang Bintang.
Di dunia nyata, sekte Guci Darah telah terdesak. Anggota kelompok Tetua aliran putih dengan mudah dapat memojokkan mereka.
Guci Darah mengalami kemunduran telak. Jika saja White String tidak mengurus Patriak mereka, keadaannya mungkin berbanding terbalik.
Anggota Guci Darah yang tersisa di bawa ke permukaan tanah,menunggu untuk diadili.
Ketika White String kembali, sebuah situasi yang sulit dijelaskan telah terjadi. Para Tetua aliran putih hanya bisa ikut bingung karena mereka juga tidak mengerti.
__ADS_1
"Apa yang terjadi di sini?" White String sedikit memiringkan kepalanya seperti orang dungu.
Orang-orang yang ditahan oleh Guci Darah adalah anggota yang tersisa dari sekte mereka sebelum sekte mereka dimusnahkan. Mereka punya kebencian yang mendalam terhadap orang-orang dari Guci Darah.
Para tahanan terlihat akur dan sangat akrab dengan anggota Guci Darah. Seolah-olah mereka adalah saudara jauh yang telah lama tak bertemu.
Salah seorang dari mereka mendekati White String. "Tuan,saya Yue Yan. Saya mewakili kami semua sangat berterimakasih kepada Tuan atas segala apa yang telah Tuan lakukan untuk kami," Yue Yan adalah seseorang berusia tiga puluhan,tapi kelihatannya ia adalah pemimpin dari para tahanan.
"Kami telah kehilangan sekte dan keluarga kami. Daripada membunuh mereka,lebih baik membangun sebuah hubungan baik. Lagipula,mereka menghancurkan sekte kami dengan terpaksa. Kami akan dengan ikhlas memaafkan mereka, dengan harapan mereka bisa menjadi orang baik," walaupun Yue Yan terdengar main-main dengan ucapannya, White String tahu pengalaman orang ini setara dengan orang tua berkat pengalaman hidup yang didapatnya.
'Aku juga dulu senaif kalian. Tapi tidak ada salahnya untuk memberi kesempatan kedua kepada mereka,' White String membatin.
Dipikir-pikir, ia menyadari sesuatu. "Ternyata rumor tentang Guci Darah yang memiliki Ilmu Pengendali itu benar," White String bergumam pelan.
__ADS_1
"Kakak,Ilmu Pengendali itu apa?" Ah Mei tiba-tiba ada di samping White String. "Ilmu Pengendali adalah jurus terlarang untuk mengendalikan kesadaran seseorang. Jika kesadaran dikendalikan, mereka akan melakukan apapun yang diperintahkan sang master pengendali. Undead tidak memiliki kesadaran,jadi tidak termasuk ilmu Pengendali," Ah Mei meng-oh-kan penjelasan singkat White String.
"Lalu,mereka telah membunuh banyak orang sebelum ini. Bukankah seharusnya mereka diliputi rasa haus darah akibat aura pembunuh?" Ah Mei menunjuk mantan anggota Guci Darah.
White String melihat sekilas ke arah mantan anggota Guci Darah, "Semua aura pembunuh yang mereka dapatkan telah diserap oleh master mereka. Ketika master mereka mati, aura pembunuh mereka juga hilang."
"Jadi mereka tidak akan membahayakan mantan tahanan dengan rasa haus darah bukan?" Ah Mei diam-diam lega saat melihat White String mengangguk.
"Ada sesuatu yang harus kulakukan."
Ah Mei buru-buru menarik ujung jubah White String, "Bab ini sudah habis,lebih baik menunggu bab depan rilis."
White String mengutuk penulis dari lubuk hati yang terdalam karena terlalu malas untuk sekedar menulis 500 kata bab baru dan segera update.
__ADS_1