Wira penjaga masa lalu

Wira penjaga masa lalu
episode 11


__ADS_3

Ekspresi Wira menyiratkan kalau ia akan melakukan apa saja yang bisa membuatnya senang. Rara memutuskan mereka bisa berputar-putar membahas topik ini tanpa ada akhirnya. Ia tidak ingin Wira ditahan, ia hanya ingin jawaban dari Wira.


Tapi kemudian Wira mengganti sendiri topik pembicaraan. “Aku sudah melihat sendiri perbedaan-perbedaan yang kau katakan. Lukisan prabu Siliwangi itu, sungguh luar biasa sekali miripnya.”


Pertanyaan Rara bisa menunggu. Karena Rara baru menyadari bahwa jika ia bisa membuat Wira tertarik dengan Abad sekarang ini, maka laki-laki itu tidak akan keberatan untuk tinggal lebih lama disini dan berbagi cerita dan pengetahuan tentang masa lalu.


“Ayo ikut aku, aku akan menunjukkan sesuatu padamu.”


Rara kembali ke tikar yang dibawanya dan duduk didepan tasnya, mencari sesuatu. Ia tidak menyadari kalau Wira datang dan berjongkok tepat disampingnya sampai ia mendongakkan kepalanya dari apa yang dicarinya Ditas tadi, dompetnya, lalu menoleh dan mendapati laki-laki itu hanya berjarak beberapa centi darinya.


Wira tidak memperhatikan apa yang sedang Rara lakukan, ia hanya memandangi wajah rara. Dan untuk waktu yang lama, Rara terperangkap dalam tatapan Wira, dan tidak sanggup untuk memutuskan kontrak mata mereka. Rasa panas yang dirasakan Rara dan perasaan yang bergejolak dihatinya kembali dirasakan.


Rara langsung menutup matanya. Oh Tuhan dia pasti sudah gila karena ingin mempertahankan Wira.


Ketika Rara menatap Wira kembali, laki-laki sedang tersenyum lebar padanya. Wira tahu pasti apa yang bisa diperbuatnya pada Rara. Dan dia ialah contoh paling jelas dari laki-laki yang percaya diri.


“Kau punya sesuatu yang ingin kau tunjukkan nyi?”

__ADS_1


Benarkah? Ya, foto dompetnya. Sesuatu yang akan membuat laki-laki ini silau akan dunia modern, sehingga tidak akan punya waktu lagi untuk menatap Rara dan sejenisnya.


Rara membuka dompetnya, kemudian membuka bagian foto, dan tanpa pikir langsung mengulurkan foto pertama pada Wira, kemudian foto kedua, ketiga... “ini foto-foto dari orang yang kukenal. Orangtuaku dan adikku. Ini sahabat ku, bim...oh Tuhan, aku tidak percaya masih menyimpan foto bima disini.”


Rara mengeluarkan foto bima dan merobeknya. “Ini menunjukkan pada mu seberapa seringnya aku melihat foto-foto ku sendiri,” Rara menambahkan sambil menggerutu.


“Kenapa kau melakukan itu?”


Rara membungkuk untuk mendorong apa yang sekarang tidak lebih dari sampah ditangannya, kebawah, lalu menjawab pertanyaan wira.


“Tapi itu mahal kan?”


“Tidak, sama sekali tidak.


Rara menahan lidah untuk berbicara lebih banyak dan menunggu untuk melihat apa yang menyita perhatian Wira. Parfumnya?tissue basahnya?


Ternyata yang diambilnya adalah lipstiknya. Wira meneliti besi itu dengan teliti, setiap sudutnya. Tentu saja, benda tersebut akan menarik perhatiannya, karena besi berhubungan dengan senjata.

__ADS_1


Kemudian bagian atasnya terpisah, cukup untuk membuat Wira makin terpukau, dan matanya terbelalak saat menarik bagian atas lipstiknya.


Wira sudah terpesona, dan Rara langsung tahu kenapa saat laki-laki itu menatap kelubang lipstik dan mencoba untuk memasukkan jarinya yang besar kedalamnya. Wira tidak berhasil, tentu saja.


“Besi ini begitu tipis, bentuk lekukan dan teksturnya sempurna.” Kata Wira dengan suara yang penuh ketertarikan. “Pandai besimu benar-benar berbakat nyi!”


Rara tidak bisa menahan senyumnya. Jika benda kecil seperti lipstik bisa membuat Wira terpana, maka laki-laki itu pasti akan syok saat melihat TV atau oh Tuhan, tolonglah laki-laki ini, pesawat terbang pasti akan membuatnya gila.


Sulit untuk menemukan pandai besi di zaman sekarang ini, Wira. Mereka seperti kehilangan peran saat kuda tidak lagi dibutuhkan...jangan bingung, kau akan mengetahuinya.”


Dan tiba-tiba saja Rara berharap untuk segera membawa Wira ke mobilnya. Apakah ia akan membuat Wira takut, atau hanya akan membuat ia terkesima? Atau Wira akan menjadikan mobil itu sebagai alat yang bisa mengantarkannya lebih cepat untuk berperang? Rara akan mulai tertawa jika ia tidak berhenti membayangkan bagaimana reaksi Wira nanti.


to be continued...


jangan lupa like dan komentarnya..


terimakasih 😘

__ADS_1


__ADS_2