Wira penjaga masa lalu

Wira penjaga masa lalu
episode 1


__ADS_3

Ia merasa terseret ke jurang kegilaan, ketika kotak itu lagi dan lagi ada didepannya dan tidak membukanya. Selama ini Rara bisa terbilang wanita yang sangat realistis dan memiliki tekad yang kuat, tapi entah kenapa kenyataannya hari ini tidak seperti itu. Rara masih berusaha untuk mengabaikan kotak itu, namun anehnya iya seperti terus dan terus melihat kotak itu.


Waktunya sudah semakin sempit, Rara harus segera menyelesaikan hasil ujian para mahasiswanya malam ini. Beberapa hari kedepan ia akan berlibur setelah sekian lama tidak bertemu dengan ayah dan bunda. Setelah lulus S2 dan akhirnya diterima menjadi dosen di kota ini, kota kelahiran bunda, Rara pindah dan tinggal bersama nenek.


Bukan keahliannya untuk mengoleksi benda antik, dan mendengarkan semua sejarah keluarga. Dan malam ini, ditempat kerja abah, dan berada diantara barang-barang antik keluarga, dan kotak misterius yang menggugah perasaannya untuk melihat dan mendekat semakin besar. "Jangan pernah membuka dan memegang benda yang ada dikotak itu rara", begitu yang diberitahukan nenek semenjak aku kecil, hingga berbulan-bulan yang lalu ketika aku meminta ruang ini menjadi ruang kerjaku.


Setelah akhirnya merasa lelah karena godaan, Rara merasa jemarinya bergetar saat iya akan membuka kotak itu, walau nenek mewanti-wanti agar tidak membuka kotak ini, tapi siapa yang tahu, sedangkan hari ini nenek menginap dirumah paman, mungkin ini kesempatannya untuk bisa mengetahui apa isi kotak itu. Dengan hati-hati, Rara membuka kotak tersebut. Dengan terpesona ia menatap sebuah pedang yang selama ini tak pernah lihat sebelumnya, Rara tidak pernah bisa mengira umur dari pedang tersebut, sebuah pedang panjang yang memiliki guratan di setiap panjangnya, dan terlihat gelap karena usianya.dan pada pegangannya terdapat ukiran yang bagus dan tulisan aksara Sunda. Yang bertuliskan, Wira raksa rahiyangtang.

__ADS_1


Jemari Rara menggenggam pegangan pedang itu, lalu mengangkatnya.pedang itu terasa berat, dan anehnya terasa hangat ditangannya, ketika telunjuknya menyusuri guratan pedang, tidak terasa telunjuk Rara berdarah dan meninggalkan bekas darah dipedangnya. Ia sayup-sayup mendengar suara gemuruh, walau tahu dikota ini terkenal dengan hujan dan petir Rara tak menghiraukan sama sekali. Namun petir yang tadi Rara dengar kilatnya memancar dan masuk keruangan melalui jendela, membuatnya kaget, dan sontak lampu di ruangan itu pun mati.


Rara buru-buru menutup kotak itu, tapi anehnya petir datang begitu saja, tanpa ada peringatan hujan atau apapun. Sekarang matanya berusaha fokus terhadap apa yang bisa dilihatnya. Ia mulai menyentuh kertas ujian yang masih belum dinilai. Ia tidak punya waktu untuk memikirkan cuaca yang tiba-tiba berubah seperti tadi. Sambil mencari lampu emergency, dan ia kembali duduk, sambil membersihkan kacamata nya yang terlihat kotor dan berbintik.


Kemudian Rara terkejut karena mendengar suara laki-laki yang terdengar asing, dengan aksen Sunda yang kental,nada seakan marah, sehingga mengantarkan getaran hingga ketulangnya." Kamu harusnya tidak memanggil ku," Karena disekitar ruangan hanya terdapat cahaya yang sedikit dari lampu emergency, dan ini seperti ilusi, Rara hanya bisa terfokus dengan sosok yang terlindungi dari bayang-bayang dekat jendela. Rara berusaha mengenyahkan perasaan takutnya, Rara tinggal disini dan dia yang berwenang disini, berani-beraninya orang itu, masuk rumah orang seenaknya. Tapi rasanya begitu mengganggu, karena ia merasakan perasaan yang aneh, dan ia tidak menyadari kapan laki-laki itu masuk ke rumahnya.


Dengan mengeluarkan suara yang tegas dan mencurigakan Rara bertanya, "Sudah berapa lama anda bersembunyi disana?" Namun pria dihadapannya sama sekali tidak menjawab pertanyaan nya, tiba-tiba lampu di segala penjuru ruangan menyala, dan menyinari wajah pria itu, yang sedang menengadah melihat lampu di langit-langit. Dan pria itu mengerutkan dahi.

__ADS_1


Dan pria itu sebuah kejutan, seorang atlet, atau orang yang suka berolahraga, hingga badannya hanya berisi bongkahan otot.


Yang paling mengejutkan adalah cara berpakaian laki-laki itu, seperti memakai kostum kerajaan zaman dulu, atau seperti orang yang sedang melakukan syuting film laga di tv. Dilehernya terdapat kalung dengan design kuno, dan ukiran yang bagus. Rambut pria itu panjang, sedikit diatas bahu, pria itu terlihat seperti pejuang kuno.


to be continued


maaf jika ada salah tulis..

__ADS_1


salam maniss dari ichi๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2