
Untuk pertama kalinya, Wira muak, “aku datang bersama kelompok ketiga saat itu. Mereka adalah orang-orang dari pemilik pedangku saat itu, orang-orang keji. Mereka bermain dengan korban-korban mereka, membuat para korban itu tersiksa.”
“Kau ikut berpartisipasi juga?”
“yah,” sahut Wira. “Aku melihat kejadiannya, tapi tidak mampu melakukan apa-apa. Setidaknya, kali ini mereka yang tewas di tanganku mati dengan cara yang lebih mulia.”
Bagaimana bisa ada yang mulia dari membunuh orang? Rara jadi heran.
Sementara itu ia masih mencoba mencernanya, suara Wira terdengar marah ketika laki-laki itu menambahkan, “jangan langgar perintahku lagi Rara, hidupku tidak dalam bahaya, tapi hidupmu tidak tidak dikutuk seperti hidupku. Kuda yang kau dekati tadi bisa saja menghabisimu dalam beberapa detik.”
Rara menyeringai, berusaha untuk mengenyahkan kemarahan Wira. “Sebenarnya,binatang itu sepertinya menyukaiku.”
Ternyata tidak berguna. Dengan menggeram, Wira berujar, “sekarang, siapa yang tidak paham intinya?”
__ADS_1
“Oh, aku mengerti maksudmu,” cetus Rara masam. “Kau menaruhku diatas pohon... Tanpa memberitahuku kalau Medan perang itu pada akhirnya hanya akan menjadi pesta burung bangkai.”
Dan dengan suara yang menyindir, Rara menambahkan, “ kalau saja kau mengatakannya dari awal, maka aku akan duduk santai dan menikmati pertunjukan itu, bahkan walaupun tidak ada popcorn nya.”
Hanya ada sedikit raut penasaran diwajahnya wira ketika Rara mengatakan “pop corn” laki-laki itu begitu intens dalam menunjukkan emosinya.
“Apa kau pernah melakukan seperti apa yang disuruh...”
“Begini wira,” potong Rara “aku tahu ini akan mengejutkan bagi kalian orang-orang di zaman dahulu, tapi wanita dimasa sekarang tidak akan melompat jika tuannya menyuruh melompat. Kami memikirkan diri kami sendiri, melakukan sesuatu untuk diri kami sendirian, melakukan sesuatu untuk diri kami sendiri, dan kami tidak mematuhi....oh tuhan, aku benci kata itu laki-laki yang berwenang yang sebenarnya tidak punya urusan untuk mengatur hidup kami.”
Wira kembali terdengar tenang. Tapi ketenangan Wira menyiratkan bahwa ia tahu kalau dirinya benar, dan Rara pasti akan setuju jika saja tidak sedang kesal pada Wira.
“Yang perlu kau lakukan adalah menyisihkan beberapa menit untuk menjelaskannya terlebih dahulu padaku, Wira, sehingga aku tidak panik karena mengira kau akan membunuh nenek moyang dari raja atau presiden, mengganti tatanan sosial yang kukenal. Kau tidak mengira aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk alasan yang bodohkan?"
__ADS_1
“presiden?”
“Berbagai negara...., Rara mulai menjelaskan, tapi kemuy melambaikan tangannya.”
“Ah, sudahlah... Demokrasi belum ada ketika kau terakhir kali dipanggil. Tapi jika kau berniat untuk kembali melakukan perjalan waktu lagi....” Rara terhenti,bhampir tidak percaya bahwa ia mengatakan hal ini lagi, lalu melanjutkan “dan kata yang kupakai adalah jika, maka sebelumnya aku ingin mengetahui yang pernah aku katakan padamu.”
Sekarang Wira menyeringai pada Rara, “ tapi mungkin besok kita bahas masalah ini nanti, karena aku tidak tertarik untuk mengalami dua kali pergolakan emosi dalam sehari, terimakasih. Sekarang aku ingin tidur untuk memulihkan diri dari syokku tadi.”
“ Kau bisa menggunakan tempat tidur yang ada dibawah tempat tidurku, ini seperti laci tinggal kau tarik dan bisa menjadi tempat tidur,aku minta tolong padamu, aku tidak ingin kau berkeliaran didalam rumah Wira, jika kau ingin mandi, kamar mandi ada disebelah kanan.”
Wira hanya diam dan mengangguk.
To be continued...
__ADS_1
jangan lupa likenya
Terimakasih 😘