Wira penjaga masa lalu

Wira penjaga masa lalu
episode 30


__ADS_3

Saat terbangun, Rara merenggangkan tubuhnya. Ia merasa benar-benar segar, seolah telah tidur selama beberapa hari.


Untuk beberapa saat, ia tidak mau terburu-buru bangun dan menghadapi hari ini.


Rara mendengar suara derap sejumlah kuda. Ada bau tidak sedap yang tidak dapat dikenalinya, hampir seperti bau lumut, tapi semua itu tidak menganggu apa yang sedang dirasakannya saat ini.


Tidak juga alas tidurnya, yang terasa keras, bukan kasurnya yang lembut.


Kuda? Mata Rara terbuka lebar, tapi harus mengerjapkan beberapa kali, bahkan setelah melakukan itu, ia masih ragu apa yang tengah dilihatnya.


Bukan tempat tidurnya, sama sekali tidak mirip. Ia berada di dalam semacam tenda atau bipak. Bau lumut tadi berasal dari tanah. Didepan Rara terdapat sebuah ketel terletak diatas semacam lubang tungku, dengan sejumlah kayu dibawahnya.


Ini tidak mungkin, Wira tidak akan mungkin melakukannya tanpa mengatakan terlebih dahulu padanya.


Wira mungkin tidak suka tidur didalam ruangan, jadi memindahkan mereka keluar ruangan saat malam hari. Tapi, dimana laki-laki itu menemukan tenda seperti ini?


Rara tersentak dari lamunannya ketika ada suara, dari arah luar pemuda berusia sekitar dua belas sampai empat belas tahun melangkah kedalam.


“Nyi,” ujar pemuda itu dengan riang saat menyadari Rara akan berdiri.

__ADS_1


Rara tidak menjawab sapaan pemuda itu seperti yang diharapkan.


Alih-alih ia ia kabur,Rara hanya kembali ke posisi semula, dan membenamkan diri, karena belum siap dengan keadaan nya saat ini.


Ia benar-benar akan membunuh Wira. Pemuda itu setengah berpakaian, dengan kaki telanjang dibawah kain panjang yang jatuh tepat di bagian lututnya, dengan pedang yang menjuntai di sisi tubuhnya.


Semua itu menjelaskan pada Rara bahwa Wira tidak memindahkan mereka ke halaman belakang, tapi ke abad lain.


Ketika Rara berhasil mengembalikan amarahnya dan keluar dari selimutnya, ia mendapati pemuda itu masih berdiri disana.


Ia ingin pemuda itu pergi, supaya rasa malunya hilang, tapi ia tetap disana menunggu sesuatu yang tidak bisa terpikirkan oleh Rara.


Akhirnya Rara melihat kain atau sejenisnya, mungkin pakaian wanita, dilengan pemuda itu. Apakah untuknya? Ia benar-benar berharap begitu.


Dan membuat dirinya berpakaian dengan pantas mungkin hal yang terpenting saat ini yang ada dalam pikirannya, tapi menanyakan dimana Wira berada mungkin sesuatu yang sebaliknya dilakukannya terlebih dahulu.


“Wira, kau tahu dimana dia?”


“Tentu saja dia adalah tuanku.”

__ADS_1


Rara mengerutkan dahi mendengar jawaban itu, dan bertanya curiga, “ Tuan dalam arti se orang bangsawan?”


“iya nyai?”


Karena ia membuat pemuda itu bingung, maka untuk memastikan ia bertanya lagi,


“Bagaimana ia bisa menjadi tuanku?”


“Kakak perempuanku sumbi, menyerahkanku ke tangannya,” ujar pemuda itu, dan dadanya terlihat sedikit membusung ketika menambahkan, “Aku akan menjadi pengawalnya begitu aku telah terlatih dengan sempurna.”


Ia dan Wira baru saja sampai disini. Bagaimana semua ini bisa terjadi? Kecuali si Sumbi itu adalah salah satu dari wanita yang memiliki pedang itu.


Dan itu artinya Wira bisa saja sedang berada dalam bahaya karena berada pada masa ini.


“Sudah berapa lama Wira jadi tuan mu?”


“Sudah hampir dua tahun.”


To be continued...

__ADS_1


jangan lupa likenya...


Terimakasih 😘


__ADS_2