Wira penjaga masa lalu

Wira penjaga masa lalu
Episode 35


__ADS_3

Rara bisa membalas ucapan itu, dengan cukup kesal. Namun dalam keadaan normal, apa yang dikatakan pendekar ini bisa saja benar.


Tapi berapa lama para pria itu menunggu disini? Namun, ditilik dari perkataannya, pendekar ini seperti nya sama sekali melewatkan adanya bahaya dari kejadian tadi, jadi Rara menjawab, “Apa pun hendak mereka lakukan tadi, aku sangat senang kau datang untuk menghalanginya.”


“Itu adalah kehormatan bagiku,” ujar pendekar itu. “Jika kau butuh bantuan lagi....”


“Dia di bawah perlindungan Wira,” Rinja langsung menyela saat itu.


“Baiklah, maka dia tidak akan butuh bantuan lagi,” ujar sang pendekar, dan dengan menghela nafas ia menambahkan, “sayang sekali.”


Entah mengapa, wajah Rara jadi bersemu merah. Mata pendekar itu menatapnya dengan terang-terangan sekarang.


Tapi Rara mengingatkan dirinya kalau tidak mungkin pendekar itu memikirkan hal yang lain.


Tapi Rinja sepertinya mencium ada sesuatu yang tidak beres, karena dengan cepat ia mendekat dan meraih lengan Rara dari sana tanpa adanya kejadian lagi.


Dan kenyataannya, Rinja menarik Rara kearah pendekar itu yang menghalangi jalan mereka.

__ADS_1


“Terimakasih tuan,” hanya itu yang diucapkan Rinja.


Rara merasa ikut bersikap kasar karena sikap Rinja. Tapi ia tidak mau seperti itu, ia menolak saat lengannya ditarik, setelah itu berkata, “sampai jumpa, tuan....dan sekali lagi, terimakasih. Mungkin suatu saat nanti aku bisa membalas kebaikanmu.”


Pendekar itu menarik kepalanya kebelakang dan tertawa mendengar ucapannya, membuat wajah Rara semakin merona.


“Apa yang dianggap pria itu menggelikan dari ucapanku tadi?” tanya Rara kepada Rinja ketika mereka bergegas melangkah di jalanan sempit diantara tenda-tenda.


Rinja tidak berhenti ketika menjawab, “ dari kalimatmu sepertinya kau berharap sejumlah wanita akan menyerangnya supaya kau bisa mengusir mereka.”


“Aku tidak berkata seperti itu,” ujar Rara marah.


Rinja tidak menyelesaikan ucapannya, dan ketika Rara melihat wajah pemuda itu merona, Rara menyadari kalau “kecuali” yang dimaksud Rinja merupakan sesuatu yang tidak pantas, dan Rara ikut merona disampingnya


Setidaknya pendekar itu tidak berpikir tentang “kecuali” itu atau apakah pendekar tadi memikirkannya? Apakah itu alasan pendekar tadi tertawa?


Wajah Rara berubah dari merah muda menjadi merah menyala dalam beberapa detik. Ia adalah wanita yang pintar, bahkan sudah pernah mengalami semua aspek dalam kehidupan. Harusnya dilihat dari mana dia berasal, saat ini harusnya mungkin ia adalah wanita paling pintar di dunia.

__ADS_1


Sungguh pemikiran yang luar biasa, setelah belajar mati-matian dan mengorbankan kehidupan sosialnya selama bertahun-tahun untuk mendapatkan nilai diatas rata-rata.


Itu juga sesuatu yang menarik. Apa yang bisa dilakukannya dengan pendidikan seperti itu disini?


Tapi pemikiran itu bisa membuat rasa kesalnya menjadi berkurang pada saat ini, begitu juga dengan rasa malunya, hingga ia sanggup kembali bertanya pada Rinja, “siapakah pendekar tadi? Apakah dia orang penting?”


“Penting?” ulang rinja, nada suaranya sekarang benar-benar merendahkan. Semua orang tahu beliau adalah Ki Rangga Banyu.”


Fakta bahwa Rinja tidak menginformasikan padanya Ki ranggah Banyu membuat Rara sadar bahwa pria itu adalah orang yang dikenal semua orang.


Akhirnya, mereka sampai ditenda, tapi Rinja tidak melepaskan tangan Rara sampai ia didalam. “Kau akan tinggal di sini sekarang sampai tuan kita kembali.”


to be continued..


jangan lupa like nya


terimakasih 😘

__ADS_1


mohon maaf baru bisa up sekarang 😣


__ADS_2