Wira penjaga masa lalu

Wira penjaga masa lalu
episode 24


__ADS_3

Mendapati dirinya berada ditengah Medan pertempuran membuat Rara panik, tapi syok yang datang terlebih dahulu.


Rara tidak bergerak. Yang bisa dilakukannya hanyalah berdiri disana dan menatap, sementara pemikirannya berkecamuk.


Mencari penjelasan yang masuk akal untuk menerima keberadaan pasukan yang ada disekelilingnya.


Tiba-tiba, terpikirkan olehnya efek dari obat yang membuat orang menjadi berhalusinasi dan membayangkan sesuatu, kemudian sebuah penjelasan sederhana, mimpi....apakah ia kembali bermimpi?


Tentu saja. Sebuah kelegaan yang luar biasa dirasakannya karena memiliki kesimpulan seperti itu. Rara bersyukur karena orang tidak akan bisa terluka saat sedang bermimpi.


Rara mendapati semua detail mengenai keadaan ini begitu mencengangkan. Ia benar-benar bisa mencium bau darah dan bau kuda... terlalu bau busuk yang diduganya berasal dari kuda-kuda tersebut.


Dan bunyi pedang yang saling beradu itu membuatnya benar-benar merasakan sakit kepala.

__ADS_1


Wira sepertinya tengah menikmati saat yang ia tunggu-tunggu dalam hidup. Kenyataannya, pedang itu sepertinya tidak pernah diam semenjak mimpi itu dimulai. Pedang itu berkilau dibawah cahaya matahari, menyayat....beraksi.


Rara menutup matanya, mengernyit saat mendengar jeritan, sepertinya dari manusia dan kuda.


Darah yang memercik ke bajunya tidak akan ia pedulikan. Darah itu akan hilang begitu ia bangun nanti.


Tapi ia pasti akan menempati mimpi ini sebagai mimpi paling buruk yang pernah dialaminya. Ia bahkan tidak ingat pernah mengalami mimpi yang begitu detail, hidup, dan mengerikan....


Seekor kuda menghantam pundak Rara, membuatnya terdorong mendekat kearah wira. Ketika Rara kembali keseimbangannya, ia menoleh dan melihat seorang pria tegap sedang mengayunkan pedang kearahnya.


Tapi kematian tidak dialamatkan untuknya, setidaknya belum. Sebilah pedang lainnya menangkis serangan yang hendak melukainya, menghalau pedang tadi kesamping, kemudian menikam dada sipenyerang.


Semakin banyak darah yang memercik kebajunya. Rara mulai merasa terganggu sekarang. Apakah ini benar-benar terjadi? Lelucon macam apa ini? Ia akan kekuatan luar biasa jika ini benar-benar terjadi.

__ADS_1


Wira telah menyelamatkannya...sehingga ia tidak terbangun dari mimpi ini. Rara memutuskan sebaiknya ia mengatakan pada Wira betapa ia bersyukur karena laki-laki itu membuat mimpinya ini semakin lama, tapi sepertinya Wira tidak menunggu disampingnya untuk mendengarkannya. Tiga orang pria di dekat mereka mengepung seorang pria didekat mereka mengepung seorang pria, dan Wira melompat ke tengah-tengah mereka untuk membantu.


Rara menghela nafas. Ia punya beberapa pilihan saat ini. Ia bisa saja terus terjebak antara senjata-senjata yang mematikan, atau ia bisa menarik perhatian Wira cukup lama untuk memaksa pergi dari sini.


Kenyataannya, dengan mengambil pilihan kedua, ia tetap harus menjalani pilihan pertama, kedua, ia tetap harus menjalani pilihan pertama, karena Wira sudah melakukan pertarungan dengan ketiga pria tadi, dan sekarang sedang menangkis serangan mereka.


Mimpi ini terasa panjang. Rara ingin mimpi ini bertukar dengan mimpi yang lebih bisa diterima. Bahkan ia tidak keberatan dengan mimpi buruk lainnya.


Ia sudah cukup kenyang melihat betapa tajamnya kedua sisi pedang itu.


Jadi, Rara berlari beberapa meter untuk meraih Wira laki-laki itu berada terlalu jauh darinya dalam setiap pertarungan dan mendorong ke samping seseorang pria sedang menyelinap ke belakang Wira, supaya ia bisa meraih lengan Wira yang tidak memegang pedang dan menarik Wira.


To be continued...

__ADS_1


jangan lupa like dan komentarnya...


Terimakasih...😘


__ADS_2