
Mimpi. Itulah penjelasan Rara atas kejadian tadi malam, atau setidaknya begitulah pemikiran yang masuk akal. Memang sayang sekali karena pertama kali nya ada pria tampan di dalam mimpinya, ia harus marah dan mengusir nya. Rara puas dengan penjelasan nya sendiri.
Rara harus mengantarkan jingga hari ini, karena dia tidak bisa lama tinggal disini. Rara yang menyetir kali ini. Sambil menyetir Rara bercerita tentang kejadian tadi malam yang seperti mimpi.
“Apa kakak bilang? “ Pemilik asli pedang itu datang dimimpi kakak?” dan tidak bertanya tentang kutukan itu?”
“Hmm.. mungkin itu alam bawah sadar kakak yang ingin seperti itu, alam bawah sadar sungguh sesuatu yang luar biasa. Orang- orang yang mempercayai reinkarnasi mengatakan bahwa setiap kehidupan yang pernah dijalani, dikubur disuatu tempat yang dalam di alam bawah sadar”.
Rara hanya bisa memutar bola matanya, mobilnya berakhir dibelokan yang mengarah kejalan besar. “Sudah cukup buruk kita berdua mendiskusikan sebuah kutukan konyol kemarin. Hari ini tolong jangan ditambah lagi cerita reinkarnasi”.
“Baiklah, asal kakak tahu, gemuruh petir yang kakak sebutkan tadi bukanlah bagian dari mimpi. Karena aku hampir tertidur tadi malam ketika petir itu mengagetkanku”. Rara mengerutkan keningnya ketika jingga berkata, “ tapi suara yang kita dengar pada saat kita hampir tidur memang bisa masuk kedalam mimpi kita”.
“Benar., Jawab rara, namun kesimpulan jingga tadi membuatnya menyadari ada yang tidak pas. Dua kali laki-laki itu muncul dihadapan nya, dirumah nenek dan tadi malam, apakah karena Rara menyentuh pedang tersebut. Dan Rara merasa dibawah tekanan untuk
__ADS_1
menyentuh pedang itu, semenjak ia tinggal dirumah nenek, apakah itu mungkin...?
Rara sedikit mengguncang tubuhnya, secara mental berusaha untuk menghentikan jalan pikirannya yang mulai mengarah ke takhayul. Dan untuk membuktikan betapa tidak logis jalan pikirannya, begitu mereka sampai ke tempat tujuan Rara langsung keluar dari mobil dan membawa barang-barang yang diperlukan jingga.
Sesampainya di rumah paman, Rara langsung menuju kamar tidurnya, kemudian ia mengangkat pedang tersebut. Suara gemuruh halilintar menggelegar, Rara tidak melihat keluar jendela. Ia hanya melihat ke sudut kamar, dimana Wira berdiri tadi malam, dan disanalah laki-laki itu sekarang, kali ini sedang memasang makanan yang hendak dimasukkan kedalam mulutnya.
Oh Tuhan, ini tidak mungkin terjadi. Tidak mungkin hantu pemilik asli pedang itu berada dikamar nya siang bolong. Bukan Wira bohongan tapi benar-benar pejuang kuno sungguhan. Tapi apakah ini hantu? Tapi Rara tidak percaya hantu datang disiang hari, tapi kalau bukan hantu siapa laki-laki didepan nya? Dan entah bagaimana pria itu berhubungan dengan pedang itu...pedang pria itu. Tidak, ini tidak mungkin terjadi.
Mata laki-laki itu mulai menyipit ke arah rara, dengan tatapan nya Rara mulai menyadari bahwa laki-laki itu tidak senang berada disini.
“pergi,” cetus Rara, dengan suara yang amat pelan,.
Mata pria itu makin menajam, dalam satu gigitan, ia melumat kue itu,dan melemparkan bungkus kue dari daun tersebut didepannya. Laki-laki itu tidak menghilang. Ia tetap berdiri disana sambil mengunyah.
__ADS_1
“Kalau saja aku tidak begitu menikmati pesta itu, aku akan tinggal, karena kau telah membuat aku kesal dengan pemanggilan ini. Tapi kuperingatkan. Kau wanita, kau bisa mengirim ku kembali dan aku akan pergi, tetapi ketika aku memilih untuk pergi. Tapi jika aku memilih untuk tinggal, maka tidak ada yang bisa kau lakukan atau katakan untuk mengenyahkan aku.”kalau kau panggil aku sekali lagi, aku mungkin akan membuktikan nya padamu.
Laki-laki itu pergi, sama seperti caranya datang, suara gemuruh petir datang dan kilat datang bersamaan dengan kepergian laki-laki itu. Tapi laki-laki itu sudah pergi, dan Rara memandang daun yang tadi laki-laki itu buang.
Hantu yang bisa meninggalkan barang? Hantu yang bisa makan?
Rara hanya bisa tertawa, namun berakhir dengan gerutuan dan erangan. Ia masih bermimpi jelas sekali. Ia membiarkan pedang itu kembali jatuh dikotak nya, membanting kotak itu hingga tertutup, dan meringkuk diatas tempat tidur.
To be continued
maaf kalau ada salah-salah tulis
jangan lupa like dan komentarnya
__ADS_1
salam manis dari ichi😘😘