Wira penjaga masa lalu

Wira penjaga masa lalu
episode 2


__ADS_3

 


Masih menelusuri laki-laki didepan rara Garis tulang pipinya yang kokoh mengitari hidungnya yang mancung, laki-laki itu memiliki rahang yang maskulin, laki-laki itu sepertinya memiliki lesung pipi.


 


Keheningan berlangsung cukup lama mereka berdua saling menatap. Rara hendak mengulang pertanyaan ketika laki-laki itu mulai menelusuri tubuhnya dengan matanya.


 


 


Rara tiba-tiba merona karena tidak ada pria yang melakukan itu padanya. Dan Rara tahu dari zaman SMA ia kutu buku dengan dandanan seadanya dan jarang memakai make up. Pria itu masih disana dan menatap semua ruangan dengan sorot mata yang terpukau, seolah belum pernah melihat lampu emergency, buku, apalagi melihat peta- peta dunia besar, dan lukisan-lukisan kuno zaman dulu. Mata nya berhenti pada salah satu lukisan seperti mengenalinya " hebat sekali, siapa yang melukis begitu mirip dengan prabu Siliwangi?" " Prabu siapa??".


 


Mata bak elang itu kembali terarah kepada " Prabu Siliwangi" ujar laki-laki itu, dengan nada suara mengisyaratkan kalau Rara seharusnya tidak bertanya. " Begini ya mas...??" " mas.... ???""


Kali ini laki-laki itu tidak mengabaikan pertanyaanya. " Begini ya nama ku Wira, Wira raksa rahiyangtang, dan panggil saya akang, karena saya dari Nagara Parahiyangan". Dengan terpana Rara merasa ini sebuah ilusi, atau hanya potongan drama kolosal yang sering ditonton abahnya dulu.


 


" Ok.. Wira begini ya, bisakah anda tidak masuk kerumah orang sembarangan dan anda bisa pergi ketempat asal anda berada!"


 


" Terimakasih nyi. Kamu begitu baik dan bijak karena telah mengirimkanku kembali. Dan akan lebih bijak lagi jika kamu tidak memanggilku lagi".

__ADS_1


Menggerutu dihati, ia bahkan tidak akan mencoba memahami apa yang laki-laki itu katakan, dan jika laki-laki itu tidak keluar, dia akan memanggil polisi atau petugas keamanan dalam 2 menit.


Kemudian ia terkejut lagi ketika gemuruh suara petir kembali terdengar dari kejauhan. Teringat akan apa yang terjadi sebelumnya, Rara menutup matanya dan menutup telinga dengan kedua tangannya. Cahaya petir kembali datang memenuhi ruangan, dan masih cukup terang hingga bisa menembus matanya.


Setelah petir itu menghilang, Rara membuka matanya perlahan, ia bisa melihat keseluruhan ruangan dari luar jendela, Rara merasa aneh semua terasa hening tidak ada petir ataupun hujan. Namun ketika ia menoleh kesekeliling ruangan, tamunya yang tidak diharapkan tadi sudah tidak ada. Rara merasa aneh, dan merasa kejadian ini seperti mimpi atau ilusi. Rara akhirnya kembali berkutat kepada kertas ujian yang masih belum selesai. Hingga akhirnya tertidur.


 


Rara menggerutu ketika adiknya, astra jingga membangunkannya.


" Ka, bangun ka..jingga datang jauh-jauh dari Bandung, pengen ketemu kaka."


Jingga adik ku tempat keluh kesahnya, walaupun berbeda beberapa tahun kami sangat dekat, dan kami benar- benar jauh berbeda, jingga sangat terkenal ketika dia di SMA hingga kini dia kuliah. Rara disisi lain tidak memiliki waktu untuk pria, ia sudah tahu apa yang akan dilakukannya dalam hidup, meraih nilai bagus adalah bagian didalamnya. Sayangnya tingkat kecerdasannya biasa saja, hingga Rara harus lebih giat belajar agar mendapatkan nilai yang diinginkan nya.


Hingga semenjak tahun terakhir kuliah S1 nya. Rara bertemu Bima disuatu acara, dan diperkenalkan oleh temannya. Bima mengagumi kecerdasan rara, yang menjadi alasan Rara kenapa ia begitu menyukainya, dan tak lama Rara pun jatuh cinta pada pria itu. Hingga Lamaran pun datang, dihari lamaran Rara dan keluarga menunggu di rumah, detik, menit hingga jam Rara menunggu kedatangan Bima dan keluarga, walau berkali-kali ditelefon seluruh keluarganya, namun tak ada jawaban dihari itu mengapa Bima tidak datang.


 


 


 


"Kak, Bagun tidur, ko malah ngelamun?" Mikirin apa sih?" "Hmmm...." " Kamu bisa disini sih de?".


"Kemarin Ade dirumah paman, ketemu nenek, dan akhirnya kita sampai malam disini".


" Kak... Malah enggak dijawab sih, tadi ngelamun kenapa?"

__ADS_1


" Kakak bingung de, kemarin malam ada yang masuk kerumah, waktu kakak diruang kerja Abah, tapi beberapa menit kemudian, itu orang "wezzzz... Ilang gitu aja" .


" Udah lapor petugas keamanan ka?" . "Yahh... Itu yang kakak bingung, itu benar- bener kenyataan, ilusi apa cuman mimpi...?".


Rara menghela nafas " mungkin kakak terlalu banyak bekerja, dan ditambah pekerjaan di kampus kakak bawa pulang dan belum selesai. Mungkin kakak bisa liburan akhir Minggu ini kerumah."


" Tapi kak, seperti nya kakak akhir Minggu ini akan sibuk dengan urusan sosial antara laki-laki dan wanita. "Hmmm...."".


" Urusan sosial seperti apa de?" Sambil menatap curiga Rara mengahadapi jingga.


" Itu ka katanya sih Ade denger cerita bunda paman punya teman, anaknya baru pulang kuliah S3 dari Inggris. Mau ketemu kakak, coba dulu aja ka, buka hati deh, kan enggak tahu kedepannya bagaimana".


" Baiklah... Kakak mungkin kedepannya akan coba, cetus Rara hanya untuk mengakhiri topik pembicaraan ini.


" Kakak janji?"


Rara mengangguk dengan enggan,bukan berarti itu penting. Beberapa pria yang menarik perhatiannya selama pengkhianatan bima, nyaris tidak memperhatikannya sama sekali. Dan disamping itu, ia juga blm siap untuk hubungan yang baru, tidak jika hubungan itu melibatkan rasa percaya, karena Bima telah menguras semua rasa percaya yang dimilikinya. Mungkin suatu hari nanti....


 


To be continued


Ditunggu like dan komentarnya ya...


Mohon maaf kalau ada salah- salah tulis..


Salam maniss dari ichi😘😘

__ADS_1


__ADS_2