White String(Up Di Book Sebelah)

White String(Up Di Book Sebelah)
Bab 65 : Amukan Naga


__ADS_3

Seratus talenta terbaik yang telah terpilih masing-masing sudah mendapatkan nomor undian dan bersiap untuk memperebutkan posisi lima puluh teratas. Babak kali ini akan dilakukan dengan dua kelompok yang masing-masing kelompok memiliki lima puluh orang. Peraturan masih sama dengan babak putaran 200,yaitu peserta akan dieliminasi setengah dari jumlah keseluruhan.


Gunung Seribu Pedang memiliki tiga belas kuota termasuk sebelas murid White String dan dua orang murid dalam. Kuota ini hampir menyamai seluruh kuota Keluarga Martial Merah,Biru,dan Hijau yang masing-masing memiliki tiga kuota.


Selain beberapa orang dari latar belakang terkenal,ada beberapa yang tidak berasal dari sekte/Keluarga Martial. Yang terkenal ada lima orang,yaitu Jiang Feifei,Xia Qiangye,Huang He,Fu Hiaotian,dan Jia Daobao. Ada yang mengatakan kalau mereka adalah jenius dari klan kecil atau anggota pemburu hadiah. (Pemburu hadiah: orang yang menerima bayaran untuk menyelesaikan misi/quest)


Fu Hiaotian adalah yang fenomenal. Dia membawa pedang berat berbobot dua ribu kilogram di punggungnya. Setiap orang yang ia lawan akan berakhir menyedihkan di bawah sapuan tumpul pelat logam jika tidak segera menyerah.


Yang menjadi lawannya adalah Su Xiaoxiao,dari Keluarga Martial Air. Su Xiaoxiao adalah seorang pemain sitar yang menjebak lawan dalam ilusi dengan alunan nada. Banyak pria tergila-gila padanya. Tapi melihat watak aslinya,dia bukan termasuk orang baik.


"Fu Hiaotian,ya? Apa kau dari Klan Fu,Keluarga Martial Angin?" Su Xiaoxiao menaruh sitar di pelukannya saat ia menatap Fu Hiaotian dengan penasaran. Fu Hiaotian yang ditanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan canggung."Sepertinya kau harus kecewa. Aku hanya seorang pemburu hadiah."


Dong!Dong!Dong!


Alunan nada sitar yang dipetik terasa sedikit memabukkan bagi yang mendengarnya. Bahkan ada efek menurunkan konsentrasi sebesar dua puluh persen."Baguslah.Aku tidak perlu menyinggung siapapun dengan menjadikanmu batu loncatan bagiku."


Walaupun Fu Hiaotian terlihat tersenyum, samar-samar ada sebuah kedutan di dahinya."Nona Su,kata-katamu terlalu berlebih-lebihan. Aku memang tidak punya latar belakang yang luar biasa,tapi siapa yang akan menjadi batu loncatan belum ditentukan!"


Su Xiaoxiao membuat wajah pura-pura terkejut dan menutupi bibirnya dengan sebelah tangan, "Ah!Tuan Muda Fu benar. Kata-kataku tidak berlebihan,lho. Aku benar-benar akan membuat satu batu loncatan lagi dari pendekar antah berantah."


Amukan Naga,nama pedang itu,ketika Fu Hiaotian menariknya dari punggungnya, samar-samar ada raungan seekor Naga yang sedang marah. "Orang tuli memiliki sebuah berkah,yaitu tidak akan pernah mendengar omong kosongmu. Kalian para jenius dari klan besar selalu saja sombong!" Fu Hiaotian berbicara kepada dirinya sendiri dengan suara lirih.

__ADS_1


Salah satu alasan sangat sedikit pengguna pedang berat adalah karena terlalu banyak kekurangan daripada keuntungannya. Walaupun dinamakan pedang, definisi pedang berat telah melenceng jauh dari artian pedang yang sesungguhnya.


Dalam seri ini,sudah ada dua orang yang menggunakan pedang berat. Salah satunya adalah Lu Xiaoyi,yang pada dasarnya adalah seorang pandai besi. Dengan tenaga yang besar,ia dapat meminimalkan kelemahan pedang berat.


Dan satunya adalah Fu Hiaotian. Untuk alasannya,mari kita repotkan penulis untuk menceritakan kilas balik.


✾✾✾


"Ahahaha,dasar cacat!Orang sepertimu lebih buruk daripada t*i anjing!"


"Sok sekali melindungi orang lain,kau bahkan tidak bisa melindungi dirimu sendiri."


"Orang cacat!"


"Tian'er,sudah cukup. Kau tidak perlu melindungi kakak lagi. Kakak minta maaf,kau dipukuli karena kakak," sambil menangis kencang,Fu Yaoyao memeluk erat Fu Hiaotian yang lebih muda dua tahun darinya itu.


"Kakak tidak perlu menasihatiku!Mereka menganggu kakakku,apa aku bisa diam saja?!" Fu Hiaotian menghapus jejak darah di bibirnya saat ia berusaha berdiri.


"Tian'er...." Yun Feifei menumpahkan isakannya di pelukan Fu Hiaotian,satu-satunya adik dan orang yang paling ia sayangi."Maafkan kakak..."


Di Kota Angin Hitam,Klan Fu cukup berpengaruh. Orang tua Fu Yaoyao dan Fu Hiaotian telah meninggal sejak kecil,sehingga mereka diasuh oleh kakek mereka. Setiap harinya,Fu Hiaotian akan ditindas karena sebelah matanya yang tidak bisa melihat dan akar rohnya yang tidak jelas.

__ADS_1


Dia usia empat belas tahun,Fu Yaoyao dinikahkan dengan anak walikota demi keuntungan politik oleh pamannya. Kakek Fu Yaoyao dan Fu Hiaotian tidak dapat berbuat apa-apa walaupun ia seorang penatua. Fu Yaoyao menangis semalaman dan berencana kabur dari rumah bersama Fu Hiaotian.


Tapi belum lama setelah mereka melewati penjaga, orang-orang dari kediaman walikota datang dan membawa mereka kembali. Fu Yaoyao hanya dapat menerima nasibnya sedangkan Fu Hiaotian dikurung di ruangan bawah tanah.


Dengan keteguhan mental yang di atas rata-rata anak sebayanya,Fu Hiaotian memiliki alasan khusus memilih pedang berat. Pedang biasa hanya dapat digunakan sebagai senjata penyerang,bukan untuk pertahanan. Tapi pedang berat,bahkan jika dirinya dikepung sepuluh ribu musuh,ia masih dapat melindungi orang-orang dibelakangnya dan mendorong mundur puluhan orang dengan satu gerakan pedang.


Pedang berat bukan lagi hanya senjata untuk menyerang,tapi juga untuk pertahanan. Dengan sejumlah kekurangan dan kesulitan untuk menguasainya,pendekar yang memiliki pedang berat tidak ditakdirkan untuk menjadi orang biasa. Seperti Fu Hiaotian,bahkan jika orang-orang di seluruh klannya dan orang-orang dari kediaman walikota mengejarnya,ia masih dapat melawan mereka sambil melindungi kakaknya,Fu Yaoyao,dan orang yang berharga baginya di belakangnya.


Sejauh kilas balik ini berlangsung,pertandingan antara Fu Hiaotian dan Su Xiaoxiao telah mencapai puncak yang paling tidak terduga.


Pakaian Su Xiaoxiao telah robek dibeberapa bagian. Permukaan kulitnya yang halus dapat membuat ribuan pria berbaris untuk melamarnya. Tapi wajahnya saat ini tidak sedap dipandang. Senar-senar di sitarnya telah putus. Ia tidak lagi memainkan lagu untuk melawan Fu Hiaotian.


Jika ada yang disalahkan,itu adalah keberuntungan Su Xiaoxiao. Ia bertemu dengan seorang monster pembawa pedang berat. Jika kemampuan Su Xiaoxiao sedikit lebih tinggi,Fu Hiaotian tidak akan menjadi lawannya. Sayangnya,tidak ada kata 'jika' ataupun 'seandainya'.


"Aiya,Nona Su sepertinya cukup akrab dengan Rumah Bunga. Tapi kau akan kedinginan dalam tampilan seperti itu,lho..." Fu Hiaotian bersandar pada Pedang Amukan Naga yang ia tancapkan ke tanah.(Rumah Bunga:rumah bordil,dalam nama dan konsep yang berbeda. Nama lain:rumah seni,dimana para wanita 'menjual' keterampilan mereka.)


Su Xiaoxiao menggertakan giginya. "Hmph!Kau tercela. Untuk melawan seorang gadis sampai seperti ini..."


"Hm?Bukankah Nona sendiri yang ingin menciptakan batu loncatan?Yah,rasanya memang agak sedikit mengejutkan untuk dilompati oleh calon batu loncatanmu sendiri," Fu Hiaotian menyeringai lebar.


"Aku menyerah. Aku tidak akan menunggumu menghabiskan pakaianku untuk membuatku menyerah," dengan dengusan kasar,Su Xiaoxiao melompat keluar dari arena. Ia ingin mengatakan sesuatu,tapi segera ia telan kembali.

__ADS_1


Melihat Su Xiaoxiao pergi,Fu Hiaotian terkekeh. Sebenarnya ia tahu apa yang akan Su Xiaoxiao katakan. Jelasnya,Su Xiaoxiao ingin mengatakan bahwa setelah putaran ini selesai,Keluarga Martial Air tidak akan melepaskannya. Tapi semua orang jelas tahu bahwa latar belakang tidak terlalu berarti di sini.


__ADS_2