Wira penjaga masa lalu

Wira penjaga masa lalu
episode 13


__ADS_3

Wira hanya memperhatikan ketika wanita itu berjalan tak tentu arah dipadang rumput. Ia ingin melihat rambut wanita itu lepas dan tertiup angin.


Wanita itu memukaunya. kutukan penyihir itu membuat Wira berada di bawah kekuasaan wanita, pada belas kasihan wanita dan menjadi objek keinginan-keingina Mereka.


Maharupini sudah tahu kalau Wira akan membenci semua itu diatas segalanya.


Wira masih membenci Maharupini, namun ada kompensasi dari tahun-tahun yang penuh dengan kemarahannya. Wanita ini, dengan ucapan-ucapannya yang aneh. Wira telah berjuang melawan perasaan yang dibangkitkan wanita itu terhadapnya, karena ia tidak menyukai kendali wanita itu atas dirinya.


Tapi ia tidak mampu lagi memikirkan hal lain selain wanita itu, semenjak ia mengecap rasanya. Ia tidak berniat untuk meninggalkan wanita itu kali ini, baik ia diminta pergi atau tidak.


Wanita ini berbeda dari yang lain, tidak ada penyangkalan dari hal itu. Wanita ini tidak menggunakan pedangnya untuk membunuh musuh.


Wanita ini juga tidak memperlakukannya seperti budak pribadi. Tapi, wanita ini memang tidak tahu, bahwa bagian tersebut masuk dalam kutukannya. Bahwa kutukannya tidak akan membiarkannya membohongi atau melukai wanita itu.


Bahwa wanita itu memiliki banyak kuasa atas dirinya jika tidak membebaskannya. Begitu dibebaskan, maka kekuatan itu ada padanya.


Namun wanita-wanita sebelumnya tahu, dan Wira memandang rendah mereka semua, karena mereka memanfaatkan secara penuh kekuatan dari kutukan-kutukan itu.


Bahkan ada beberapa yang awalnya takut-takut, kemudian menjadi percaya diri dan tamak ketika menyadari apa yang bisa mereka lakukan terhadapnya.


Tapi beberapa dari mereka kaya, dan manja, dan sudah jahat sebelum mendapatkan pedang tersebut. Bahkan ada seseorang yang rela membunuh demi mendapatkan pedang itu, mengetahui rahasia pedang tersebut.

__ADS_1


Wanita itu terbunuh ketika suaminya mengetahui bahwa ia berniat mengganti sang suami dengan bangsawan muda dari level yang lebih tinggi.


Wanita itu membuat kesalahan karena tidak meminta Wira untuk tutup mulut setelah memerintahkan untuk membunuh suaminya.


Sayangnya, Wira memang mesti membunuh pria itu. Kutukan itu tidak memberikan pilihan lain, karena ia memang diperintahkan melakukan itu.


Bukannya ia keberatan membunuh. Faktanya, ia begitu menikmati saat berkelahi. Tapi Wira tidak suka membunuh, dan membunuh pria setua suami wanita itu adalah sebuah kekejian, bukan sekedar pembunuhan.


Wira lebih suka berpendapat kalau dewa ikut campur tangan pada waktu itu karena kasusnya tidak berakhir dengan pembunuhan.


Ia memberitahu pria tua itu terlebih dahulu mengenai kebenarannya, dan karena wanita bodoh yang tamak itu ada disana dan ingin menyaksikan kematian suaminya terlebih dahulu, maka justru wanita itu. Yang tewas, yang langsung bisa mengakhiri kuasa wanita itu atas dirinya.


Dan karena itu juga, untungnya selamatlah nyawa pria tua itu. Dan pedang itu tidak lagi pernah jatuh ke tangan wanita hingga sekarang .


Jadi, bagaimana ia bisa meyakinkan wanita ini akan kelebihan pedangnya? Dan sekalipun ia bisa ia bisa meyakinkan wanita ini akan kelebihan dari pedangnya, kenapa wanita ini mau memberikannya kesempatan untuk memanfaatkan kelebihan itu?


Ini adalah pertama kalinya Wira se


mpat ragu. Lagi pula, semua orang tahu keberadaan para penyihir, dan kutukan penyihir memang suatu hal yang bisa mengerikan.


Semua orang mengetahui itu, paling tidak, semua orang dimasa lalu tahu hal sederhana seperti itu. Ia jadi beratanya-tanya kenapa wanita ini tidak mempercayainya.

__ADS_1


Apakah para penyihir sudah tidak ada lagi dimasa ini? Apakah mereka akhirnya dimusnahkan? Atau justru mereka lebih sembunyi-sembunyi sekarang ini?


Apakah para penyihir masih tetap ada sama sekali tidak menarik perhatiannya. Ia benar-benar telah mencoba untuk melepaskan kutukan itu dengan bantuan penyihir lain.


Kutukan itu bisa saja dihancurkan, namun kutukan itu menahannya untuk berkata demikian.


Dan tidak ada satu wanita pun dari wanita yang pernah menguasainya mau repot-repot bertanya apakah kutukan itu dapat dihancurkan.


Membebaskannya dari kutukan nya adalah hal terakhir yang ada dibenak para wanita itu. Menggunakannya adalah satu-satunya yang menarik bagi mereka.


Wira menyadari bahwa wanita itu kerap membungkuk untuk memetik bunga liar. Tidak sekali pun wanita itu menoleh kearahnya. Tapi ia tetap tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wanita itu.


Wira menyantap makanan yang dibawakan wanita itu untuknya, tapi ia tidak tahu apa yang sedang dimakannya.


Wanita itu memutuskan untuk menahannya disini, sampai memuaskan rasa penasaran itu.


Wanita itu menghadapi gerakannya dengan tegar. Keberanian yang dimiliki wanita itu sungguh luar biasa. Walaupun takut padanya, tapi wanita itu tetap berdiri tegak, bahkan tanpa mengetahui kalau ia tidak akan pernah bisa melukai wanita pemanggilnya.


Dari pedang tersebut, wanita itu memiliki kekuatan penuh atas dirinya pada saat ini. Tapi wanita itu menggenggamnya dengan kekuatannya sendiri. Wira tidak pernah berpikir kalau ini akan terjadi, tapi sekarang, ia sama sekali tidak keberatan terikat sepenuhnya, selama ia terikat dengan wanita ini.


to be continued...

__ADS_1


jangan lupa like dan komentar nya...


terimakasih 😘 😘


__ADS_2